Demo PDAM Ricuh, Pendemo Minta Ruri Prihatini Lubis Mundur Dari Jabatan

/ Jumat, 23 November 2018 / 14.31.00 WIB
Para Pendemo Dari PSM Adu Argumen Dengan Karyawan PDAM. POSKOTA/SAUFI

POSKOTASUMATERA.COM - TANJUNGBALAI - Para Pengunjuk Rasa yang tergabung dalam Organisasi Permerhati Antar Masyarakat (PAM), Kamis (22/11/2018) Seruduk Kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kualo Kota Tanjungbalai atas Dugaan Korupsi yang dilakukan Direktur BUMD Tanjungbalai Ruri Prihatini Lubis.

Pasalnya, selama 100 Hari Ruri Prihatini menjabat, Air Bersih dari PDAM susah didapat di Tanjungbalai.

Pantauan Awak Media di Lokasi Demonstrasi, Aksi Unjuk Rasa ricuh dan sempat terjadi Adu Argumentasi antara Aktivis Pendemo dengan salah seorang Karyawan PDAM di depan Pagar PDAM setempat.

Dalam Orasinya, Aktivis Vokal Nazmi Hidayat Sinaga SH menuturkan, bahwa kejadian ricuh tersebut adalah merupakan Arogansi yang dipertontonkan oleh seorang yang diduga Karyawan PDAM Tirta Kualo Tanjungbalai saat menyambut Pendemo di depan Pagar Kantor PDAM tersebut.

"Kecewanya hari ini sama - sama Kita ketahui, bahwasanya Tanjungbalai dikelilingi Air Sungai, tetapi kenapa Pengaliran Air Bersih di Kota Tanjungbalai tidak terpenuhi untuk masyarakatnya", sebut Nazmi dengan teriakan kesal.

Dikatakannya, Masyarakat tidak menerima setetes pun Air Bersih Mengalir dari Perangkat atau Pipa PDAM, jikalau pun ada, Airnya Kotor dan miris melihat masyarakat, sementara, Pelanggan tetap diwajibkan membayar Rekening Air perbulannya.

"Hari ini, Kita selaku masyarakat membayar, bukan meminta apa lagi mengemis untuk Air Bersih, jadi ketika tidak mampu memberikan pasokan Air Bersih, Ruri Prihatini silakan Angkat Kaki, Kami tidak butuh pejabat - pejabat yang hanya menggerogoti Uang Rakyat", cetus Nazmi disambut teriakan Massa Pendemo lainnya dengan ucapan "betul, Ibu Dirut copot segera Pak Wali".

Selanjutnya, Nazmi juga mengatakan, banyaknya temuan - temuan Indikasi yang ditemukan selama Ruri Prihatini menjabat 100 Hari kerja.

"Kami akan sampaikan kepada Aparat Penegak Hukum agar Saudari Ruri segera diringkus dan dijerat dengan Ketentuan Perundang - Undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia (NKRI) dan kepada Dewan Pengawas dan seluruh  Pengawas PDAM Tirta Kualo Tanjungbalai, jika tidak mampu mengawasi silakan Angkat Kaki, jangan semakin buruk Kalian awasi", ucap Nazmi.

Diungkapkannya lagi, setiap hari masyarakat Tanjungbalai merasakan Air Kotor dan bertanya siapa masyarakat yang merasakan Air Bersih.

"Kita bayar, jadi jangan korbankan Pelanggan hanya untuk memenuhi uang - uang pundi yang akan anda bawa, Kami sebagai masyrakat Tanjungbalai dengan kepemimpinan 100 Hari kerja mu Ruri, semenjak Anda menjabat, Pendistribusian Air semakin merosot, banyaknya modus dengan pemutusan karna dalih mencuri, sementara, Kami sudah membayar dan ini merupakan pencemaran terhadap masyarakat merasa dirugikan, ingat, Kami bayar bukan meminta apa lagi mengemis, bayar pakai Duit bukan pakai Kencing", teriak Nazmi dengan nada kuat, kecewa dan lantang di depan Pegawai PDAM dan Puluhan Massa Pendemo.

Sementara itu, Syafrizal Manurung SH juga menuturkan dalam orasinya, meminta Saudari Ruri hadir ditengah - tengah masyarakat menyampaikan hasil 100 Hari kerjanya yang Ia lakukan di Kota Tanjungbalai.

"Karna masyarakat sampai detik ini, tidak merasakan apapun dari hasil yang Ia kerjakan", ujar Syafrizal.

Menurut hasil Investigasi mereka, Direktur PDAM Tanjungbalai Ruri hampir setiap Harinya dan setiap Minggunya berada di Luar Kota diduga dengan membebankan Anggaran PDAM.

"Kita minta, Ia perjelaskan ini didepan masyarakatnya", desak Syafrizal.

Baliho Spanduk PAM Saat Aksi Unjuk Rasa Di Depan Kantor PDAM Tirta Kualo. POSKOTA/SAUFI

Hal ini diaminkan Ketua Samarinda Ade Willy Meminta Dirut PDAM Saudari Ruri untuk segera mundur dari jabatannya, karena dinilai tidak mampu menyalurkan Air Bersih.

"Kami menuntut itu, dikarenakan memang hampir semua Daerah di Tanjungbalai ini, Airnya Kotor berlumpur", kata Ade Willy.

Disebutkannya lagi, bahwa pihak PDAM juga telah melakukan Pemutusan sepihak terhadap 130 Pelanggan yang membuat Pengaduannya kepada pihaknya.

"Sampai hari ini, ada sekitar 130 Pelanggan yang mengadu kepada Kami, bahwasanya pihak PDAM telah melakukan pemutusan sepihak dan dilihat dari Surat Keterangan Pemutusan itu, mereka tidak menyertakan tanda tangan ataupun nama dari Pejabat yang ikut turun ke lapangan, artinya, Kami menganggap itu illegal dan tidak benar. Dan ini juga terjadi pada diri Saya sendiri, mereka katakan bahwa Pemasangan di Tumah Saya itu adalah Pemasangan "Gelap". 

Namun, katanya, setelah diberikan Tanda Bukti Pembayaran Kwitansi, Sore Harinya mereka kembali memasang Meterannya, artinya, Dirut PDAM Tanjungbalai Ruri tidak menguasai sepenuhnya data - data Administrasi di PDAM ini, sehingga dengan sekonyol - konyol mengutus anggotanya untuk melakukan Pemutusan Sepihak di Lapangan di rumah - rumah warga se Kota Tanjungbalai", jerit Ade.

Selanjutnya, Aktivis lainnya Ahmad Dhairobby dalam orasinya melayangkan beberapa tudingan Dugaan Indikasi Korupsi berdasarkan Hasil Investigasi dan temuan di Lapangan serta Sumber informasi  berupa data - data pendukung.

Diantaranya, Saudari Ruri selaku Direktur PDAM Tirta Kualo Tanjungbalai saat ini telah melakukan berbagai macam Indikasi Jelek, baik itu Korupsi maupun "Mark-up" terhadap beberapa Item Pengadaan Zat Kimia Tawas yang Anggarannya dibesarkan.

"Kita duga itu adalah indikasi Mark - Up, serta terkait Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) Ruri didapat kejanggalan, bahwasanya Ia berada di Kota Tanjungbalai, namun beliau melakukan SPPD  ke Luar Kota. Selain itu, juga menemukan adanya Dugaan Korupsi pada Pengadaan Stiker Mobil yang diduga adanya Indikasi pemahalan serta Pembelian Water Meter sejumlah 300", cetus Ahmad.

Dikatakannya lagi, terkait Langkah Hukum, pihaknya akan lakukan Aksi Unjuk Rasa selanjutnya dengan mengumpulkan data - data pendukung. 

"Hal ini akan Kami persiapkan, tetap akan Kami kawal dengan Koalisi Antar Pemerhati Masyrakat (PAM) yang tergabung diantaranya, DPP GPK -RI (Ahmad Dhairobby), Samarinda (Ade willy), ANJ -Indonesia (Nazmi Hidayat Sinaga SH), serta Komapena (Syafrizal Manurung SH)", ucapnya.

Selanjutnya, lebih kurang 30 menit berorasi, Massa Pendemo kemudian membubarkan diri dengan tertib dikawal Kepolisian setempat dan berjanji akan  melanjutkan Aksi Unjuk Rasa selanjutnya pada Hari Senin depan, dibarengi dengan menaburkan Bunga Rampai di depan Pagar Kantor PDAM Tanjungbalai, sebagai bukti kekecewaan masyarakat, disaksikan Karyawan PDAM dan masyrakat pendemo. 

Sebelumnya, Ketua Pengawas PDAM Tirta Kualo Tanjungbalai Fatwa Nur beserta Sekretaris Khuwallid Mingka, saat dikonfirmasi Wartawan Via Whatsapp, tidak mau menjawab konfirmasi Awak Media dengan benar, diduga Fatwa masih enggan menjawab konfirmasi terkait Indikasi Pemahalan Zat Tawas.

"Mohon ditanyakan langsung saja kepada Direktur PDAM Pak, Saya selama 1 Minggu ini Tugas Luar Provinsi, jadi belum tau perkembangan itu dan Kami Dewan pun akan mempertanyakan itu kepada Direktur secara berkala Triwulanan", kata Fatwa lewat dinding Whatsappnya.

Sementara itu, Sekretaris Khuwallid Mingka, saat dikonfirmasi Awak Media terkait hal ini Via yang sama mengatakan, "Ok nanti Saya cros check, Bentar ya...nanti Saya WA tanggapan atas pertanyaan kemarin", kata Khuwallid Mingka.

Direktur PDAM Tirta Kualo Ruri Prihatini Lubis saat dikonfirmasi Wartawan, belum dapat ditemui atau dihubungi dan tidak berada dikantornya. (PS/SAUFI)

Komentar Anda

Terkini: