Perkim Tanjungbalai Bantah Tudingan Aktivis ANJ Indonesia Terkait Pengerjaan Proyek Asal Jadi Dan Tak Sesuai Bestek

/ Senin, 05 November 2018 / 23.16.00 WIB
Ketua Aktivis ANJ - Indonesia Nazmi Hidayat Sinaga SH Saat Menyatakan Dalam Waktu Dekat Akan Unjuk Rasa Terkait Dugaan Proyek Perkim Tanjungbalai. POSKOTA/SAUFI

POSKOTASUMATERA.COM - TANJUNGBALAI - Maraknya tudingan masyarakat dan aktivis Pemuda Kota Tanjungbalai terhadap pengerjaan pembangunan saluran drainase atau gorong - gorong yang diduga kuat dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai dengan progres syarat umum kontrak, terdapat hampir di seluruh titik pekerjaan yang ada di Kota Tanjungbalai, milik Dinas Perumahan dan Pemukiman Rakyat (Perkim) Kota Tanjungbalai, mendapat bantahan keras dari pihak Dinas Perkim setempat.

Kepala Dinas Perkim Kota Tanjungbalai Yusmada melalui Kabid PSU Edi Surya kepada Wartawan saat dikonfirmasi di Ruang Kerjanya, Senin (5/11/2018) menyatakan, terkait adanya dugaan dikerjakan asal jadi, maupun asal -  asalan, pihaknya membantah dan tidak tau persis, karena menurutnya semua pengerjaan proyek Perkim dikerjakan cukup baik semua.

"Kita membantah, tidak tahu persis ada yang asal jadi, kita tahu proses pengerjaan proyek Perkim cukup baik semua, ya kita melakukan pengerjaan pembangunan proyek tersebut memang ditempat yang tidak ada penghuninya, agar tidak adanya di Kota Tanjungbalai lagi ditemukan lahan tidur, makanya kita membuka pembangunan jalan dan saluran drainase di beberapa titik di Tanjung Balai", sebut Edy.

Terkait adanya dugaan yang tidak bagus yang dikerjakan oleh pihak rekanan, pihaknya memiliki Pimpro dan Pengawas, dimana setiap saat pihaknya mendapat hasil kegiatan rekanan.

"Ya, kita kan ada tim peneliti, artinya penerima dari pada kegiatan itu didapat dari hasil kegiatannya, mereka nanti akan meneliti sesuai hasil bestek yang ada, apabila tidak sesuai bestek yang ada dibangunan tersebut, mereka nantinya akan tidak menerima bangunan tersebut dan apabila kurang, mereka akan memerintahkan kepada rekanan untuk membuat sesuai dengan Bestek Kontrak yang ada " kata Edi Surya.

Edy menambahkan, bahwa di tubuh Dinas Perkim itu berkisar ada 60 an paket pengerjaan, ada pembangunan dan rehabilitasi tergantung pada judul plang yang ada dicantumkan di lokasi pengerjaan.

"Ya, kita kurang setuju, baik masyarakat dan aktivis serta siapa pun menyatakan bahwa pekerjaan  itu diduga asal jadi, karena dia tidak punya dasar, Dia tidak melihat dan Dia tidak mengetahui apa yang dibangun, Dia hanya melihat fisik pembangunan, padahal bangunan itu belum jadi dan banyak yang vonis itu diduga asal jadi, kan banyak masyarakat kita yang mengatakan seperti itu, ya kalau dia pegang Besteknya, Dia baru bisa mengatakan, ya ini asal jadi," tandas Edi.

Selain itu, pihak Perkim Kota Tanjungbalai lainnya, kepada wartawan juga mengatakan, bahwa dalam satu pekerjaan paket proyek, terdapat 3 pengawas di lapangan yang diutus dari Dinas Perkim Tanjungbalai untuk mengawasi setiap pengerjaan.

Terkait bantahan tersebut, aktivis vokal Nazmi Hidayat Sinaga SH saat dikonfirmasi ulang dihari yang sama, sangat menyesalkan kondisi yang bertolak belakang dengan apa yang dinyatakan Pihak Perkim Tanjungbalai dengan kondisi yang terdapat di lapangan.

Menurutnya, hal ini dikarenakan kurangnya pengawasan dari instansi terkait pada, Jum'at (2/11/2018) lalu, dimana, saat itu pengerjaannya terlihat tumpang tindih dengan bangunan lama dan diduga kualitasnya tidak tahan lama dan mudah hancur.

"Pengerjaan ini, mencakup Pembuatan Pembangunan Saluran Drainase/ Gorong - Gorong yang saat ini kita lihat di Jalan Beting Semelur, tepatnya di Samping Rumah Ibu Nadrah Kelurahan Sirantau Kota Tanjungbalai yang dikerjakan oleh CV Maju Jaya dengan pagu anggaran senilai Rp. 49.670.000 dan diketahui, itu berada dibawah Pengawasan TP4D Kejari Kota Tanjungbalai, seperti yang terlihat di spanduk plang pengerjaan tercantum dibawah tulisannya," cetus Nazmi.

Kepada wartawan Nazmi menambahkan, dengan ini pihaknya meminta dengan tegas kepada Kejaksaan Negeri Tanjungbalai - Asahan agar benar - benar serius dalam melakukan "PENGAWASAN" terhadap Kegiatan Pembangunan Saluran Drainase yang diduga kuat terindikasi dikerjakan asal jadi di Kota Tanjungbalai.

Kepada Kepala Dinas  Perkim Kota Tanjungbalai, pihaknya berpesan, agar segera lakukan evaluasi dan pemantauan di lapangan terkait seluruh pengerjaan saluran drainase yang saat ini dikerjakan.

"Jangan hanya berdiam diri di Kantor mu," tegas Nazmi.

Untuk pihak Pemborong/Rekanan, diminta dalam hal pengerjaan proyek tersebut agar melakukan pekerjaan sesuai dengan ketentuan syarat umum kontrak, mengingat ini untuk kepentingan masyarakat di Kota Tanjungbalai.

Selain itu pihaknya juga berharap, kiranya Badan Pemeriksaan Keuangan - Republik Indonesia (BPK - RI) Perwakilan Sumatera Utara, agar melakukan Investigasi terkait laporan yang akan dilayangkan atau dikirimkan nantinya, terkait dugaan pengerjaan proyek yang terindikasi dikerjakan asal jadi atau tidak sesuai ketentuan kontrak secara keseluruhannya yang ada di Tanjungbalai.

"Kemungkinan besar, kita berharap, semoga proyek pengerjaan di Perkim Tanjungbalai ini, kiranya menjadi temuan BPK - RI Perwakilan Sumatera Utara, mengingat kondisi pengerjaannya yang diduga asal jadi, semrawut dan diduga tanpa pengawasan dari Penegak Hukum, serta dinas terkait 

"Kejaksaan Negeri Tanjungbalai, selaku Pengawas dalam TP4D diminta dapat menyikapi permasalahan - permasalahan terkait pengerjaan proyek yang diduga kuat asal jadi yang dikerjakan oleh Rekanan/Pemborong " cetus Basmi lagi.

Aktivis vokal ini juga menambahkan, pihak akan segera menyiapkan fhoto terkait saat pengerjaan dan bukti pendukung lainnya juga akan dikumpulkan terlebih dahulu. 

"Dan aspirasi ini juga akan kami sampaikan melalui aksi demo unjuk rasa ke jalan untuk mendapatkan tanggapan dari Penegak Hukum (TP4D) Kejaksaan Negeri Tanjungbalai dan Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kota Tanjungbalai," tutup Nazmi dengan nada kesal.
(PS/SAUFI)
Komentar Anda

Terkini: