Grand Singgie Hotel Kibarkan Bendera Kuyak Robek ,Ormas LMP Dan GM PEKAT IB Minta Polisi Usut Tuntas

/ Senin, 29 Juni 2020 / 16.00.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM-TANJUNGBALAI
Bendera merah putih yang kondisinya sudah robek,Kuyak kusam  berkibar di Grand Singgie Hotel Dijalan Cokroaminoto Kota Tanjungbalai Sumatera Utara Siang dan Malam .Organisasi Masyarakat (Ormas)Laskar Merah Putih Kota Tanjungbalai dan GM PEKAT IB  ini pun menyayangkan bendera pusaka tersebut berkibar dalam keadaan sudah memalukan dugaan Pelecehan Lambang Negara .Senin(29/6/20).

"Kondisi bagian dari warna bendera merah dan putih tersebut sudah pudar,Kuyak dan robek.ucap Ketua Laskar Merah Putih(LMP)Kota Tanjungbalai,M.Azri SH 

Bangunan tempat berkibarnya bendera tersebut adalah milik perusahaan Grand Singgie Hotel yang tepatnya dijalan lintas publik.



"Kami prihatin melihat bendera merah putih dalam kondisi seperti itu masih berkibar, selain warnanya sudah pudar, juga kondisinya sudah robek dan kuyak" kata Ketua LMP Tanjungbalai,Azri SH  yang setiap harinya melihat hal itu terpasang namun terkesan diabaikan.

Ia  berharap bendera merah putih  merupakan salah satu untuk menghormati jasa para pahlawan dalam merebut kemerdekaan dari penjajah.


"Generasi sekarang wajib menghormati jasa para pahlawan, salah satunya juga harus menghormati bendera merah putih, karena itu lambang negara kita harus kita jaga," sebut M.Azri yang merupakan Alumni Mahasiswa UNA di Fakultas Hukum.

"Kondisi seperti itu sudah tidak layak, dan ini bisa dipidana sesuai peraturan perundang-undangan,"kata nya.

Dilansir dari beberapa berita nasional,bahwa
Kibarkan Bendera Kusut Bisa Didenda Rp 100 Juta.

Perlu diingat bahwa untuk mengibarkarkan bendera kebangsaan itu tidak sembarangan. Sebab, sudah ada perundang-undangan yang mengaturnya. Yakni Undang-undang RI Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara, dan Lagu Kebangsaan.
"Ada ancaman pidana jika seseorang sengaja mengibarkan bendera merah putih yang dinilai tak layak,"

Ancaman pidana itu diatur dalam Pasal 24 huruf c yang isinya mengibarkan Bendera Negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam dengan ketentuan pidana Pasal 67 huruf b. Isinya, apabila dengan sengaja mengibarkan bendera negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf c, maka dapat dipidana penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp 100 juta.

"Kami,Ormas Laskar Merah Putih (LMP) dan GM PEKAT IB Kota Tanjungbalai  akan langsung melaporkan hal ini ke Kepolisian Polres Tanjungbalai dan Kepolisian Daerah  (Polda) Sumatera Utara,"tegasnya

Sementara itu,Ketua GM PEKAT IB, Mahmuddin SP  minta pihak kepolisian,yakni Sebagai penanggung jawab, pemilik perusahaan Grand Singgie Hotel itu  harus bertanggung jawab dalam hal tersebut.

Mahmudddin yang merupakan Alumni Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ini sangat menyesalkan adanya pemilik pengusaha yang dinilai layas dan mengacuhkan tidak menghargai lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Polres dan Poldasu minta hal itu segera di usut dan dilakukan penyelidikan,"tutur Mahmuddin SP.

Semua bukti Fhoto dan Video sudah kami lengkapi dan akan kami serahkan ke Kepolisian.

Saat dikonfirmasi tim Poskota,Pemilik perusahaan tidak ada ditempat.

Bagian Reception Grand Singgie Hotel menyatakan saat ini manager grand Singgie tidak ada lagi.

Kalau mau berhubungan langsung,kepada pemilik pengusaha. 

Ketika dimintai nomor seluler pemilik perusahaan, reception dari hotel tidak berkenaan memberikan. (PS/SAUFI)


Komentar Anda

Terkini: