Sambut HUT Bhayangkara Ke 74, Polres Tapsel Lakukan Bakti Sosial di Ponpes Modern Al-Abraar.

/ Selasa, 30 Juni 2020 / 17.45.00 WIB
                             

POSKOTASUMATERA. COM-
TAPSEL - Sambut HUT Bhayangkara Ke-74, Polres Tapanuli Selatan melakukan bakti sosial dengan menyerahkan bantuan 3 unit tempat cuci tangan portable dan 600 buah masker kain untuk pencegahan penyebaran pandemi Covid-19. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kapolres Tapsel AKBP Roman Smaradhana Elhaj, SH, S.I.K, MH saat kunjungannya ke Ponpes Modern Al-Abraar pada Sabtu (27/6/2020).

Dijelaskan Kapolres Tapsel AKBP Roman Smaradhana Elhaj SH, S.I.K , MH kegiatan tersebut merupakan bentuk bakti sosial dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke 74 dan juga untuk mencegah penyebaran Covid-19 khususnya di Ponpes Modern Al-Abraar ini.

Selanjutnya saya ucapkan terima kasih atas sambutan yang sangat luar biasa di Ponpes ini. Tadi apa yang disampaikan pimpinan Ponpes Modern Al-Abraar Ustadz H. Sulaiman Harahap, S.Pd, bahwasanya santri dan santriwati ini berasal dari Sabang sampai Merauke dan kiranya ini menjadi kearifan lokal atau miniatur daripada nusantara yang merupakan wujud negara kita Indonesia yaitu bhinneka tunggal ika berbeda-beda tetapi tetap satu, karena dari berbagai daerah berkumpul menjadi satu untuk belajar di Ponpes ini, terang Kapolres.

Dimasa Pandemi Covid-19 ini tentunya kita merindukan untuk saling bertemu sapa, berkumpul dan melaksanakan kegiatan sekolah. "Oleh karena itu mari kita ucapkan rasa syukur karena pada hari ini sudah bisa melaksanakan kegiatan  dikarenakan adik-adik sudah rindu untuk menuntut ilmu di Pondok Pesantren ini.

Akan tetapi  diminta agar pimpinan ponpes dalam melaksanakan aktifitas belajar mengajar harus menerapkan protokol kesehatan yaitu dengan membagi waktu belajar bagi santri/wati, memakai masker, cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer dan jaga jarak (physical distancing) agar adik-adik santri dan santriwati dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar dapat terhindar dari penyebaran Covid-19, tutur Kapolres.

Harapan Kapolres Tapsel setelah mendengar perjuangan Ustadz Sulaiman bersama para pendahulunya pada saat menjalankan ponpes ini berada ditengah hutan akan tetapi semangat didalam membangun ponpes ini tidak pernah mundur hingga alumni disini ada yang menjadi TNI, Polisi, kades, calon Wakil Bupati dan semoga kedepannya lulusan-lulusan ponpes ini nantinya ada yang menjadi pemimpin bangsa, tokoh nasional maupun tokoh internasional, katanya.

Sebelumnya Pimpinan Ponpes Modern Al-Abraar Ustadz H. Sulaiman Harahap, S.Pd mengucapkan selamat datang kepada Bapak Kapolres Tapsel di Ponpes Modern Al-Abraar ini, seyogyanya kalau bapak tadi diluar maka kami anggap tamu akan tetapi kalau sudah masuk di ponpes ini sudah menjadi keluarga, kata Sulaiman.

Selanjutnya dapat kami laporkan kepada bapak, bahwasanya jumlah santri baik dari tingkat SD hingga SMA berjumlah 524 orang, sedangkan santri dan santriwati ini datang dari berbagai penjuru yang ada di Indonesia baik itu dari Tapsel, Paluta, Sibolga, Padang, Pekanbaru, Medan, Aceh, Jambi bahkan ada dari Bekasi maupun Papua.

Adapun santri dan santriwati kita ini rata-rata dari masyarakat ekonomi menengah kebawah makanya pada saat diterapkan belajar melalui online agak sulit dilakukan dikarenakan masih banyak para santri dan santriwati yang tidak dapat jangkauan dari internet, sehingga kita melaksanakan kegiatan di Pondok Pesantren ini dengan tetap menerapkan Protokol kesehatan " terang Sulaiman.

Selanjutnya jumlah ustadz dan ustadzah disini berjumlah 46 orang yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dan guru-guru kita selain dari Tapsel ada juga kiriman dari Pondok Modern Gontor makanya guru-guru kita disini banyak dari luar daerah seperti dari Kalimantan, Sulawesi dan juga Jambi.

Ponpes Modern Al-Abraar ini dibangun pada tahun 1992 yang diawali dengan 7 santri yang kondisinya pada saat itu masih berada ditengah hutan dan tanah serta bangunanan ini sudah diwakafkan oleh para pembelinya kepada Badan Wakaf Yayasan Ponpes Modern Al-Abraar, artinya ini milik umat bukan milik saya dan juga bukan milik perorangan akan tetapi ponpes ini milik seluruh umat jadi maju mundurnya ponpes ini ada ditangan kita, maka kami harapkan kalau ada yang kira-kira mundur agar didorong dan kalau ada kemajuan supaya terus dikembangkan karena ini adalah milik umat, pungkasnya.

Selanjutnya untuk menggerakkan pesantren ini terus terang hanya dengan modal wakaf dan Alhamdulillah sejak Bupati Syahrul M Pasaribu menjabat, yang dulunya masjid belum berdinding sekarang sudah di dinding sehingga semakin nyaman dalam melakukan aktifitas kegiatan di dalamnya. 

Kemudian pada saat ada upacara disini Bupati Syahrul juga melakukan peletakan batu pertama Aula Ponpes Modern Al-Abraar, karena kata Syahrul tidak cocok melakukan pertemuan di masjid akhirnya peletakan batu pertamapun dilaksanakan hingga saat ini kita pergunakan didalamnya dan itulah perhatian beliau untuk pesantren ini yang tidak pernah berhenti dalam memikirkan kesejahteraan masyarakatnya, ungkap Sulaiman.

Turut hadir, Kadis Pendidikan Amros Karangmatua, Kaban Kesbangpol Hamdy S Pulungan, Kadis Pariwisata Abdul Saftar, Kabag Humas dan Protokol Isnut Siregar, Camat Angsel Dody Kurniawan, jajaran pejabat Polres Tapsel, para Kades dan Lurah se-Kec. Angsel, para ustadz dan ustadzah serta para santri dan santriwati. (PS/BERMAWI)
Komentar Anda

Terkini: