Diduga Kuat Adanya Penyimpangan terkait Anggaran Covid-19 Tanjungbalai,WAHAPI Minta Poldasu Dan KPK Mengusut Tuntas Ketua Gugus Tugas Covid-19

/ Rabu, 01 Juli 2020 / 14.53.00 WIB
KETUA WAHAPI,Andrian Sulin SH
(POSKOTA/SAUFI)

POSKOTASUMATERA.COM- TANJUNGBALAI
Wahana Anak Pinggiran Indonesia (WAHAPI) Kota Tanjungbalai minta Kepolisian Daerah Sumatera Utara(Poldasu)dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK-RI) untuk turun mengusut dan melakukan penyelidikan terkait Anggaran Covid-19 Kota Tanjungbalai. 

Ketua Wahapi,Andrian Sulin SH meminta Poldasu dan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK-RI )mengusut tuntas dan menyelidiki  anggaran penanganan Covid-19 senilai 16 Miliar yang diduga kuat berdasarkan hasil investigasi Tim Wahapi adanya dugaan penyimpangan terkait penyaluran bantuan pangan senilai Rp.6 Miliar.

Menurutnya,penyaluran Alat Pelindung Diri (APD) dan Operasional Kesehatan Senilai Rp.5 Miliar tersebut diduga Mark-up.

Serta,kita juga menyayangkan adanya dugaan pemulangan Administrasi Tenaga Kerja Indonesia(TKI)tersebut itu adanya dugaan Pungutan Liar (Pungli)yang dikutip. Kata Andrian Sulin SH.

"Semua hal itu harus dipertanggungjawabkan oleh ketua Gugus Tugas Covid-19 dalam menanggapi penangganan anggaran Covid-19 di Kota Tanjungbalai,"sebut Andrian Sulin

Ditanggapi nya,dan ditanya wartawan lagi sampai saat ini kenapa Wahapi belum melaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH) dikarenakan Pemko Tanjungbalai belum membayarkan Hutang Bantuan pangan kepada Kantor Perum Bulog Subdivre Kisaran Kabupaten Asahan.

"Mirisnya,berbulan bulan lamanya belum dibayarkan ke Perum Buloq,"ucap Andrian Sulin.

Sementara itu ,Kepala perum bulog cabang Kisaran,Eka menyebutkan sampai hari ini kami belum dapat info bang,tapi besok kami cek dulu bang. Apakah sudah ada pembayaran ke Rekening kami.Sampai hari ini belum ada informasi lagi bang.Ujarnya.

"Kalau dari tagihan kami di bulan Juni kurang lebih baru satu bulan bang,"tutur Kepala Buloq,Eka.

Untuk penyaluran itu atas permintaan Walikota bang dimana beliau meminta untuk Bantuan Sosial(Bansos) tersebut dapat disalurkan sebelum masuk bulan puasa.

"Terkait,kalau permainan harga tidak ada bang, karena proses kesepakatan harga juga berjalan bersamaan dengan penyaluran,menyangkut lainnya  kalau itu bisa ditanyakan ke Pemerintah Kota (PEMKO)Tanjungbalai nya bang,"jawab Eka, Via whatsApp.

Semua kesepakatan itu dasar kami bang Surat Penunjukkan Penyedia Barang/Jasa yang dikeluarkan oleh Dinsos Tanggal 14 April dan Surat Pesanan dari Dinsos Tanggal 15 April."Itulah dasar kami bang",akhirinya.(PS/SAUFI)




Komentar Anda

Terkini: