Kantor Samsat Kibarkan Bendera Setengah Tiang, Kuyak Robek ,Ormas LMP Dan GM PEKAT IB Akan Melapor Ke Poldasu

/ Minggu, 05 Juli 2020 / 16.45.00 WIB
Sekjend Laskar Merah Putih,Raja Erwin SH saat memegang Bukti Bendera Merah Putih Kuyak,robek,kusam berkibar Setengah Tiang Di Kantor Samsat Tanjungbalai(POSKOTA/SAUFI)

POSKOTASUMATERA.COM-TANJUNGBALAI
Organisasi Masyarakat (Ormas)Laskar Merah Putih Kota Tanjungbalai dan GM PEKAT IB  ini pun menyayangkan bendera pusaka tersebut berkibar dalam keadaan sudah memalukan dugaan Pelecehan Lambang Negara baik kondisi berkibar di Kantor Samsat dalam keadaan setengah tiang , Kuyak,Robek dan kusam di Jalan Lintas Sudirman,Kota Tanjungbalai.


Kepada Poskota,Minggu(5/7/20)Sekjend LMP,Raja Erwin SH menyayangkan Kondisi Kantor Pemerintahan Yakni Kantor Samsat Kota Tanjungbalai dinilai telah melakukan pelecehan lambang negara,yakni berkibarnya Bendera Merah Putih dalam Kondisi  bagian dari warna bendera merah dan putih tersebut sudah pudar,Kuyak dan robek dan dikibarkan kondisi setengah tiang .ucap Sekjend Laskar Merah Putih(LMP)Kota Tanjungbalai,Raja Erwin SH.  

"Kami prihatin melihat bendera merah putih dalam kondisi seperti itu masih berkibar, selain warnanya sudah pudar, juga kondisinya sudah robek dan kuyak" kata Raja Erwin yang merupakan mantan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Asahan.

Ia  berharap bendera merah putih  merupakan salah satu untuk menghormati jasa para pahlawan dalam merebut kemerdekaan dari penjajah.

"Generasi sekarang wajib menghormati jasa para pahlawan, salah satunya juga harus menghormati bendera merah putih, karena itu lambang negara kita," sebut Raja Erwin SH.

"Kondisi seperti itu sudah tidak layak, dan ini bisa dipidana sesuai peraturan perundang-undangan,"tegasnya.


Bahwa kibarkan bendera kusut bisa didenda Rp 100 Juta.Perlu diingat bahwa untuk mengibarkarkan bendera kebangsaan itu tidak sembarangan. Sebab, sudah ada perundang-undangan yang mengaturnya. Yakni Undang-undang RI Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara, dan Lagu Kebangsaan.


"Ada ancaman pidana jika seseorang sengaja mengibarkan bendera merah putih yang dinilai tak layak," ujar Raja Erwin,SH 

Ancaman pidana itu diatur dalam Pasal 24 huruf c yang isinya mengibarkan Bendera Negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam dengan ketentuan pidana Pasal 67 huruf b. Isinya, apabila dengan sengaja mengibarkan bendera negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf c, maka dapat dipidana penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp 100 juta.


"Kami,Ormas Laskar Merah Putih (LMP) dan GM PEKAT IB Kota Tanjungbalai  akan langsung melaporkan hal ini ke Kepolisian Polres Tanjungbalai dan Kepolisian Daerah  (Polda) Sumatera Utara," harap Kedua Ormas ini.

Sementara itu,Ketua GM PEKAT IB, Mahmuddin SP  minta pihak kepolisian,yakni Sebagai penanggung jawab,Kepala UPT Samsat Tanjungbalai itu  harus bertanggung jawab dalam hal tersebut.

Mahmudddin yang merupakan Alumni Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ini sangat menyesalkan adanya kantor Pemerintahan Yakni Samsat  yang dinilai layas dan mengacuhkan tidak menghargai lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Polres dan Poldasu minta hal itu segera di usut dan dilakukan penyelidikan,"tutur Mahmuddin SP.

Saat dikonfirmasi tim Poskota berulang kali,Kepala UPT maupun Sekretaris nya  tidak ada ditempat.ujar Para ASN saat di tanyai di Kantor Samsat. 

"Beliau Dimedan ,pulang kampung.Sama hal nya dengan Sekretaris nya,"ujar ASN yang berada dikantor nya(PS/SAUFI)


Komentar Anda

Terkini: