ADVERTORIAL : Ketua DPRK Lhokseumawe, Gua Jepang Wisata Sejarah Penghasil PAD

/ Senin, 21 September 2020 / 06.42.00 WIB

 

Ketua DPRK Lhokseumawe, Ismail A Manaf  (jaket), Kadis Pendidikan, Drs. Nasruddin, MM, Dirut PAG Kota Lhokseumawe dan rombongan, ketika membahas tentang rencana pembangunan gua jepang menuju denasti wisata Sejarah dan Pendidikan baru baru ini di Gedung DPRK Lhokseumawe. (FOTO PS|DAHLAN)

POSKOTASUMATERA.COM|LHOKSEUMAWE-Kota Lhokseumawe yang memiliki sejumlah objek wisata yang sangat indah dan menarik bagi para pengunjung yang datang dari berbagai daerah, baik dalam Provinsi Aceh, maupun di luar Aceh. Salah satunya adalah objek wisata  Gua Jepang yang terletak di Desa Blang Panyang Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, yang perlu dilakukan perhatian dan  pengembangan secara profesional dalam rangka meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Disamping itu, juga  telah ditetapkan sebagai lokasi wisata sejarah dan pendidikan. 

Demikian dikatakan oleh Ketua DPRK Lhokseumawe Ismail Amanaf dalam wawancara khusus di Gedung DPRK Lhokseumawe belum ini. Menurutnya Gua Jepang sangat strategis untuk dilakukan pengembangan oleh Pemerintah Kota Lhokseumawe dalam mendongkrak peningkatan PAD. " ini sangat berlasan, sebab wisata seharah dan pendidikan yang perlu digali pengunjung ketika datang ke Gua Jepang," ujarnya.

Ismail Amanaf berharap agar lokasi wisata sejarah ini dikelola secara profesional serta dikembangkan lebih bagus lagi dan tetap menjaga keluhuran nilai-nilai keIslaman Kota Lhokseumawe sebagai Kota penerapan syariat Islam secara kaffah, “Agar tertib dan Islami, maka harus ditempatkan petugas untuk menjaga lokasi itu agar tidak dinodai dengan kegiatan yang melanggar dari nilai nilai Syariat Islam,” ungkap nya.

Ditambahkannya, kita selaku legislatif sangat mendukung pengembangan situs ini menjadi lokasi wisata pendidikan dan sejarah yang bernilai jual bagi pengunjung wisata tingkat domestik maupun manca negara, ujar politisi muda Partai Aceh ini.
Terkait dengan penganggaran yang masih minim untuk pengembangan Gua Jepang kita siap memperioritaskan bersama bila sudah di buat program atau DED oleh dinas teknis terkait untuk mendukung jalannya objek wisata Sejarah dan Pendidikan di Kota yang dijuluki Petro Dollar.

Lebih lanjut sebut Ismail, Dinas Pendidikan Lhokseumawe melalui Bidang Kebudayaan  telah menetapkan Gua Jepang sebagai lokasi wisata pendidikan dan sejarah. Maklumat sudah dipasang di tempat itu supaya pengunjung menjaga nilai-nilai Syariat Islam, tempat wisata pendidikan dan sejarah maka pihaknya menetapkan aturan yang harus dipatuhi oleh pengunjung. 

Menjaga sikap, sopan, bersyariat menjadi hal penting yang harus dipatuhi oleh pengunjung. Gua Jepang merupakan salah satu situs cagar Budaya yang harus dilindungi oleh semua pihak baik pemerintah daerah maupun masyarakat sekitar situs cagar budaya tersebut. Begitupun mengingat lokasi cagar budaya gua Jepang yang cukup luas dan SDM yang tersedia sangat terbatas maka perlu adanya dukungan semua pihak terutama masyarakat lingkungan sekitar situs. 

Namun mengingat animo masyarakat yang sangat tinggi untuk mengunjungi situs peninggalan Jepang tersebut maka pihaknya mengharapkan kepada pengelola untuk terus berbenah dalam mempersiapkan diri untuk pengelolaan wisata situs gua Jepang yang bebas, sopan dan bersyariah sesuai dengan slogan situs cagar budaya gua Jepang, dalam rangka peningkatan PAD. (PS|DA)

Komentar Anda

Terkini: