PN Tipikor Medan Sidangkan Irgan Chairul Mhafiz Terdakwa Penerima Gratifikasi DAM Labura

/ Kamis, 18 Februari 2021 / 20.47.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM-JAKARTA-Tim JPU KPK telah menerima penetapan jadwal persidangan dengan agenda pembacaan surat dakwaan Terdakwa Irgan Chairul Mahfiz dan Terdakwa Puji Suhartono dari PN Tipikor Medan untuk persidangan perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan pada hari Kamis (25/02/2021)

Juru Bicara KPK Ali Fikri menjelaskan, sebelumnya,Rabu (17/02/2021) berkas perkara kedua Terdakwa telah dilimpahkan oleh Jaksa KPK Budhi S ke PN Tipikor Medan.

Para Terdakwa masing-masing didakwa dengan dakwaan, pertama: Pasal 12 huruf a UU Tipikor  Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau kedua : Pasal 11 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Irgan Chairul Mahfiz ditahan KPK November 2020 lalu sehubungan dengan skandal suap terkait pengalokasian dana alokasi khusus (DAK) Labuhanbatu Utara (Labura) tahun 2017 dan 2018.

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar menjelaskan, penyidikan tersangka Irgan yang merupakan mantan wakil ketua Komisi IX DPR dilakukan sejak 17 April lalu. Dalam perkara tersebut, KPK juga menetapkan Bupati Labura Kharuddin Syah Sitorus sebagai tersangka.

Pada Selasa (10/11/2020) KPK telah menahan Kharuddin. Perkara itu merupakan pengembangan skandal suap terkait usulan dana perimbangan keuangan daerah di RAPBN Perubahan 2018 yang diawali OTT 4 Mei 2018. 

”Di proses penyidikan dan mencermati fakta-fakta di persidangan, KPK mencermati fakta-fakta yang berkembang sehingga ditemukan dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan pihak lain,” kata Lili dalam konferensi pers di gedung KPK saat itu.

Selain Irgan dan Kharuddin, KPK sebelumnya telah menyeret sejumlah pihak yang terlibat dalam skandal suap dana perimbangan tersebut. Di antaranya Amin Santono (anggota DPR 2014–2019), Eka Kamaluddin (swasta), Yaya Purnomo (pegawai Ditjen Perimbangan Kementerian Keuangan), Ahmad Ghiast (swasta), Sukiman (anggota DPR 2014–2019), Natan Pasomba (Plt Kadis PU Pegunungan Arfak), dan Budi Budiman (wali kota Tasikmalaya).

Selain Irgan dan Kharuddin, KPK sebelumnya telah menyeret sejumlah pihak yang terlibat dalam skandal suap dana perimbangan tersebut. Di antaranya Amin Santono (anggota DPR 2014–2019), Eka Kamaluddin (swasta), Yaya Purnomo (pegawai Ditjen Perimbangan Kementerian Keuangan), Ahmad Ghiast (swasta), Sukiman (anggota DPR 2014–2019), Natan Pasomba (Plt Kadis PU Pegunungan Arfak), dan Budi Budiman (wali kota Tasikmalaya). (PS/IRFANDI/NET)

Komentar Anda

Terkini: