/ Minggu, 21 Maret 2021 / 14.48.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM - Labuhanbatu Selatan - Liga Dangdut Indonesia (LIDA) adalah sebuah ajang pencarian bakat penyanyi dangdut di Indonesia yang ditayangkan di stasiun televisi swasta  mulai pada tahun 2018 yang lalu hingga saat ini.


Hadiah yang sangat fantastis dan menjanjikan popularitas, membuat tidak sedikit orang yang berminat untuk mengikuti seleksi menjadi peserta dari berbagai daerah yang akan ikut ke panggung besar dan disiarkan langsung melalui siaran televisi swasta tersebut.
Seperti Ridawana Daulay, kontenstan yang berasal dari Kabupaten Labuhanbatu Selatan Provinsi Sumatera Utara yang lolos dalam seleksi para dewan juri, dan pada penampilan minggu kemarin, menduduki urutan kedua pada poling sms terbanyak.

Dengan urutan kedua pada poling sms tersebut, membuktikan pendukung Ridawana tidak hanya dari keluarga dan kerabat dekat saja. Banyak masyarakat dari kota asalnya memberikan dukungan hingga memposting di akun media sosial agar mengajak untuk ikut serta mendukung Rida dalam kompetisi tarik suara tersebut dengan cara, mengetik sms LIDA spasi Rida dan kirim ke 9288.

Adanya postingan di media sosial facebook dengan status mengajak untuk mendukung Ridawana Daulay, menjadi perhatian Plh Bupati Labuhanbatu Selatan Ahmad Fuad. 
Perhatian Ahmad Fuad sampai - sampai mengeluarkan surat himbauan yang bersifat penting kepada seluruh jajarannya hingga instansi swasta, ormas, LSM, dan seluruh lapisan masyarakat se - Kabupaten Labuhanbatu Selatan pada tanggal 15 Maret 2021, dan diposting oleh akun facebook @amiruddin Harahap. Kemudian dibagikan kembali oleh akun @Lantana Camara Harahap 3 hari yang lalu, Kamis (18/3/2021) di group Facebook Wajah Labusel.

Namun, postingan surat himbauan yang bersifat penting dikeluarkan Plh Bupati Labuhanbatu Selatan Ahmad Fuad tersebut, menuai kritikan dari para netizen. Khususnya netizen yang berasal dari Kabupaten Labuhanbatu Selatan. 

Seperti akun facebook @Maulis Basar yang berkomentar masih ada yang lebih diperhatikan. "aimak ancur ancur,,, fakir miskin,anak yatim, pengangguran, masih beserak di Labusel ini. Perlu perhatian,"

@bachtiar roy boydoel : "Mikiri dangdut aja kamu coba jawab kenapa dangdutan bisa di rame kn ank sekolah sampai saat ini knp blm bisa tatap wajah".

@holowan : "klo utk seprti ni sy tdk ikut dukung,,,,,tp klo utk dakwah aku ikut 100%,,,,".

@Riki Ramadhani Siregar : "Seharusnya pak bupati lah yg transfer jual aja 5 hektar menang lah jagoan kita itu ๐Ÿ˜‚"

@Rasyid Sulaiman Siregar : "Ketik : Honorer <spasi>MIRIS
Kirim ke Anam Lapan - Anam Lapan".

@Imran Nast : "Ndak pornah manonton liga dangdut pak... Indosiar tak dapat tv kami.. ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ,"

@Mike Halim Pulungan : "cuma himbauan, artinya sangat berharap namun tidak memaksa. tp jd lucu hal begini dikeluarkan sekelas pemerintah kabupaten. ๐Ÿ˜„,"

@Rival Ritonga :"Ah didukung pun nanti pak Jen pas Uda jadi dia tak pala ingat nya warga labusel kuteken la itu,soal nya Uda ada pelajaran sebelumnya,"

(PS/Ricky)





 


Komentar Anda

Terkini: