Kalapas Klas IIB Tanjungbalai : Ditjen Pas Berkontribusi Gagalkan Peredaran 1.129 Ton Sabu Jaringan Internasional,Bentuk Komitmen Nyata Pimpinan Tertinggi Pemasyarakatan Membangun Sinergitas

/ Senin, 14 Juni 2021 / 21.27.00 WIB

 


POSKOTASUMATERA.COM- TANJUNGBALAI

Diketahui bersama  Direktorat Jenderal Pemasyarakatan turut berkontribusi dalam keberhasilan pengungkapan peredaran narkoba jenis sabu seberat 1.129 ton jaringan Timur Tengah dan Afrika (Nigeria).

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Reynhard Silitonga, mengungkapkan bahwa keberhasilan pengungkapan peredaran narkoba jaringan internasional ini merupakan hasil sinergi antar Aparat Penegak Hukum khususnya Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). 

Atas hal tersebut, Kalapas Klas IIB Tanjungbalai Asahan, Muda Husni Bc.IP, SH, MM menyatakan selaku jajaran tingkat daerah sebagai Lapas Klas II B Tanjungbalai turut mendukung dalam pemberantasan peredaran narkoba baik itu didalam lapas sendiri.


"Ini merupakan bentuk komitmen nyata dari pucuk pimpinan tertinggi pemasyarakatan senantiasa membangun sinergitas dan kolaborasi dengan Aparat Penegak hukum  lainnya khususnya menyangkut pemberantasan narkoba dengan memutus rantai jaringan yang dimulai dengan pemberian informasi kepada penegak hukum khususnya Polri dan BNN.

Hal tersebut akan menambah spirit bagi seluruh jajaran pemasyarakatan seluruh Indonesia, khususnya di Lapas Tanjungbalai Asahan, untuk lebih serius lagi bekerja membangun pemasyarakatan maju dengan 3 kunci yakni, Deteksi dini, Berantas narkoba, dan Sinergitas dengan aparat penegak hukum lainnya. Kata Kalapas.

Sebelum nya kalapas klas II Tanjungbalai Asahan juga terus bersinergitas dengan penegakkan hukum di Tanjungbalai termasuk silaturahmi dengan Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha Prawira SIK dan Kepala BNN Kota Tanjungbalai AKBP Magdalena Sirait untuk bersama sama bersinergitas dalam peredaran narkoba di Kota Tanjungbalai.

Dimana sebelumnya nya,kita ketahui bahwa Direktorat Jenderal Pemasyarakatan telah  turut berkontribusi dalam keberhasilan pengungkapan peredaran narkoba jenis sabu seberat 1.129 ton jaringan Timur Tengah dan Afrika (Nigeria). 

Reynhard Silitonga, mengungkapkan bahwa keberhasilan pengungkapan peredaran narkoba jaringan internasional ini merupakan hasil sinergi antar Aparat Penegak Hukum khususnya Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

"Jadi,melalui Tiga Kunci Pemasyarakatan Maju kami memang fokus dalam pemberantasan narkoba di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan negara (rutan) serta sinergi dengan APH lainnya. Sehingga kami sangat terbuka dalam kerja sama dan berkontribusi aktif dalam mengungkap peredaran narkoba,” ujar Reynhard, Senin (14/6/21). (PS/SAUFI)




Komentar Anda

Terkini: