Cerita Warga Desa Sei Sembilang Puluhan Tahun Tak Ada Air Bersih

/ Kamis, 22 Juli 2021 / 18.03.00 WIB

 


Sejumlah warga saat membeli sumber air bersih dari kota Tanjungbalai gunakan sampan kayu dibawa ke Sei Sembilang kabupaten Asahan,warga berharap adanya sumber air bersih di dusun mereka (POSKOTA/SAUFI)

POSKOTASUMATERA-COM-ASAHAN

Air bersih merupakan salah satu kebutuhan yang paling penting untuk kehidupan masyarakat.namun di Di Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara terletak di Desa Sei Sembilang Kecamatan Sei Kepayang Timur Dusun V Kuala tidak menikmati air bersih selama puluhan tahun.

Selama ini warga di dusun itu terpaksa menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, mencuci, memasak dan minum,tidak ada sumber air, warga hanya berharap air hujan,jika membeli air bersih harga nya cukup mahal dan menggunakan kapal pelangsir dari kota Tanjungbalai.

Kadus V Kuala, Haidir Simangunsong, bersama Jahar Manik, Guntur Alam, Zulkarnaen Manik warga setempat saat dijumpai wartawan  di lokasi pemukiman penduduk setempat menyampaikan bahwa Benar sudah puluhan tahun lamanya, penduduk disini mengandalkan air hujan untuk kebutuhan air bersih. 

"Jika kemarau panjang seperti ini, maka kita terpaksa membeli air sungai dari Tanjungbalai seharga Rp 4 ribu per jerigen dan Rp. 35 ribu per drum, untuk kebutuhan pokok seperti mandi dan memasak, "ucap Haidir Simangunsong.

"Untuk kebutuhan air per hari, warga harus mengeluarkan biaya membeli air sungai Rp 35 ribu setiap hari dan jika sebulan biaya yang dikeluarkan warga untuk kebutuhan air mencapai Rp 1 juta per bulan,"sebut Jahar bersamaan Kadus tersebut kepada wartawan.

Jahar juga menyebutkan, di Desa Sei Sembilang itu hanya ada satu sumur bor air bersih layak konsumsi yang dibangun pemerintah pada tahun 2019 lalu. "Namun itupun jauh dari pemukiman dusun V ini karena lokasi sumur bornya di dusun 1, persisnya dekat rumah kepala desa. Sehingga warga di dusun lainnya masih belum terjangkau air bersih, "ucap Jahar.

Selanjutnya Kadus Haidir juga menyebutkan, pemerintah sudah pernah membangun sumur bor melalui PNPM tahun 2014 lalu di dusun tersebut. Namun proyek itu gagal karena tidak berhasil mengeluarkan air bersih.

"Dari proyek PNPM itu, sumur bor nya mengeluarkan air asin, sehingga tidak bisa dipergunakan warga. Dan sejak saat itu, tidak ada upaya tindak lanjut dari pemerintah bagaimana agar sumur bor itu bisa mengeluarkan air layak konsumsi, "kata Haidir.

Oleh karena itu warga dusun itu berharap kepada pemerintah untuk memperhatikan kehidupan warga di dusun itu dengan menyediakan sumur bor untuk kebutuhan air bersih di daerah tersebut.

Indonesia sudah merdeka selama 76 tahun. Namun kami masyarakat disini belum merdeka. Air bersih pun belum bisa kami nikmati. Di dusun 5 ini sebanyak 71 Kepala Keluarga yang selama ini mendambakan air bersih. 

Kami berharap dengan pemberitaan media  ini bisa sampai ke pemerintah pusat agar dapat perhatian, "ucap Jahar, Zulkarnaen dan Guntur warga setempat yang didampingi kepala dusun tersebut sembari melihat lokasi sumur bor yang terbengkalai tidak mendapatkan perhatian pemerintah kabupaten maupun provinsi. 

(PS/SAUFI)
Komentar Anda

Terkini: