Diduga Korupsi 4.637 Sambungan Air MBR, PDAM Tirta Lihou dan Rumah Betti Sinaga Digeladah Jaksa

/ Kamis, 01 Juli 2021 / 22.19.00 WIB

 


POSKOTASUMATERA.COM-MEDAN-Kantor PDAM Tirta Lihou Simalungun di Jalan JH Saragih Pematang Raya Simalungun digeladah Jaksa Kejatisu, Kamis (01/07/2021) guna penyelidikan dugaan korupsi ribuan Sambungan Rumah (SR) Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) 2018-2019.

Selain menggeledah kantor perusahaan air minum ini, Tim Adiyaksa ini juga menggeledah rumah dinas Direktur PDAM Tirta Lihou Betty Sinaga di komplek BUMD ini. 

“Bahwa pada hari Kamis tanggal 1 Juli 2021 sekira pukul 09.00 Wib tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara kembali melakukan giat penggeledahan terkait penanganan perkara dalam dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pemasangan sambung rumah (SR) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” kata Kasi Penkum Kejatisu Sumanggar Siagian SH dalam siaran persnya diterima poskotasumatera.com, Kamis (01/07/2021) via pesan Whats App nya. 

Dijelaskan Sumanggar, dari program hibah air minum sebanyak dengan total sebanyak 4.637 sambungan yang terdiri dari sebanyak 2.637 SR tahun 2019 dan sebanyak 2000 SR tahun 2018 dan dugaan pungutan liar dalam pemasangan sambung rumah (SR) kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yg dilakukan oleh PDAM Tirta Lihou Kabupaten Simalungun.

“Bahwa tim penyidik melakukan penggeledahan ada 2 lokasi yaitu, Kantor PDAM Tirta Lihou yang terletak di Jalan Jon Horailam Saragih Kec. Raya Kabupaten Simalungun dan rumah dinas Direktur PDAM di komplek perusahan itu,” terangnya.  

Dipaparkanya, kegiatan penggeledahan tersebut untuk mencari dokumen dokumen yang dibutuhkan dalam penyidikan ini dan giat penggeledahan masih berjalan sampai saat ini.

“Bahwa dalam perkara ini tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara belum menetapkan tersangka dan terkait kerugian negara masih dilakukan perhitungan. Adapun total dana hibah yang dikelola untuk pemasangan SR-MBR mencapai Rp 14.100.000.000 (Empat Belas Miliar Seratus Juta Rupiah) yang terdiri dari Hibah senilai Rp 6.000.000 (Enam Miliar Rupiah) pada tahun 2018 dan hibah senilai Rp 8.100.000.000 (Delapan Miliar Seratus Juta Rupiah) pada tahun 2019,” terangnya. 

Tim juga, urainya,  menemukan berkas-berkas yang penting terkait penanganan perkara di Rumah Dinas Direktur PDAM Tirta Lihou sehingga nanti penyidik akan mendalami sejauh mana peran Direktur Utama dalam Dugaan Tindak Pidana Korupsi pada kegiatan pemasangan Sambungan Rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (SR-MBR) pada PDAM Tirta Lihou Kabupaten Simalungun. (PS/IRFANDI)





Komentar Anda

Terkini: