KPK Pinta Masyarakat Jangan Buru-Buru Menyimpulkan Keterlibatan Lili Pintauli

/ Kamis, 29 Juli 2021 / 10.43.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM-JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pinta masyarakat tidak langsung menyimpulkan Keterlibatan Komisioner Lembaga Antirasuah Lili Pintauli Siregar dalam kasus suap penanganan perkara. 

Sebagaimana disebutkan mantan Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju menyebut Lili menghubungi Wali Kota nonaktif Tanjungbalai M Syahrial.

Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri mengatakan keterangan Robin masih lemah. Pasalnya, baru Robin sendiri yang menyebut keterlibatan Lili tanpa bukti maupun saksi pendukung lainnya.

"Fakta sidang belum tentu fakta hukum," kata Ali melalui keterangan tertulis, Rabu, (29/07/21)

Ali mengatakan temuan persidangan menjadi fakta hukum jika diperkuat dengan bukti dan keterangan saksi lain. Keterangan saksi dan bukti harus mengikat untuk menjadi fakta hukum.

"Keterangan saksi tidak bisa dinilai fakta hukum jika tidak berkaitan dengan keterangan yang lain, maupun alat bukti lain," ujar Ali.

Ali juga mengatakan pernyataan Robin tentang lili perlu diuji lagi dalam persidangan. Pendalaman itu akan dilakukan oleh jaksa penuntut umum (JPU) tanpa campur tangan komisioner KPK.

"Sejak dulu hingga sekarang setiap persidangan pimpinan tidak ikut mengambil keputusan apapun. Itu ranah satgas tim JPU," tutur Ali.

Sebelumnya, Stepanus Robin Pattuju dalam kesaksiannya dipersidangan dugaan suap penanganan perkara di Tanjungbalai. Robin membenarkan adanya komunikasi Wali Kota nonaktif Tanjungbalai M Syahrial dengan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar.

Robin menjelaskan komunikasi Syahrial dengan Lili dibantu dengan seseorang bernama Fahri Aceh. Keduanya membahas pengurusan perkara jual beli jabatan di Tanjungbalai yang menyeret Syahrial.

"Terdakwa (Syahrial) menyampaikan bahwa saya ditelpon oleh Bu Lili yang menyampaikan bahwa 'Gimana? Berkas kamu di meja saya nih' itu Bu Lili kepada terdakwa saat itu," kata Robin dalam sidang virtual di Jakarta, Senin, 26 Juli 2021.

Robin tidak memerinci waktu pembicaraan itu berlangsung. Namun, saat itu Syahrial meminta Lili untuk membantu penanganan perkara jual beli jabatan di Tanjungbalai.

"Kemudian terdakwa menyampaikan kepada Bu Lili 'bantu lah bu', kemudian setelah itu, Bu Lili menyampaikan ketemu dengan orang saya di Medan namanya Fahri Aceh," ujar Robin.

Ditempat terpisah, Salah satu Peraktisi hukum di Sumatera Utara, Parlindungan Sipahutar yang merupakan satu almamater di UISU dengan Lili kepada poskotasumatera.com mengatakan, dirinya sependapat dengan Jubir KPK Ali Fikri, Masyarakat jangan langsung menyimpulkan keterlibatan Lili dalam dugaan kasus Syahrial.

"Saya tau siapa Lili sebelum menjadi salah satu Komisioner di KPK. Lili banyak membantu persoalan masyarakat Sumatera Utara yang mendapat perlakuan tidak adil dalam persoalan hukum. Bahkan jasanya pun dibayar dengan hasil kebun dari petani yang dibantunya," akhir Parlin. (PS/DIANW)

Komentar Anda

Terkini: