26 Karyawan Merasa Menerima Diskriminasi Setelah Menuntut THR Ke PT Grahadura Ledong Prima

/ Selasa, 03 Agustus 2021 / 18.20.00 WIB

 

POSKOTASUMATERA.COM - LABURA  - Puluhan Karyawan PT Grahadura Ledong Prima geruduk kantor PT Grahadura Ledong Prima yang bertempat di Desa Sukarame, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara,  Selasa (3/8/21).

26 Karyawan tersebut menuntut hak - hak mereka yang selama ini tidak terpenuhi,  hal itu terdengar dari tuntutan beberapa karyawan di halaman kantor PT Grahadura Ledong Prima.  Yakni THR (Tunjangan Hari Raya)  yang belum dibayarkan, kenaikan gaji, meminta jam kerja dinormalkan kembali seperti awal 6 hari kerja dalam seminggu 131.000/HK (Harian Kerja).

26 Karyawan tersebut merasa menerima diskriminasi setelah sebelumnya menuntut THR kepihak perusahaan, saat ini selalu ditempatkan ke wilayah kerja yang lebih berat dari pada karyawan lainnya, sehingga tidak dapat mencapai target,  hanya dapat mencapai upah Rp.40.000 paling maksimal Rp.92.000. Dan jam kerja karyawan dikurangi menjadi 3 hari perminggunya.

Hal ini diungkapkan salah satu karyawan yang menuntut haknya Pesta Nababan (40), yang juga ketua PUK  FSPMI (Pimpinan Unit Kerja Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia) kepada poskotasumatera.com. saat mereka menggeruduk kantor PT Grahadura Ledong Prima. 

Tukimin GM (General Manager)  PT Grahudara Prima Ledong,  terlihat hadir didampingi beberapa staf perusahaan tersebut untuk memberi jawaban kepada 26 karyawan dengan disaksikan pihak kepolisian dari Mapolsek Kualuah Hulu. 

" Tidak ada diskriminasi yang dilakukan perusahaan, status kalian adalah buruh kontrak dan masalah THR kalian mengadu ke Wasnaker dan ke PHI, " jelas GM PT Grahadura Ledong Prima. 

Namun ke 26 karyawan tersebut merasa jawaban Tukimin tidak jelas dan mengambang, sehingga  para karyawan terlihat tidak merasa puas dengan jawaban Tukimin. 

"kalau kami karyawan kontrak,  mengapa gaji kami yang bayarkan langsung pihak PT Grahadura Ledong Prima,  tetapi bukan rekanan, " ujar Pesta Nababan. 

"dan kami merasa menerima diskriminasi setelah kami menuntut THR,  dengan ditempatkan dilokasi kerja yang berbeda dengan karyawan lain dengan target yang berbeda," sambung Pesta Nababan. 

Karena 26 karyawan yang meminta kepastian tidak mau beranjak dari tempat,  akhirnya setelah di mediasi Kanit Sabhara IPTU Jaya Budiman Lumban Tobing,  dengan terlihat mondar-mandir menemui pihak perusahaan yang telah masuk ke dalam kantor dan menemui para karyawan yang tetap berdiri di halaman kantor PT Grahadura Ledong Prima. 

Akhirnya 3 perwakilan para karyawan dan didampingi kuasa hukum para karyawan  Surya Dayan  SH yang selalu tampil memperjuangkan hak-hak buruh tanpa pamrih, juga Ketua Komisariat Cabang FSPMI Labuhanbatu Utara,  masuk ke dalam kantor untuk bertemu dengan GM PT Grahadura Ledong Prima. 

Setelah pihak  karyawan dan pihak PT Grahadura Ledong  Prima melakukan mediasi satu jam lebih,  hanya menghasilkan para karyawan boleh bekerja tanpa memiliki kepastian yang pasti. Hal ini dikatakan Kuasa hukum para karyawan Surya Dayan SH. 

"Pertemuan tadi tidak menghasilkan apa - apa,  hanya para karyawan disuruh kerja tanpa kepastian yang jelas, " ujar Dayan.

" kami akan tetap memperjuangkan hak-hak mereka dan akan melakukan upaya hukum, " tambah Dayan. (BJS)

Komentar Anda

Terkini: