Wali Kota Sidimpuan Minta Premium Tidak Dihapus

/ Rabu, 25 Agustus 2021 / 18.12.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM-PADANGSIDIMPUAN-Wali Kota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasutioon meminta Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium tidak dihapus mengingat kondisi ekonomi masyarakat masih cukup sulit, apalagi di masa Pandemi Covid-19 saat ini.


“Saya meminta kepada Pertamina Branch Sibolga mewakili masyarakat Padangsidimpuan untuk dipertahankan keberadaan BBM jenis premium”, kata Wali Kota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasutioon saat menerima audensi Sales Branch Manager (SBM) PT. Pertamina (Persero) Rayon 1 Sibolga M. Affiyoni Al Hilmi, Selasa (24/8).

Kedatangan M. Affiyoni Al Hilmi bersama rombongan untuk menyampaikan kepada Wali Kota Padangsidimpuan terkait dengan keputusan dari pusat untuk penghentian pasokan BBM jenis premium, termasuk di Kota Padangsidimpuan


Alasan rencana penghentian pasokan jenis premium atau yang lazim disebut bensin yang memiliki kadar oktan 88 sudah tidak dipakai lagi karena tidak masuk standar euro serta menrut kajian bahwa jenis premium tidak baik untuk lingkungan.

Atas rencana penghentian atau penghapusan pasokan BBM jenis premium tersebut, Wali Kota Padangsidimpuan berharap ada opsi lain agar pasokan BBM jenis premium untuk wilayah Kota Padangsidimpuan tetap dipertahankan

“Dengan kondisi ekonomi saat ini, sulit bagi masyarakat untuk mengimbangi harga pertalite maupun pertamax. Kita ingin bapak-bapak dari Pertamina Branch Sibolga dan pimpinan pusat Pertamina faham kondisi ekonomi masyarakat di bawah terlebih di masa pandemi ini,” tutur Wali Kota.

Sekretaris Daerah Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe juga berharap agar penghentian pasokan jenis premium dipertimbangkan. ”Karena ini merupakan kebijakan nasional dan jika harus memang dilaksanakan kami meminta untuk Kota Padangdidimpuan dilakukan terakhir, ucap sekda.

Menjawab hal tersebut, Sales Branch Manager PT. Pertamina (Persero) Rayon 1 Sibolga M. Affiyoni Al Hilmi mengatakan keinginan Wali Kota Padangsidimpuan agar pasokan BBM jenis premium tidak dihapus akan disampaikan ke pusat untuk jadi bahan pertimbangan.(PS/BERMAWI).
Komentar Anda

Terkini: