Heboh Isu Pergantian Kepling di Tanah Enam Ratus, ini Penjelasan Lurah

/ Rabu, 24 November 2021 / 11.39.00 WIB


POSKOTASUMATERA.COM - MARELAN, Beredarnya isu dikalangan masyarakat dimana dalam waktu dekat ada pergantian Kepala Lingkungan (Kepling) di wilayah kelurah tanah enam ratus, kecamatan medan marelan sehingga membuat Kepling dan sebagian warga resah, Selasa (23/11/2021).

Keresahan warga tersebut bermula dari viralnya vidio salah satu calon kepling yang mendeklarasikan dirinya ditengah - tengah masyarakat dalam sebuah perwiritan pada jum'at kemaren yang dihadiri sekirat 40 orang.

Setelah mendeklarasikan diri sebagai calon Kepling keesokan harinya "Pit" mendatangi warga door-to-door minta dukungan sambil mengumpulkan KK dan KTP.

Aksi " Pit " ini menjadi viral di masyarakat kelurahan tanah enam ratus, wartawan media ini coba korcek kebeberapa Kepala lingkungan mempertanyakan apa benar ada pergantian, mereka (kepling-red) mengatakan bahwa SK mereka sebagai Kepala lingkungan di Kelurahan tanah enam ratus sampai Tahun 2023.

" SK pengangkatan kami sebagai Kepling sampai tahun 2023, kami juga sering di teror oleh "S" kalau pergantiaan tahun 2022 nanti di Kelurahan tanah enam ratus akan juga akan ada pergantian Kepala lingkungan.Ungkap para Kepling.

" Di kelurahan tanah enam ratus ini bang ada 11 lingkungan, disini warga kami dimintai KTP dan KK katanya untuk mendukungan Kandidat di masing-masing lingkungan, pada hal SK kami sebagai Kepling dengan Surat Keputusan Camat Marelan Nomor 141/49.1./SK/MM/I/2020 ditandatangani Camat Medan Marelan., Muhammad Yunus, S.STP tertulis dengan jelas bahwa masa jabatan kami sebagai kepala lingkungan di kelurahan tanah enam ratus, kecamatan medan marelan priode 2020 - 2023, " ungkap salah satu kepada lingkungan tersebut.

Beberapa warga lingkungan 2 kelurahan tanah enam ratus berinisial yuni,sgt dan juga pns mengaku pernah dimintai KK dan KTP oleh salah satu kandidat kepling yang telah mendeklarasikan diri di perwiritan sebagai calon kepala lingkungan 2 tersebut.

Warga lingkungan 2  berharap Lurah tanah enam ratus dapat menetralisir atau menerangkan kepada kami, agar para warga tidak resah dan bingung.  Seperti yang dikatakan Yuni, Sgt dan Pns " kami harap Lurah yang baru ini dapat menjelaskan kepada warganya, soal deklarasi itu sudah membuat kami bingung, ada yang mintai KK dan KTP , dan yang minta ini bukan 1 orang saja, jadi kalu lurah tidak mau menjelaskan, masalah ini pasti akan belarut larut, bahkan bisa bertambah parah  " pinta para warga lingkungan 2 tersebut.

Terkait permasalahan yang ada di masyarakatnya itu,, Lurah tanah enam ratus Kec.Medan Marelan Ari Ismail Ssos. MM yang dikomfirmasi awak media terkait viralnya vidio kandidat kepala lingkungan 2 dan pengutipan KK dan KTP di beberapa lingkungan mengatakan, Vidio deklarasi calon Kepling yang beredar itu adalah hoaks alias berita bohong dan tidak bisa di pertanggung jawabkan kebenaranya, vidio itu membuat resah warga menimbulkan keresahan keamanan dan ketertiban di masyarakat oleh karenanya kita harap masyarakat tidak usuh menghiraukan vidio tersebut.

Kepala lingkungan itu diusulkan lurah dan disetujui oleh camat.bukan deklerasi apa lagi pakai visi dan misi, Sesuai Peraturan Walikota Medan No. 29 tahun 2012 tentang pelimpahan wewenang kepada Camat untuk penandatanganan pengangkatan dan pemberhentian Kepling. "Sesuai dengan Perwal No. 29 tahun 2012 yang mengangkat dan memberhentikan Kepling adalah Camat, berdasarkan usulan dari Lurah. Jadi, apabila Lurah mengusulkan kepada Camat dan syarat-syaratnya telah sesuai maka oleh Camat Akan diterbitkan suatu Surat Keputusan (SK)," jelas Ari.

Ari juga berjanji akan menjelaskan kepada masyarakat terkait adanya isu pergantian kepala lingkungan.di wilayahnya.  

" saya masih baru satu minggu menjabat sebagi lurah tanah enam ratus dan nantinya saya akan silaturahmi kepada masyarakat memperkenalkan diri dan disela-sela itu nanti saya akan jelaskan kepada masyarat," ujarnya.

Kita pastikan sampai masa SK mereka 2023 tidak ada pergantian Kepling di kelurahan tanah enam ratus, kecuali
pertama yang bersangkutan mengundurkan diri, meninggal dunia atau tersandung hukum. Kita juga tidak semena - mena memberhentikan meraka ada mekanismenya, seperti peringatan satu, dua dstnya.Imbuh lurah tanah enam ratus
Ari Ismail Ssos. MM (PS/ABU HASAN)
Komentar Anda

Terkini: