Patroli BC Gabungan Pakai Anjing Pelacak Periksa Bal Pakaian Bekas

/ Rabu, 24 November 2021 / 02.32.00 WIB

 


Dalam melakukan pencacahan barang impor tersebut, petugas patroli Gabungan Bea Cukai menurunkan anjing pelacak (POSKOTA/SAUFI)

POSKOTASUMATERA.COM-TANJUNGBALAI

Kapal yang membawa penyelundupan pakaian bekas dari Malaysia tujuan Tanjungbalai Sumatera Utara Kapal Motor KM. HESNITHA - 1 GT. 29 Nomor PPf 5527/L Bendera Indonesia  yang ditangkap di perairan Asahan Sei Sembilang Kabupaten Asahan  akhirnya digiring ke dermaga Kantor Wilayah (Kanwil) DJBC I Sumut,Di dermaga, petugas Bea dan Cukai langsung membongkar dan mencacah muatan kapal tersebut.


Dalam melakukan pencacahan barang impor tersebut, petugas menurunkan anjing pelacak.





Ia Musliadi Kasi P2 BC Teluknibung Kota Tanjungbalai Kanwil Provinsi Sumatera Utara,Selasa (23/11/21) menambahkan, penangkapan Kapal Motor KM. HESNITHA - 1 GT. 29 Nomor PPf 5527/L Bendera Indonesia tersebut diawali dari dengan adanya informasi dari unit Intelijen dan Penindakan Kanwil BC Sumut bahwa akan ada kegiatan bongkar muatan pakaian bekas berupa Ballpres. Kemudian Tim gabungan Patroli Laut Bea Cukai Teluk Nibung BC 1508 dan Patroli Laut Kanwil Khusus DJBC Kepri BC 10002 melakukan penyisiran dan pencarian dan berhasil melakukan penindakan terhadap KM. HESNITHA – 1. 

Dari situ petugas Gabungan kemudian melakukan pengecekan dan menemukan pakaian bekas impor dalam jumlah besar. 

Dikatakan Musliadi,adapun,perkiraan nilai barang tersebut yaitu 850  Ball Pakaian Bekas (Ballpres) sekitar 3,4 Milyar Rupiah dengan Kerugian Negara secara materil tidak dapat diperhitungkan. Karena merupakan barang yang dilarang impor sesuai Peraturan Menteri Perdagangan No.18 Tahun 2021 tentang Barang Dilarang Ekspor dan Barang Dilarang Impor.

Sedangkan terhadap Nakhoda dan 5 org ABK saat ini masih dalam proses pemeriksaan dalam rangka penyidikan.

Adapun pelanggaran yang dikenakan yaitu melanggar Pasal 102 (a) UU No.17 tahun 2006 ttg Perubahan atas UU No. 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan. Pelaku dapat dipidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 10 tahun. Serta pidana denda paling sedikit 50 juta Rupiah dan paling bangak 5 Milyar Rupiah. Tandas Musliadi,Kasi P2 BC Teluknibung Kota Tanjungbalai Kanwil Sumut. 

(PS/SAUFI)



Komentar Anda

Terkini: