Tangki Pengangkut Limbah B3 PT TPL Dihadang Warga Kabupaten Toba

/ Jumat, 17 Desember 2021 / 09.07.00 WIB

 

POSKOTASUMATERA.COM-TOBA-Truk Tangki bermuatan Bahan Berbahaya dan Beracun(B3) dari PT.Toba Pulp Lestari(Tbk) yang di Komersil kan oleh PT.TPL , Kamis (16/12/2021) sekitar pukul 12.25 Wib dihadang Masyarakat Toba di Simpang Tiga Desa Tangga Batu II, Kecamatan Parmaksian.

Tangki dengan Nomor Polisi BK 9005 EN rencananya akan membawa Zat Kimia B3 ini dari PT.Toba Pulp Lestari menuju Kota Medan dengan alamat penerima PT.Asia Kimindo Prima/QQ PT Khazanah Putri Bimba di Jl.Sudirman No.10/22 Medan. 



Aksi yang di pimpin oleh James Trafo Sitorus dari Gerakan Tuntut Akta 54 (GTA54) bersama Masyarakat Toba ini dipicu oleh,dengan adanya Surat Pernyataan dari Dedi Sutanto(Komisaris Utama) dan Wagimin Wongso (Direktur Utama) tanggal 16 Oktober 2002 yang mana Poin Nomor 4 menjelaskan tentang Community Development yang akan dilakukan oleh PT.TPL yaitu : 

a.Program Kemitraan bisnis berupa kerjasama kemitraan dengan Masyarakat.

b.Penyediaan Dana 1% dari nilai Penjualan bersih setiap Tahun menjadi milik Masyarakat.

c. Pengutamaan Putra/Putri daerah setempat menjadi Karyawan dengan memberikan kesempatan untuk menduduki semua jenjang jabatan.

 

Dan Poin nomor 4 ini tak pernah di realisasikan oleh PT.Toba Pulp Lestari (Tbk) dari di buatnya surat penyataan tersebut hingga saat ini tak pernah di rasakan oleh Masyarakat.


Mirisnya lagi Masyarakat Toba melalui Gerakan Tuntut Akta 54 sudah berulang kali meminta kepada Direktur Utama PT.TPL namun tidak pernah di gubris dan juga surat sudah di layangkan ke Bupati Toba dan juga Instansi terkait bahkan ke kementrian juga tak ada respon yang positif selama bertahun-tahun.


Dan ketika awak media konfirmasi dengan Humas GTA 54"Hydrochloric Acid Liquid (HCL ) yg dikomersialkan PT. Inti Indorayon Utama (IIU) tercatat dalam SK 627 yg dikeluarkan oleh BKPM pada Tahun 1995. Namun tidak terkolerasi untuk 1% Net Sales sesuai dengan Syarat Reoperasional PT. TPL tertanggal 16 Oktober 2002 dan jenis HCL adalah hasil sampingan proses Pemutihan Pulp yg diproduksi Chemical Plant oleh PT. TPL," kata James Trafo Sitorus.


Lanjutnya, perusahaan hanya mempunyai ijin penggunaan lalu lintas dari Dinas perhubungan Provinsi Sumatera Utara, namun tidak ada terlampir teknis pengangkutan sesuai dengan Nomor Polisi (Nopol)  Truk Tangker Kimia B3 tersebut.

 

"Udah itu, ngancam pula salah seorang humas PT.TPL hati-hati kalian jangan nanti kena sanksi hukum. Justru kehadiran pihak berwajib yang kami harapkan sebab, truk Tangker tersebut kami yakin tidak sesuai dengan klasifikasi teknis Kelayakan pengangkut Kimia B3 dan kami heran aktifitas ini terus berlangsung selama bertahun tanpa ada halangan dari pihak Kepolisian dan Dinas perhubungan(DLLAJ),"  terang James Trafo Sitorus.


Karena Masyarakat tak juga mau melepaskan Truck Tangker bermuatan B3 tersebut akhirnya Rudi Panjaitan (Humas PT.TPL) mengajak Masyarakat untuk bermusyawarah agar mau melepaskan truk.

 

Atas kesepakatan bahwa pihak PT TPL akan memenuhi tuntutan Masyarakat untuk berdiskusi dengan Direktur PT.TPL atas Surat Pernyataan Komisaris Utama dan Direktur Utama PT.TPL tahun 2002 Poin Nomor 4  maka,Truk Tangker bermuatan B3 itupun di lepaskan Masyarakat sekira pukul 15.00 Wib.



Masyarakat memapar keinginanmereka yang harus direalisasikan terkait penghadangan Truk Tangker tersebut,

'Intinya Bang tetap 1% Net Sales, hasil pemasaran produk kimia harus ada transparansinya pada laporan Tahunan PT. TPL buat Masyarakat Toba," pungkas James Trafo Sitorus.


Hingga berita tayang tak satupun dari pihak Management PT.TPL yang menjawab konfirmasi awak media begitu juga dengan Bupati dan Wakil Bupati Toba tak menjawab konfirmasi awak media. (PS/IRWANSYAH GINTING).

 


Komentar Anda

Terkini: