Warga Desa Gohor Lama Demo Tuntut Dugaan Korupsi Anggaran Dana Desa

/ Kamis, 04 Agustus 2022 / 20.18.00 WIB


POSKOTASUMATERA.COM
-Langkat- Tidak jelasnya penyaluran Anggaran Dana Desa (ADD), Desa Gohor Lama Kab. Langkat melalui program Badan Usaha Milik Desa Tahun Anggaran 2016-2019, membuat masyarakat desa gerah dan menduga penyaluran dana desa tersebut adalah fiktif.

Warga Gohor lama, Aliansi Pemuda dan Mahasiswa beserta Gerakan Pemuda Islam Indonesia bersama Aliansi mahasiswa Pembela rakyat Sumut (Ampera) melakukan demo aksi damai untuk menyampaikan aspirasi ke Kejaksaan Tinggi Sumut, Poldasu dan Dinas PMD Provinsi Sumatera Utara, kamis (04/08).

Kordinator aksi Astrada, mengatakan  Penyampaian aspirasi tentang adanya dugaan Praktik Korupsi Anggaran Dana Desa di Desa Gohor Lama melalui program BUMDES T.A. 2016-2019, dugaan praktek korupsi dilakukan dalam bentuk penyelewengan/penyelahgunaan BUMDES pada T.A. 2016-2019, yang diduga dilakukan oleh Oknum Kades. Padahal ada Surat Keputusan Kepala Desa Nomor : 07 Tahun 2016 tentang Penetapan Tim Pelaksana Operasional BUMDESA “Berkah Gohor Lama Maju” tanggal 28 Desember 2016.

"Praktik korupsi ini tersistematis, dikarenakan tidak pernah mendapatkan informasi yang jelas tentang adanya BUMDES, dan siapa orang – orang yang bertanggung jawab dalam pengelolaan BUMDES pada T.A. 2016-2019," kata Astrada. 

Akibat tidak jelasnya keberadaan BUMDES pada T.A. 2016-2019 dan mengabaikan Keterbukaan Informasi Publik membuat masyarakat desa Gohor Lama tidak pernah mengetahui dan merasakan manfaat dari unit usaha yang dibuat oleh Bumdes. Dalam hal ini diduga Negara telah mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah yang berasal dari Anggaran Dana Desa (ADD) di T.A. 2016-2021.

"Seharusnya sebagai warga Desa Gohor Lama berhak untuk mendapatkan Informasi tersebut, baik melalui Papan Pengumuman di Balai Desa maupun melalui Kadus-kadus yang berada di desa," tegas Astrada.

Hal senada juga disampaikan salah seorang warga desa Gohor Lama, bahwa Bumdes memiliki tiga jenisa usaha seperti peternakan kambing dan lembu, usaha simpan pinjam dan usaha dagang pakaian. Adanya Unit usaha tersebut baru diketahui ketika penyampaian paparan visi misi calon Kades Incumbent. 

"Warga tidak pernah diberitahu bahwa ada usaha Bumdes, tidak adanya infomasi  tentang usaha itu," ungkap warga. (PS/RNY)


Komentar Anda

Terkini: