Tragedi Kanjuruhan, Ratusan Jiwa Meninggal Dunia

/ Minggu, 02 Oktober 2022 / 14.39.00 WIB


POSKOTASUMATERA.COM-Malang- Laga BRI  Liga 1 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan Malang, pada sabtu, 1 Oktober 2022 malam meninggalkan kesan duka mendalam yang mengakibatkan hilangnya ratusan jiwa pasca pertandingan digelar.

Berawal dari kekalahan Arema FC dari Persebaya Surabaya dengan skor 3-2. Para Aremania (suporter Arema FC), nekat menerobos lapangan menyerang suporter Persebaya.

Aremania yang berada diatas tribun melempari para pemain dan official Persebaya Surabaya dari lapangan masuk ke dalam kamar ganti pemain dengan botol air mineral dan gelas air mineral dan lain-lain. Para pemain dan official Arema FC juga mendapatkan serangan dari suporter.

Mengetahui hal tersebut petugas keamanan berusaha melindungi pemain hingga masuk ke dalam ruang ganti pemain. Karena situasi kian tak terkendali, akhirnya aparat Kepolisian terpaksa menembakkan gas air mata yang membuat suasana semakin mencekam.

Kekacauan juga terjadi diluar stadion, para Aremania merusak pagar dan melakukan pembakaran. Aremania juga melempari Rantis Polisi yang membawa tim Persebaya.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta mengatakan ada 127 jiwa melayang termasuk dua personel Kepolisian.

"Dalam kejadian itu, telah meninggal 127 orang, dua di antaranya adalah anggota Polri," kata Kapolda Jatim dalam konferensi pers di Polres Malang, Sabtu, 1 Oktober 2022.

Kapolda juga menyatakan ada 185 orang suporter yang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan dan rumah sakit.


Menurut catatan ada sejumlah kerusuhan sepak bola besar terjadi di berbagai belahan dunia. Namun, jumlah korbannya tak sebanyak di Malang. 

Ironisnya, tak hanya suporter dan pihak kepolisian yang jadi korban tapi ada salah satu korban meninggal dunia adalah anak kecil juga jadi korban dalam tragedi kanjuruhan ini. (PS/Red)






Komentar Anda

Terkini: