Pj Walikota Lhokseumawe: ASN harus Menjadi corong Pemerintah

/ Senin, 14 November 2022 / 13.00.00 WIB
Pj Walikota Dr Imran bertindak sebagai Inspektur Hari Kesehatan Nasional _FOTO|PS/DAHLAN

POSKOTASUMATERA.COM| LHOKSEUMAWE -  Penjabat Walikota Lhokseumawe menegaskan ASN harus jadi corong pemerintah dalam mensosialisasikan dan publikasi program- program pemerintah, bukan malah sebaliknya menjadi penghambat dalam menolak kebijakan dan pergerakan program pemerintah.

Kita mengharapkan seluruh ASN di jajaran Pemko Lhokseumawe selalu antusias dalam mensosialisasi dan publikasi kebijakan pemerintah kepada seluruh lapisan masyarakat.

Demikian tegas Pj Walikota Dr. Imran dalam sambutannya pada acara memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 58 di halaman kantor Walikota, Senin 14 November 2022.

Menurut Dr. Imran peran ASN sangat strategis dalam mendukung dan mensosialisasikan program pemerintah dalam mewujudkan kota Lhokseumawe bersih, asri, kreatif, inovatif dan beriman.

Jangan ASN malah menjadi penghambat  dalam menolak kebijakan pemerintah yang bakal terhambat proses kegiatan yang sedang kita lakukan sekarang. Berikan edukasi kepada masyarakat bahwa program yang sedang dilakukan juga bagian dari program pemimpin sebelumnya.

Kalaupun ada satu kelompok atau individu lainnya yang tidak seirama dengan pemerintah, ASN harus memberikan sosialisasi ekstra supaya masyarakat tau bahwa semua program yang sedang berjalan untuk kemaslahatan bersama (common good), ujar Dr. Imran.

Disamping itu Pj Walikota juga menekankan seluruh ASN agar dapat bekerja dengan baik dan disiplin. Karena disiplin langkah awal menyelesaikan tugas tugas di kantor. ASN harus bangga menjadi ASN, ini harus dicerminkan melalui kelengkapan atribut yaitu papan nama, logo, lambang korpri dan lainnya.

Dengan beratribut lengkap salah satu proses untuk saling kenal mengenal  sesama instansi, antar instansi dalam membangun komunikasi sesama ASN. " saya sendiri selalu beratribut lengkap walau kegiatan di malam hari, ini untuk memberi contoh kepada kalian-kalian. terangnya.

Sementara dalam hal realisasi anggaran Pj Walikota juga mengingatkan para kepala OPD supaya secepatnya merealisasikan anggarah tahun 2022 ini, apalagi sudah berada di akhir tahun anggaran. Namun dalam menyelesaikan, tentunya perlu dibarengi dengan efektivitas, efesiensi, ekonomis serta akuntabel, kata Dr Imran yang juga ASN senior di Kemendagri.
Kantor Walikota Lhokseumawe

Pj Walikota Lhokseumawe membacakan sambutan Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang ke-58 menjadi momentum transformasi kesehatan, bangkitnya semangat dan optimisme seluruh lapisan masyarakat lndonesia yang secara bersama, bahu membahu, dan bergotong royong dalam menghadapi situasi kesehatan di masa pandemi COVID-19.

Hal tersebut tergambar dalam tema HKN ke-58 “Bangkit lndonesiaku, Sehat Negeriku”.

Menkes Budi mengatakan, semua negara, sedang menghadapi krisis kesehatan akibat pandemi COVID-19 belum sepenuhnya pulih. Namun, di tengah tantangan yang berat, Indonesia patut bersyukur, termasuk negara yang mampu menghadapi krisis global ini.

“lndonesia termasuk negara yang berhasil mengendalikan pandemi COVID-19, termasuk lima besar negara dengan vaksinasi terbanyak di dunia, dengan total 442 juta dosis vaksin telah disuntikkan sampai dengan Oktober 2022,” ujarnya.

Disamping itu, meski dihadapkan pada prioritas penanganan COVID-19. Ia menuturkan, pada saat yang sama pemerintah juga terus melakukan upaya penanganan masalah kesehatan lainnya yang merupakan program prioritas nasional, seperti penurunan Angka Kematian lbu (AKl), Angka Kematian Bayi (AKB), menurunkan angka stunting pada balita, memperbaiki pengelolaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), serta meningkatkan kemandirian penggunaan produk farmasi dan alat kesehatan dalam negeri.

Saat ini, Kemenkes juga sedang melakukan transformasi sistem kesehatan yang berfokus pada 6 pilar, untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, produktif, dan berkeadilan, sekaligus sebagai bentuk kesiapan pemerintah dalam menghadapi masalah kesehatan di masa yang akan datang.

“lmplementasi keenam pilar tersebut diharapkan bisa mentransformasi sistem kesehatan lndonesia dan juga dunia, yakni sistem kesehatan yang tangguh terhadap krisis kesehatan, termasuk pandemi,” tutur Pj Walikota akhiri membaca sambutan Menkes RI. (PS/DAHLAN)



Komentar Anda

Terkini: