PWI Aceh Utara - Lhokseumawe Gelar Diklat Sosialisasi Kode Etik Jurnalistik Kepada Ratusan Kepsek

/ Sabtu, 12 November 2022 / 20.05.00 WIB
PWI Aceh Utara - Lhokseumawe Gelar Diklat Sosialisasi Kode Etik Jurnalistik Kepada Ratusan Kepsek di Hotel Rajawali Lhokseumawe. 

POSKOTASUMATERA.COM | LHOKSEUMAWE – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Utara-Lhokseumawe menggelar Diklat dan Sosialisasi Kode Etik Jurnalistik kepada ratusan kepala sekolah SD  SMP, dan SMA dalam wilayah Aceh Utara dan kota Lhokseumawe yang berlangsung di Hotel Rajawali, Sabtu, 12 November 2022.

Dengan  pemateri, Tarmilin Usman, Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Aceh, dan Muhammad Syahril, Praktisi Pers Indonesia asal Sumatra Utara.Acara diklat tersebut di buka langsung oleh Pj Bupati Aceh Utara, Azwardi, AP., M.Si. 

Dalam sabutannya Pj Bupati mengajak semua kepala sekolah agar selalu membangun komunikasi yang baik dengan insan pers terkait informasi menyangkut kepentingan publik dan kemajuan daerah.

"Mari berkolaborasi dengan saudara kita wartawan untuk pencapaian yang kita lakukan agar semua informasi ter-update,” kata Azwardi.

Azwardi juga mengajak semua elemen terkait untuk terbuka dengan wartawan. Apalagi soal kegiatan bersumber dari APBK, dana Otonomi Khusus (Otsus), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan lainnya. “Penggunaan dana BOS, misalnya, itu tidak ada yang perlu ditutup-tutupi,” ucapnya tegas.

Dia berharap para wartawan dapat terus mendukung pembangunan daerah dengan memberitakan informasi secara akurat. “Banyak hal yang perlu dipublikasikan oleh rekan-rekan wartawan agar informasi tersampaikan kepada masyarakat, ungkapnya.

Azwardi mencontohkan peran dilakukan para wartawan melalui pemberitaan tentang banjir yang melanda Aceh Utara. “Menteri PUPR turun ke daerah ini berkat pemberitaan media massa. Para pemangku kepentingan hadir ke sini, Alhamdulillah, banjir dapat tertangani dengan baik,” terang Azwardi.

Sementara itu, Ketua DKP PWI Aceh, Tarmilin Usman, berharap semua elemen termasuk kepala sekolah terus menjaga hubungan baik dengan wartawan dengan cara melayani wawancara atau konfirmasi.

“Jangan takut kepada wartawan. Dari organisasi manapun kalau dia wartawan harus dilayani. Kalau tidak dilayani, nanti yang rugi narasumber itu sendiri,” ujar Tarmilin.

Sedangkan Praktisi Pers Indonesia asal Sumatra Utara, Muhammad Syahrir, memberikan pemahaman kepada para peserta kegiatan itu tentang kehadiran pers di tengah-tengah masyarakat saat ini. Dia memberikan gambaran seperti apa wartawan yang sepatutnya dilayani atau tidak.

“Kita semua perlu memahami betul bagaimana tugas wartawan itu yang sebenarnya. Jangan sampai kita membenci kepada wartawan akibat perbuatan oknum tertentu. Karena pekerja pers dalam menjalankan tugasnya untuk menghasilkan karya jurnalistik diatur dalam Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik,” tutur Syahrir.
Ketua PWI Aceh Utara - Lhokseumawe Sayuti Achmad (tengah) dan Bupati Aceh Utara Azwardi (kiri) di Hotel Rajawali

Sementara itu, Ketua PWI Aceh Utara-Lhokseumawe, Sayuti Achmad, mengatakan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman kepada para kepala sekolah tentang Kode Etik Jurnalistik (KEJ) yang harus ditaati para wartawan dalam menghasilkan karya jurnalistik.

Sehingga, kata Sayuti, para kepala sekolah dapat memahami bagaimana menghadapi wartawan yang melakukan wawancara atau konfirmasi.

“Kegiatan ini merupakan sebuah edukasi yang sangat bernilai untuk disampaikan agar semua pihak mengetahui bagaimana kerja wartawan dan seperti apa kode etiknya. Kita berharap semua mitra kerja agar lebih cerdas menghadapi wartawan di lapangan,” ujar Sayuti.

Sayuti mengucapkan terima kasih kepada semua tamu undangan yang telah menghadiri Diklat dan Sosialisasi Kode Etik Jurnalistik ini. (PS/DAHLAN)

Komentar Anda

Terkini: