POSKOTASUMATERA.COM– TAPANULI SELATAN –Upaya memperkuat ketahanan pangan daerah kembali mendapat dukungan lintas sektor. Polsek Batangtoru bersama Camat Muara Batangtoru, Sonia Wardah Nasution, S.STP, Kepala Desa Muara Hutaraja, Rohim Siregar, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) melakukan peninjauan lahan jagung seluas 1 hektar di Desa Muara Hutaraja, Rabu (27/8/2025). Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk sinergi antara aparat pemerintah, kepolisian, dan masyarakat dalam mempersiapkan langkah strategis menghadapi dinamika kebutuhan pangan.
Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan lahan yang akan ditanami jagung pada awal September mendatang. Jagung dipilih karena memiliki peran penting sebagai salah satu komoditas strategis nasional. Selain menjadi bahan pangan pokok alternatif, jagung juga menjadi sumber pakan ternak yang mendukung sektor peternakan. Hal ini sesuai dengan program pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian berbasis ketahanan pangan lokal.
Kapolsek Batangtoru Kapolsek Batangtoru AKP Penggar Marinus Siboro melalui Bhabinkamtibmas menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan merupakan bentuk nyata kepedulian institusi terhadap masyarakat. Selain menjaga keamanan dan ketertiban (kamtibmas), Polri juga berkomitmen untuk mendukung kegiatan produktif yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat. “Kami hadir tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga ikut memastikan masyarakat memiliki ketahanan pangan yang kuat,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Muara Batangtoru, Sonia Wardah Nasution, S.STP, menyampaikan bahwa kesiapan lahan menjadi indikator penting keberhasilan program tanam jagung ini. Dengan persiapan yang baik, diharapkan hasil panen dapat maksimal serta memberikan kontribusi terhadap pemenuhan pangan di tingkat kecamatan. “Awal September menjadi momentum strategis memulai penanaman, karena kondisi iklim saat ini relatif mendukung,” ungkapnya.
Kepala Desa Muara Hutaraja, Rohim Siregar, menambahkan bahwa partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam menyukseskan program ini. Ia optimis jika masyarakat terus didampingi oleh penyuluh pertanian dan mendapat dukungan dari berbagai pihak, hasil panen akan lebih produktif. Selain itu, program ini juga diharapkan membuka lapangan kerja musiman dan meningkatkan pendapatan warga desa.
Dari sisi teknis, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang hadir menjelaskan bahwa proses persiapan lahan meliputi pembersihan gulma, pengolahan tanah, serta pemberian pupuk dasar. Rencana penanaman awal September disesuaikan dengan kalender tanam dan kondisi cuaca untuk mengoptimalkan produktivitas. Dengan penerapan teknologi pertanian yang tepat, hasil panen diproyeksikan dapat mencapai target produktivitas nasional untuk tanaman jagung.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada sektor pertanian semata, tetapi juga membutuhkan dukungan lintas sektor, termasuk peran kepolisian dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan wilayah. Dengan sinergi pemerintah, aparat, dan masyarakat, Desa Muara Hutaraja diharapkan menjadi contoh desa tangguh pangan di Tapanuli Selatan yang mampu berkontribusi pada ketersediaan pangan daerah dan nasional.( PS/BERMAWI)
