SMA Negeri 1 Angkola Barat Bersinergi dengan PMI Tapanuli Selatan,“Pelatihan P3K Perkuat Keterampilan Dasar Palang Merah Remaja di SMA Negeri 1 Angkola Barat”

/ Rabu, 22 Oktober 2025 / 20.34.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM-TAPANULI SELATAN- SMA Negeri 1 Angkola Barat terus menunjukkan komitmennya dalam menumbuhkan generasi muda yang berkarakter, terampil, dan berjiwa kemanusiaan. Melalui program Ruang Life Skill Siswa (RuLiSS), sekolah menggelar kegiatan bertajuk “Pelatihan Penguatan Keterampilan Dasar Palang Merah Remaja melalui Materi Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)”.

Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah ini menghadirkan Drs. Sarjan Lubis, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tapanuli Selatan, sebagai narasumber utama. Sebanyak 32 siswa dari berbagai tingkatan kelas mengikuti pelatihan dengan penuh semangat. Kegiatan ini diselenggarakan dengan dukungan dana BOSP Tahun 2025 SMA Negeri 1 Angkola Barat  hari Rabu   Tanggal 22 Oktober 2025


Dalam sambutannya, Kepala SMA Negeri 1 Angkola Barat, Salamat Siregar, S.Pd, M.Si, menyampaikan bahwa program RuLiSS merupakan salah satu inovasi sekolah untuk memfasilitasi minat dan bakat siswa agar dapat mengembangkan keterampilan hidup (life skill) yang relevan dengan kebutuhan zaman.


“Melalui RuLiSS, sekolah berupaya memberi ruang bagi siswa untuk berlatih keterampilan praktis yang berguna dalam kehidupan nyata. Kegiatan PMI ini sangat bernilai karena menyentuh aspek kemanusiaan dan kepedulian sosial. Ke depan, kami akan menindaklanjuti kegiatan ini dengan kerja sama resmi atau MoU antara SMA Negeri 1 Angkola Barat dan PMI Tapanuli Selatan,” ungkap beliau.


Sementara itu, narasumber Drs. Sarjan Lubis menekankan pentingnya membangun semangat berorganisasi sejak dini. Menurutnya, menjadi bagian dari PMI atau Palang Merah Remaja (PMR) bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, tetapi wadah untuk menumbuhkan empati dan tanggung jawab sosial.

“PMI melatih kita untuk siap menolong tanpa pamrih. Dari kegiatan donor darah hingga pertolongan pertama, semuanya bermuara pada nilai kemanusiaan. 


Siswa yang aktif di PMI akan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan peka terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya.

Selain penyampaian materi, para peserta juga mengikuti praktek langsung mengenai berbagai teknik dasar pertolongan pertama, seperti penggunaan tandu, pengukuran tekanan darah (tensi), hingga simulasi penanganan korban kecelakaan ringan. Kegiatan praktik ini menjadi momen paling menarik karena siswa dapat langsung menerapkan teori yang baru mereka pelajari.


Selama kegiatan berlangsung, suasana terlihat penuh antusias dan interaktif. Para siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga aktif bertanya dan mencoba setiap prosedur yang diperagakan oleh tim PMI Kabupaten Tapanuli Selatan.


Guru pembimbing pun turut mendampingi untuk memastikan setiap siswa memahami langkah-langkah pertolongan dengan benar.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama antara narasumber, tim PMI, para peserta pelatihan, dan guru SMA Negeri 1 Angkola Barat sebagai simbol kebersamaan dan komitmen untuk terus mengembangkan semangat kemanusiaan di kalangan pelajar.


Melalui pelatihan ini, SMA Negeri 1 Angkola Barat berharap lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga tanggap, peduli, dan siap menjadi pelaku perubahan di masyarakat. Pelatihan P3K ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan di sekolah bukan hanya soal teori, tetapi juga pembentukan karakter dan keterampilan hidup yang berdaya guna.(PS/BERMAWI)

Komentar Anda

Terkini: