POSKOTASUMATERA.COM – TAPSEL — Di tengah wajah-wajah letih warga yang masih berjuang memulihkan diri dari banjir yang melanda Desa Sialang, Kecamatan Sayur Matinggi, secercah harapan hadir melalui aksi kemanusiaan Bawaslu Tapanuli Selatan. Pada Senin (8/12/2025), lembaga pengawas pemilu ini turun langsung menyalurkan paket sembako bagi para korban, sebagai wujud kepedulian yang melampaui tugas rutin mereka.
Posko Bencana Istana Hasadaon yang sejak awal banjir menjadi pusat koordinasi, kembali dipenuhi suasana haru ketika Ketua Bawaslu Tapanuli Selatan, Taufik Hidayat, S.E., M.M, didampingi Rina Kherawati, Koordinator Sekretariat, serta para staf, menyerahkan bantuan kepada warga. Dalam momen tersebut, terlihat interaksi hangat antara jajaran Bawaslu dan masyarakat, seolah menegaskan bahwa kemanusiaan selalu berada di atas segala urusan administrasi maupun birokrasi.
Aksi ini merupakan bagian dari gerakan solidaritas “Bawaslu Bergerak”, sebuah inisiatif internal yang menghimpun donasi dari Bawaslu Provinsi Sumatera Utara dan 33 Bawaslu kabupaten/kota se-Sumut. Melalui skema gotong royong lintas kelembagaan ini, bantuan mampu mengalir lebih cepat kepada warga yang terdampak di berbagai wilayah bencana, termasuk Tapanuli Tengah, Langkat, Humbang Hasundutan, Kota Sibolga, dan Medan.
Di Desa Sialang, setiap bingkisan yang dibagikan tidak hanya bernilai materi, tetapi juga menyimpan pesan moral bahwa warga tidak sendirian menghadapi masa sulit. Beberapa warga tampak memeluk erat paket sembako yang mereka terima, sementara yang lain mengucapkan terima kasih dengan mata berkaca-kaca—reaksi yang mencerminkan betapa bantuan ini menyentuh dimensi emosional di tengah situasi traumatis pascabencana.
Dalam dialog singkat dengan relawan dan perangkat desa, tim Bawaslu Tapsel turut menggali kebutuhan paling mendesak yang belum terpenuhi. Percakapan itu berlangsung sederhana, namun bermakna. Warga menceritakan kondisi rumah yang masih tergenang lumpur, kehilangan pakaian, hingga kebutuhan anak-anak yang belum tersentuh bantuan. Proses komunikasi ini menjadi jembatan penting agar distribusi selanjutnya lebih tepat sasaran.
Ketua Bawaslu Tapsel, Taufik Hidayat, menegaskan bahwa langkah mereka berangkat dari nurani, bukan sekadar kewajiban institusi. “Ketika bencana datang, kita semua adalah saudara. Kita bergerak bukan hanya karena tugas, tapi karena panggilan kemanusiaan,” ujarnya. Kata-kata itu sontak membuat suasana di posko sejenak hening, seolah menguatkan semangat warga yang tengah memulai proses pemulihan.
Aksi kemanusiaan Bawaslu ini memberi warna berbeda dalam penanganan bencana. Lembaga yang identik dengan pengawasan pemilu ini berhasil menunjukkan sisi humanisnya—bahwa mereka juga hadir sebagai bagian dari masyarakat yang peduli dan siap turun tangan saat krisis. Di tengah ketidakpastian pascabencana, langkah kecil namun bernilai besar ini menjadi peneguh bahwa solidaritas masih nyata dan bisa dirasakan.
Melalui sentuhan empati dan kehadiran langsung di lapangan, Bawaslu Tapanuli Selatan telah memberikan bukan hanya bantuan, tetapi juga harapan. Warga Desa Sialang kini kembali menyusun kepingan semangat mereka, dengan keyakinan bahwa banyak tangan yang siap membantu membangkitkan kehidupan mereka kembali. (PS/BERMAWI)


