POSKOTASUMATERA.COM – TAPSEL — Semangat kebersamaan dan toleransi beragama terpancar hangat dalam Perayaan Natal yang digelar SD Negeri 101408 Kota Tua bagi peserta didik dan guru non-Muslim.
Kegiatan ini berlangsung khidmat di Gereja GKPI Desa Kota Tua pada Sabtu malam, 12 Desember 2025, mulai pukul 18.00 hingga 21.00 WIB.
Kepala SDN 101408 Kota Tua, Hoiruddin Nasution, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa perayaan Natal ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam membina karakter peserta didik yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, toleransi, dan moderasi beragama.
“Sekolah adalah rumah bersama bagi seluruh anak bangsa. Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, kami ingin menanamkan rasa saling menghormati dan memberi ruang yang setara bagi setiap peserta didik untuk menjalankan keyakinannya,” ujarnya.
Perayaan Natal diikuti oleh siswa-siswi non-Muslim beserta guru pendamping. Suasana ibadah berlangsung penuh kekhusyukan, diselimuti rasa damai dan kebersamaan. Anak-anak tampak antusias mengikuti rangkaian acara, mulai dari doa bersama hingga renungan singkat yang sarat pesan kasih dan persaudaraan.
Lebih dari sekadar perayaan keagamaan, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran sosial yang bermakna. Nilai-nilai kasih, perdamaian, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama ditanamkan secara sederhana namun mendalam, sesuai dengan dunia anak-anak.
Pihak sekolah menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan prinsip pendidikan inklusif dan kebijakan moderasi beragama yang dicanangkan pemerintah. SDN 101408 Kota Tua berupaya menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari diskriminasi.
Selain ibadah, momen kebersamaan antara guru dan siswa menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut. Interaksi hangat yang terjalin diharapkan mampu memperkuat ikatan emosional, sekaligus menciptakan iklim sekolah yang harmonis dan penuh rasa saling percaya.
Melalui perayaan Natal ini, SDN 101408 Kota Tua kembali menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya tentang prestasi akademik, tetapi juga tentang membentuk generasi yang berkarakter, beriman, dan menjunjung tinggi nilai toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh praktik baik dalam pengelolaan pendidikan multikultural, khususnya di tingkat sekolah dasar, demi melahirkan generasi penerus yang humanis dan menghargai keberagaman.(PS/BERMAWI)

