POSKOTASUMATERA.COM – PADANGSIDIMPUAN-Suasana berbeda terasa di halaman SMP Negeri 1 Padangsidimpuan selama dua hari terakhir. Lantunan ayat suci Al-Qur’an mengalun lembut, menyatu dengan tepuk tangan dan sorak dukungan teman-teman sekelas. MTQ antar kelas yang digelar Kamis–Jumat (12–13 Februari 2026) bukan sekadar lomba, tetapi panggung kecil tempat mimpi dan harapan para siswa tumbuh dengan penuh rasa bangga di Padangsidimpuan.
Sejak pagi, siswa berdatangan dengan wajah penuh semangat. Sebagian terlihat mengulang hafalan di sudut sekolah, sementara yang lain memberi dukungan pada teman yang akan tampil. Ada yang gugup, ada yang tersenyum lebar, namun satu hal yang sama: keinginan untuk memberikan yang terbaik. Bagi mereka, berdiri di depan teman-teman sambil melantunkan ayat suci adalah pengalaman yang tak terlupakan.
Lomba tilawah ini tidak hanya menilai keindahan suara. Dewan juri memperhatikan tajwid, makharijul huruf, irama bacaan, hingga kemampuan peserta menyampaikan pesan moral dari ayat yang dibaca. Momen paling menyentuh terjadi ketika beberapa peserta mampu menjelaskan makna ayat dengan bahasa sederhana, membuat teman-teman yang mendengarkan ikut terdiam dan merenung.
Kepala sekolah, Batras,M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari keinginan sekolah menumbuhkan karakter siswa secara utuh. Menurutnya, pendidikan bukan hanya soal nilai akademik, tetapi juga bagaimana membentuk akhlak dan kepekaan sosial sejak dini. “Kami ingin anak-anak tidak hanya pandai membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadikannya pedoman hidup,” ujarnya dengan penuh harap.
Di balik penampilan para peserta, ada peran besar para guru pembimbing. Selama berminggu-minggu mereka melatih teknik pernapasan, pelafalan huruf hijaiyah, hingga cara menyampaikan makna ayat dengan percaya diri. Hubungan guru dan siswa terasa semakin dekat, seolah lomba ini menjadi perjalanan bersama yang penuh kesabaran dan kebanggaan.
Sorak dukungan dari teman sekelas menjadi warna tersendiri. Setiap peserta yang turun dari panggung disambut pelukan, tepuk tangan, dan kata-kata penyemangat. Kompetisi terasa hangat, jauh dari kesan tegang. Kebersamaan inilah yang menjadikan MTQ antar kelas bukan hanya ajang lomba, tetapi perayaan kebersamaan keluarga besar sekolah.
Di akhir kegiatan, harapan besar pun menggema. Sekolah ingin nilai-nilai Al-Qur’an tidak berhenti di panggung lomba, tetapi tumbuh dalam keseharian siswa. Dari ruang kelas sederhana ini, diharapkan lahir generasi muda yang berakhlak, berilmu, dan membawa cahaya kebaikan ke tengah masyarakat. (PS/BERMAWI)
