POSKOTASUMATERA.COM-MEDAN- Mengambil momentum keberkahan awal Ramadan 1447 Hijriah, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melakukan langkah strategis dalam penataan birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Medan. Bertempat di halaman Balai Kota Medan, Kemarin Senin (23/2), sebanyak 213 pejabat Administrator dan Pengawas resmi dilantik guna memperkuat struktur pelayanan publik dan mempercepat capaian kinerja di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).
Dalam arahannya, Wali Kota Rico Waas menekankan bahwa bulan suci Ramadan bukan alasan untuk menurunkan produktivitas kerja. Justru, menurutnya, nilai-nilai spiritual seperti kejujuran, kedisiplinan, dan keikhlasan harus menjadi energi baru dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara (ASN).
“Ibadah puasa harus menjadi fondasi moral dalam bekerja. Integritas tidak boleh luntur, pelayanan kepada masyarakat tidak boleh kendor,” tegasnya di hadapan para pejabat yang baru dilantik kemarin.
Zero Corruption dan Evaluasi Berkala
Salah satu poin penting yang digarisbawahi dalam pelantikan tersebut adalah komitmen terhadap prinsip Zero Corruption. Wali Kota memastikan bahwa seluruh proses promosi dan mutasi jabatan dilakukan secara objektif dan profesional tanpa adanya praktik imbalan atau “mahar” dalam bentuk apa pun.
Namun, kepercayaan itu juga dibarengi dengan peringatan tegas. Rico Waas mengingatkan bahwa jabatan bukanlah hak yang melekat selamanya, melainkan amanah yang akan terus dievaluasi secara berkala. Setiap pelanggaran hukum atau tindakan yang mencederai kepercayaan publik akan ditindak sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Jabatan ini adalah tanggung jawab. Jika tidak dijalankan dengan baik, tentu ada konsekuensi. Kita ingin birokrasi yang bersih, tegas, dan berpihak kepada rakyat,” ujarnya.
Seruan itu disambut semangat para pejabat yang hadir, ditutup dengan semboyan kebersamaan yang menggema di halaman Balai Kota: “Medan untuk Semua, Semua untuk Medan!”
Peran Strategis Bapenda di Garda Depan Keuangan Kota
Di antara pejabat yang turut hadir dalam prosesi tersebut adalah Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan, M. Agha Novrian. Sosok yang memimpin sektor vital pendapatan daerah ini menegaskan bahwa pelantikan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat barisan pengelola keuangan kota.
Agha menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pejabat yang baru dilantik, khususnya yang bergabung di lingkungan Bapenda Kota Medan. Menurutnya, Bapenda merupakan garda terdepan dalam menjaga stabilitas fiskal daerah melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kepada rekan-rekan yang baru dilantik, khususnya di lingkungan Bapenda, saya ucapkan selamat bergabung di garda depan keuangan kota. Kita tidak punya waktu untuk bersantai; target PAD tahun 2026 menuntut kerja yang lebih presisi dan transparan,” ujar Agha Novrian usai acara.
Ia menegaskan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks. Oleh karena itu, penguatan sistem digitalisasi perpajakan daerah menjadi prioritas utama. Modernisasi sistem dinilai mampu meningkatkan akurasi data, meminimalkan potensi kebocoran, serta memberikan kemudahan layanan kepada wajib pajak.
“Saya berharap saudara-saudara dapat membawa semangat baru, memperkuat sistem digitalisasi perpajakan, dan tetap menjaga integritas dalam melayani wajib pajak,” tambahnya.
Harapan Baru untuk Pelayanan Publik
Dengan penyegaran formasi 213 pejabat ini, Pemerintah Kota Medan diharapkan mampu merespons berbagai persoalan mendasar masyarakat secara lebih cepat dan terukur. Isu kebersihan kota, kenyamanan ruang publik, hingga optimalisasi pendapatan daerah menjadi fokus yang harus dijawab dengan kerja nyata, bukan sekadar retorika.
Langkah ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa kepemimpinan Rico Waas tidak hanya menekankan simbol perubahan, tetapi juga konsolidasi internal birokrasi sebagai fondasi pembangunan kota. Di sisi lain, peran strategis Bapenda di bawah komando M. Agha Novrian menjadi salah satu pilar penting dalam menopang program pembangunan melalui peningkatan PAD yang transparan dan akuntabel.
Awal Ramadan 1447 H pun menjadi saksi tekad baru birokrasi Kota Medan: bekerja dengan hati, menjaga integritas, dan menempatkan kepentingan masyarakat sebagai orientasi utama. Dengan semangat kolaborasi dan pengawasan yang ketat, harapan akan tata kelola pemerintahan yang lebih bersih dan profesional kini kembali menguat di Kota Medan.
(PS/M.Fauzi)
