Pemko Medan Perkuat Sinergi Nilai Keagamaan dan Pembangunan Inklusif, Isra’ Mi’raj Jadi Momentum Bangun Kota Berkarakter Nasional

/ Senin, 02 Februari 2026 / 23.25.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM-MEDAN-Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus menegaskan komitmennya dalam membangun kota yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kokoh secara moral dan spiritual. Upaya menyinergikan nilai-nilai keagamaan dengan pembangunan kota yang inklusif dan berkelanjutan menjadi bagian penting dari visi besar menjadikan Medan sebagai kota yang bertuah, maju, dan berkeadilan sosial, yang manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Semangat tersebut disampaikan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan, Wiriya Alrahman, saat menghadiri peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah yang digelar di Lapangan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Senin (2/2/2026).

Peringatan Isra’ Mi’raj yang diselenggarakan Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan itu berlangsung khidmat dan sarat makna. Kegiatan tersebut turut menghadirkan penceramah nasional, Ustad Jufri CHSI, S.Ag, serta dihadiri Wakil Ketua DPRD Medan Rajudin Sagala, unsur Forkopimda, anggota DPRD Medan Saiful Bahri, Muslim, dan Tia Ayu Anggraini, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan Impun Siregar, Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsum, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ribuan warga.


Dalam sambutannya, Sekda Wiriya Alrahman menegaskan bahwa peringatan Isra’ Mi’raj bukan sekadar agenda seremonial keagamaan, melainkan refleksi nyata dari komitmen Pemko Medan dalam membangun manusia seutuhnya—lahir dan batin.

“Pemerintah Kota Medan berkomitmen memberikan pelayanan yang menyeluruh, tidak hanya pada aspek pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia yang berlandaskan nilai agama, integritas, dan prinsip kehidupan,” ujar Wiriya.

Ia menambahkan, sinergi lintas perangkat daerah dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan tersebut merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap kehidupan sosial dan spiritual masyarakat. Hal itu sekaligus menjadi bukti bahwa Pemko Medan memastikan setiap kegiatan publik dapat diakses dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Sinergi ini menunjukkan bahwa pemerintah hadir, mendukung, dan memastikan nilai-nilai kebajikan tumbuh seiring pembangunan kota,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wiriya Alrahman mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pembangunan Kota Medan. Menurutnya, pembangunan tidak semata diukur dari megahnya infrastruktur dan suprastruktur, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang berkarakter, berakhlak, dan memiliki kepedulian sosial.

“Membangun Kota Medan bisa dimulai dari diri sendiri. Menjaga fasilitas umum, tidak membuang sampah sembarangan, terus menambah ilmu, serta berkumpul dengan orang-orang yang membawa kebaikan adalah kontribusi nyata bagi kota ini,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga menyampaikan keprihatinan pemerintah terhadap maraknya penyalahgunaan narkoba dan judi online yang dinilai menjadi ancaman serius bagi ketahanan keluarga dan masa depan generasi bangsa. Ia mengimbau masyarakat untuk menjauhi praktik-praktik tersebut karena hanya membawa kerusakan, baik secara pribadi maupun sosial.

“Para kepala keluarga diingatkan untuk menjaga kesehatan dan melindungi keluarganya dari pengaruh buruk zaman. Para ibu memiliki peran strategis sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya,” ucap Wiriya Alrahman.

Kepada para alim ulama dan tokoh masyarakat, Wiriya berharap agar pesan-pesan keimanan, tawakal, dan semangat ikhtiar terus digaungkan di tengah umat. Sementara generasi muda diajak untuk memanfaatkan masa muda dengan belajar, berkarya, dan bekerja demi masa depan yang lebih baik.

“Peringatan Isra’ Mi’raj ini hendaknya menjadi momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat kepedulian sosial, serta menumbuhkan kesabaran dan persatuan dalam membangun Kota Medan yang damai dan harmonis. Setiap peran kecil diyakini akan memberi dampak besar bagi masa depan kota,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Wiriya Alrahman menegaskan komitmen Pemko Medan untuk terus bersinergi dengan tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat. Dengan ridho Allah SWT, Kota Medan didoakan menjadi kota yang aman, makmur, religius, dan berkelanjutan.

Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H tersebut mengusung tema “Dengan Meneladani Spiritualitas Perjalanan Isra’ Mi’raj, Kita Perkuat Ukhuwah Islamiyah, Kita Tumbuhkan Kepedulian Sosial, dan Kita Tegakkan Tawakal serta Sikap Berserah Diri kepada Allah SWT.”

Acara kemudian diisi dengan tausiyah agama oleh Ustad Jufri CHSI, S.Ag. Dalam ceramahnya, ia menegaskan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa agung yang tidak hanya menunjukkan kebesaran Allah SWT, tetapi juga membawa perintah paling fundamental bagi umat Islam, yakni kewajiban salat.

“Isra’ Mi’raj adalah perjalanan spiritual yang mengajarkan disiplin, keikhlasan, dan ketundukan kepada Allah SWT. Salat adalah penghubung langsung antara hamba dan Tuhannya,” ungkap Ustad Jufri.

Ia mengajak seluruh jamaah menjadikan momentum Isra’ Mi’raj sebagai titik balik untuk memperbaiki kualitas salat.

“Jika selama ini kita lalai, mari kita benahi. Jika selama ini kita terburu-buru, mari kita khusyukkan. Karena dari salat yang baik akan lahir akhlak yang baik, dan dari akhlak yang baik akan terbangun masyarakat dan bangsa yang kuat,” pungkasnya.

(PS/MUHAMMAD FAUZI)
Komentar Anda

Terkini: