POSKOTASUMATERA.COM-TAPSEL-Serah terima Smart Board Interactive 75 inci beserta empat unit moveable standing bracket kepada sejumlah satuan pendidikan di Kecamatan Batang Toru berlangsung pada Jumat, 27 Februari 2026, di SMPN 1 Batang Toru. Bantuan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Tahun 2026 yang diinisiasi oleh PT Agincourt Resources Tambang Emas Batangtoru. Empat sekolah penerima manfaat meliputi SMAN 1 Batangtoru, SMPN 1 Batang Toru, SDN 100707 Perkebunan Batang Toru, dan MTs Negeri 3 Tapanuli Selatan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan pendidikan dan pemerintah daerah, di antaranya Kasubbag Tata Usaha Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI Mangatas Siregar, S.Pd., M.M., mewakili Kacabdisdik; Kabid Kebudayaan Derliani mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Selatan; serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Selatan H. Masir Rambe, M.A. Dari pihak perusahaan hadir Senior Manager Community Christine Pepah dan Manager Community Development Rohani Simbolon beserta jajaran. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mencerminkan sinergi multipihak dalam mendukung transformasi pendidikan berbasis teknologi.
Dalam sambutannya, Senior Manager Community Christine Pepah menegaskan bahwa digitalisasi pendidikan merupakan keniscayaan di era pembelajaran abad ke-21. Menurutnya, kehadiran papan tulis digital interaktif bukan sekadar perangkat teknologi, melainkan instrumen pedagogis yang mampu meningkatkan literasi digital, kreativitas, dan daya analitis siswa. Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi secara bijak, agar peserta didik tetap mengedepankan proses berpikir kritis dan tidak bergantung sepenuhnya pada kecerdasan buatan tanpa pemahaman mendalam terhadap materi pembelajaran.
Lebih lanjut, Christine Pepah menyampaikan harapan agar bantuan tersebut dapat mendorong peningkatan kualitas lulusan, khususnya dalam mempersiapkan siswa memasuki perguruan tinggi negeri unggulan bagi lulusan SMA Sederajat dan SMA Unggulan bagi SMP Sederajat. Data internal perusahaan menunjukkan bahwa akses pendidikan berkualitas dan fasilitas pendukung pembelajaran memiliki korelasi positif terhadap capaian akademik siswa. Oleh karena itu, dukungan berkelanjutan dari pemerintah, sekolah, dan masyarakat menjadi faktor kunci dalam memastikan program ini berdampak jangka panjang.
Kepala Kantor Kemenag Tapanuli Selatan, H. Masir Rambe, M.A., menyampaikan apresiasi atas kontribusi perusahaan terhadap dunia pendidikan, termasuk pembinaan siswa berprestasi hingga ke ajang olimpiade Nasional. Ia berharap operasional pertambangan di Batang Toru dapat terus berkelanjutan dan memberikan manfaat sosial yang luas bagi masyarakat sekitar. Menurutnya, kolaborasi antara sektor industri dan pendidikan merupakan bentuk tanggung jawab sosial yang konkret dalam membangun generasi unggul.
Sementara itu, Mangatas Siregar, S.Pd., M.M., mewakili Kacabdisdik Wilayah XI, menyatakan bahwa transformasi digital di lingkungan sekolah merupakan kebutuhan strategis dalam menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0. Ia mengapresiasi komitmen perusahaan yang secara konsisten mendukung dunia pendidikan. Pemanfaatan perangkat digital seperti Smart Board diharapkan mendorong model pembelajaran inovatif, kolaboratif, dan berbasis multimedia yang dapat meningkatkan partisipasi aktif siswa di kelas.
Kabid Kebudayaan Derliani yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Selatan juga menyampaikan harapan agar papan tulis digital tersebut dimanfaatkan secara optimal dalam proses pembelajaran lintas disiplin. Ia menegaskan bahwa integrasi teknologi harus diiringi dengan peningkatan kapasitas guru dalam merancang strategi pembelajaran interaktif. Dengan demikian, perangkat digital tidak hanya menjadi simbol modernisasi, tetapi benar-benar meningkatkan mutu pendidikan.
Antusiasme siswa terlihat saat mereka mencoba langsung papan digital interaktif tersebut. Afiqah Lestari, siswi kelas VII-1 SMPN 1 Batang Toru, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan dan berharap program ini terus berlanjut. Momentum ini menjadi refleksi bahwa investasi pada teknologi pendidikan bukan semata pengadaan alat, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun generasi Batang Toru yang adaptif, berdaya saing, dan siap menghadapi dinamika global.(PS/BERMAWI)


