Tongkat Komando Berpindah! Leonardo Sihombing Jadi Ketua GMKI Kutacane 2026–2028

/ Selasa, 14 April 2026 / 08.55.00 WIB

POSKOTASUMATRA.COM | ACEH TENGGARA – Pergantian kepemimpinan di tubuh Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kutacane berlangsung tegas dan penuh dinamika. Dalam Konferensi Cabang (Konfercab) ke-VI, Leonardo D. Sihombing, S.P resmi terpilih sebagai Ketua Cabang, didampingi Natasya Sianturi sebagai Sekretaris untuk masa bakti 2026–2028.

Forum tertinggi organisasi ini digelar selama dua hari, 11–12 April 2026, di Gereja HKBP Lawe Sigala-Gala, Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara. Konfercab menjadi ajang penentuan arah baru sekaligus momen regenerasi kepemimpinan GMKI setelah berakhirnya masa bakti pengurus 2024–2026.

Tak sekadar seremonial, Konfercab VI ini juga membedah laporan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya, merumuskan garis besar program kerja ke depan, hingga memilih figur yang dinilai mampu menggerakkan roda organisasi secara progresif.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam forum ini, di antaranya Ketua Bidang Agraria dan Kemaritiman Pengurus Pusat GMKI, Semy Luanmasar, serta Koordinator Wilayah I Sumut-Aceh, Chrisye Sitorus. Kehadiran mereka memberi warna sekaligus penegasan pentingnya konsolidasi kader di daerah.

Ketua terpilih, Leonardo D. Sihombing, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta forum. Ia mengajak seluruh kader GMKI Kutacane untuk kembali menguatkan semangat perjuangan dan menjalankan roda organisasi dengan penuh tanggung jawab.

“Terima kasih atas kepercayaan ini. Mari kita jalankan organisasi dengan hikmat, semangat, dan tanggung jawab, bukan hanya kepada organisasi, tetapi juga kepada Sang Kepala Gerakan,” tegas Leonardo kepada poskotasumatra.com, Selasa (14/04/2026). 

Sementara itu, dalam penutupan konferensi, Semy Luanmasar menyampaikan pesan keras sekaligus penuh harapan kepada kepengurusan baru.

“Hari ini GMKI Kutacane membuktikan bahwa kedaulatan organisasi ada di tangan kader yang jernih berpikir. Ketua dan sekretaris terpilih bukanlah kebetulan, tetapi jawaban atas kebutuhan akan pemimpin muda yang militan dan berintegritas,” ujarnya.

Ia juga menekankan agar GMKI tidak hanya sibuk secara internal, tetapi harus tampil sebagai organisasi yang responsif terhadap persoalan rakyat.

“Bawa semangat forum ini ke luar. Fokuskan energi GMKI pada isu-isu kerakyatan dan keadilan sosial. Jaga marwah organisasi di Tanoh Alas Metua,” pungkasnya.

Dengan terpilihnya kepemimpinan baru, GMKI Kutacane kini dihadapkan pada tantangan nyata: membuktikan kapasitas sebagai organisasi kader yang tidak hanya solid di dalam, tetapi juga tajam dan berdampak bagi masyarakat luas. (PS/ASP) 


Komentar Anda

Terkini: