POSKOTASUMATERA.COM-TAPSEL — Suasana haru bercampur bangga menyelimuti Lapangan Bola Biru Bagusi, Desa Biru, Kecamatan Aek Bilah, Sabtu malam (23/5/2026), saat Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-58 Tingkat Kabupaten Tapanuli Selatan resmi ditutup. Ribuan masyarakat yang memadati arena utama tampak larut dalam lantunan ayat suci Al-Qur’an, sementara cahaya lampu mimbar tilawah perlahan dipadamkan sebagai tanda berakhirnya rangkaian syiar Islam yang telah berlangsung selama tiga hari penuh khidmat.
Penutupan MTQ dilakukan langsung oleh Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan mencari juara, tetapi ruang pembinaan moral dan penguatan karakter generasi muda Islam. Menurutnya, nilai terbesar dari kegiatan tersebut terletak pada bagaimana Al-Qur’an mampu hadir dalam kehidupan sehari-hari sebagai pedoman membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berakhlakul karimah.
Tema “MTQ sebagai Momentum Tapanuli Selatan Bangkit Menuju Generasi Qur’ani yang Unggul dan Berkarakter” terasa hidup sepanjang pelaksanaan kegiatan. Sejak dibuka pada 21 Mei 2026, para peserta dari 15 kecamatan menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam berbagai cabang lomba, mulai dari tilawah, tahfiz, tafsir, hingga qiraatil kutub.
Di balik panggung megah dan suara merdu para qari dan qariah, tersimpan perjuangan panjang para peserta yang berlatih berbulan-bulan demi mengharumkan nama daerah masing-masing. Salah satu momen yang paling menyentuh terjadi ketika hasil akhir perlombaan diumumkan. Kecamatan kembali dinobatkan sementara Kecamatan Muara Batangtoru sukses mempertahankan posisi Juara Dua Umum. Pengumuman tersebut langsung disambut tepuk tangan meriah dari para pendukung dan keluarga peserta yang hadir di arena utama. Wajah haru dan bahagia tampak jelas dari para kafilah Muara Batangtoru yang merasa perjuangan mereka selama ini tidak sia-sia.
Camat Muara Batangtoru, Sonita Wardah, SSTP menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia mengaku bangga melihat semangat para peserta yang terus berjuang membawa nama baik kecamatan di tingkat kabupaten. Menurutnya, keberhasilan mempertahankan posisi Juara Dua Umum menjadi bukti bahwa pembinaan Al-Qur’an di Muara Batangtoru berjalan secara konsisten dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat.
Tidak sedikit peserta yang terlihat saling berpelukan usai penutupan acara.Sebagian dari mereka bahkan menitikkan air mata ketika harus berpisah dengan teman-teman sesama kafilah yang selama beberapa hari terakhir hidup bersama dalam suasana penuh kekeluargaan. Bagi banyak peserta muda, MTQ bukan hanya tempat berlomba, tetapi juga ruang belajar tentang disiplin, persaudaraan, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Dalam pidatonya, Bupati juga mengingatkan peserta yang belum berhasil meraih juara agar tidak berkecil hati. Ia menilai setiap anak yang berani tampil membaca dan menghafal Al-Qur’an sesungguhnya telah menjadi kebanggaan bagi daerah dan keluarganya. Semangat itulah yang diharapkan terus tumbuh untuk melahirkan generasi Qur’ani yang mampu menghadapi tantangan zaman modern tanpa kehilangan nilai moral dan spiritual.
Berakhirnya MTQ ke-58 Tapanuli Selatan bukanlah akhir dari perjalanan syiar Islam di daerah tersebut. Justru, kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya generasi muda yang cerdas, santun, dan memiliki kepedulian sosial tinggi. Di tengah derasnya arus perubahan zaman, lantunan ayat suci yang menggema selama MTQ menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan kemajuan fisik, tetapi juga kekuatan iman dan akhlak sebagai fondasi utama kehidupan masyarakat.(PS/BERMAWI)
