POSKOTASUMATERA.COM-TAPSEL-Rasa empati dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh keluarga besar Yayasan Bina Insani Sialogo melalui kunjungan kemanusiaan kepada salah seorang siswa TK Kelas Khalid Bin Walid yang menjadi korban musibah kebakaran di Kelurahan Palopat Maria, Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru, pada Sabtu, 23 Mei 2026. Kegiatan tersebut berlangsung penuh haru dan menjadi wujud nyata pendidikan karakter yang diterapkan di lingkungan sekolah.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan Bina Insani Sialogo, Ustaz Muhammad Ridwan Rambe, bersama wali kelas, para ustaz dan ustazah, serta sejumlah teman sekolah korban. Kehadiran rombongan tidak hanya membawa dukungan moral, tetapi juga menjadi simbol kuatnya nilai kebersamaan dan solidaritas di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah.
Dalam suasana penuh kehangatan, pihak yayasan menyampaikan rasa duka dan keprihatinan mendalam atas peristiwa kebakaran yang menimpa keluarga siswa tersebut. Menurut Ustaz Muhammad Ridwan Rambe, kunjungan ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan sosial lembaga pendidikan dalam menanamkan nilai kemanusiaan sejak usia dini kepada para peserta didik.
Secara ilmiah, perhatian sosial dan dukungan emosional terhadap korban bencana memiliki dampak psikologis yang sangat penting, khususnya bagi anak-anak usia dini.Kehadiran lingkungan sekolah di tengah kondisi sulit dapat membantu mengurangi trauma, membangun rasa aman, serta memperkuat kondisi mental anak agar tetap optimis dalam menjalani aktivitas sehari-hari pascabencana.
Para ustaz dan ustazah juga memberikan motivasi dan doa kepada keluarga korban agar tetap tabah menghadapi ujian kehidupan. Mereka berharap musibah yang terjadi dapat menjadi penguat iman dan menumbuhkan semangat untuk bangkit kembali.Dalam kesempatan tersebut, suasana kekeluargaan tampak begitu erat ketika teman-teman sekolah turut memberikan dukungan secara langsung kepada sahabat mereka.
Selain menjadi bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini juga mencerminkan implementasi pendidikan berbasis akhlak dan nilai-nilai keislaman. Anak-anak diajarkan untuk memahami arti empati, saling membantu, serta hadir bagi sesama yang sedang mengalami kesulitan.Pendidikan semacam ini dinilai penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi.
Pihak yayasan berharap kehadiran mereka dapat sedikit menguatkan hati anak beserta kedua orang tuanya yang tengah menghadapi cobaan berat. Mereka juga mendoakan agar Allah SWT memberikan kesabaran, ketabahan, keikhlasan, serta kekuatan kepada keluarga korban dalam menghadapi ujian tersebut dengan penuh keimanan dan harapan.
Di akhir kunjungan, seluruh rombongan bersama keluarga korban memanjatkan doa agar segala kerugian akibat kebakaran dapat diganti dengan rezeki yang lebih baik. Mereka berharap keluarga senantiasa diberikan kesehatan, perlindungan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan ke depan. Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial tetap menjadi kekuatan utama dalam membangun masyarakat yang harmonis dan beradab.(PS/BERMAWI)
