Ny.Murni Gus Irawan Kukuhkan 248 Bunda PAUD Desa dan Kelurahan, Perkuat Fondasi Pendidikan Anak Usia Dini di Tapanuli Selatan

/ Jumat, 31 Juli 2026 / 16.29.00 WIB


POSKOTASUMATERA.COM, SIPIROK – Komitmen Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia dini kembali ditegaskan melalui pengukuhan 248 Bunda PAUD Desa dan Kelurahan se-Kabupaten Tapanuli Selatan. Pengukuhan yang dipimpin langsung Bunda PAUD Kabupaten Tapanuli Selatan, Ny. Murni Gus Irawan Pasaribu, berlangsung di Aula Sarasi Lantai III Kompleks Perkantoran Bupati Tapanuli Selatan, Sipirok, Kamis (30/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperluas akses layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berkualitas hingga ke seluruh pelosok desa dan kelurahan sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia.


Acara tersebut dihadiri Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu selaku Ketua Pembina Pokja Bunda PAUD Kabupaten Tapanuli Selatan, para asisten, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua HIMPAUDI, Ketua PKG Kecamatan, Bunda PAUD Kecamatan, serta ratusan Bunda PAUD Desa dan Kelurahan. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan mencerminkan kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan sistem pendidikan usia dini yang inklusif, berkualitas, dan mampu menjawab tantangan pembangunan manusia di masa depan.


Dalam arahannya, Bupati Gus Irawan menegaskan bahwa usia 0–6 tahun merupakan golden age atau masa emas perkembangan anak, yakni periode ketika pertumbuhan otak berlangsung sangat pesat sehingga membutuhkan stimulasi pendidikan yang tepat. Karena itu, menurutnya, Bunda PAUD tidak hanya menjalankan fungsi seremonial maupun administratif, tetapi juga harus menjadi motor penggerak dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan anak usia dini di wilayah masing-masing. Ia pun mendorong terwujudnya program Satu Desa Satu PAUD, sehingga seluruh anak memperoleh kesempatan belajar sejak dini tanpa terkendala akses.


Bupati menjelaskan bahwa Kabupaten Tapanuli Selatan memiliki 212 desa dan 36 kelurahan yang kini telah memiliki Bunda PAUD. Namun demikian, masih terdapat wilayah yang belum memiliki lembaga PAUD. Untuk mengatasinya, pemerintah akan mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas publik yang telah tersedia, seperti ruang kosong di sekolah dasar, kantor desa, kantor kelurahan, maupun bangunan pemerintah lainnya sebagai tempat penyelenggaraan layanan PAUD. Langkah tersebut dinilai sebagai solusi efektif untuk mempercepat pemerataan pendidikan tanpa harus menunggu pembangunan sarana baru.


Lebih lanjut, Gus Irawan mencontohkan keberhasilan program Sekolah Rakyat di Tapanuli Selatan sebagai bukti bahwa intervensi pendidikan yang tepat mampu meningkatkan kemampuan dasar anak secara signifikan. Ia mengungkapkan, pada awal pelaksanaan program tersebut masih banyak peserta didik yang belum mampu membaca, menulis, dan berhitung. Namun melalui pembelajaran intensif dengan sistem berasrama, kemampuan literasi dan numerasi mereka berkembang pesat. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa investasi pendidikan sejak usia dini akan memberikan dampak besar terhadap kualitas generasi mendatang, sejalan dengan cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045.


Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Tapanuli Selatan Ny. Murni Gus Irawan Pasaribu menegaskan bahwa pengukuhan ini merupakan amanah besar untuk memastikan setiap anak memperoleh hak atas pendidikan yang bermutu sejak usia dini. Ia mengungkapkan masih terdapat 103 desa dan kelurahan yang belum memiliki layanan PAUD. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh Bunda PAUD membangun sinergi dengan pemerintah desa, Tim Penggerak PKK, Posyandu, Puskesmas, HIMPAUDI, tokoh masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan. Selain itu, ia juga mendorong implementasi Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan, penguatan Pokja Bunda PAUD di setiap wilayah, serta pendokumentasian kegiatan melalui Platform Pijar Bunda PAUD sebagai bagian dari peningkatan mutu layanan.


Sebelumnya, Ketua Panitia yang juga Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Tapanuli Selatan,Ny. Ira Sofyan Adil Siregar, melaporkan bahwa kegiatan diikuti sekitar 325 peserta yang terdiri dari 248 Bunda PAUD Desa dan Kelurahan, 15 Bunda PAUD Kecamatan, 20 pengurus Pokja Bunda PAUD, Tim Penggerak PKK, Ketua HIMPAUDI, Ketua PKG Kecamatan, serta unsur perangkat daerah terkait. Melalui pengukuhan ini, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan berharap peran Bunda PAUD semakin nyata dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas, memperkuat ketahanan keluarga, serta melahirkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan pembangunan di masa depan. (PS/BERMAWI)

Komentar Anda

Terkini: