Panen Perdana Jagung SMPN 1 Angkola Barat, Dari Sebutir Benih Tumbuh Harapan dan Karakter Generasi Muda

/ Senin, 27 Juli 2026 / 16.54.00 WIB

Kepala Sekolah Untung P.Harahap M.Pd  didampingi Siswa dan Guru Panen Petdana Jagung Di halaman SMPN1 Angkola Barat

POSKOTASUMATERA.COM, TAPANULI SELATAN – Hamparan tanaman jagung yang menguning di halaman SMP Negeri 1 Angkola Barat menghadirkan kebanggaan tersendiri bagi para guru dan siswa. Senyum bahagia terlihat saat mereka memetik hasil kerja keras yang telah dirawat selama berbulan-bulan. Panen perdana ini bukan sekadar memanen jagung, tetapi juga memanen semangat kebersamaan, ketekunan, dan harapan akan lahirnya generasi muda yang mencintai pertanian serta peduli terhadap ketahanan pangan.


Suasana penuh rasa syukur menyelimuti kegiatan tersebut ketika Kepala SMP Negeri 1 Angkola Barat, Untung P. Harahap, M.Pd., mengawali panen dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim. Dengan penuh haru, beliau memetik tongkol jagung pertama sebagai simbol keberhasilan program yang melibatkan seluruh warga sekolah. Jagung yang tumbuh subur menjadi bukti bahwa kerja keras, kesabaran, dan gotong royong mampu menghasilkan sesuatu yang membanggakan.


Di balik keberhasilan panen itu tersimpan kisah sederhana namun penuh makna. Setiap hari, para siswa bersama guru bergantian membersihkan lahan, menyiram tanaman, hingga memastikan pertumbuhan jagung tetap optimal. Dari aktivitas tersebut, mereka belajar bahwa setiap benih yang ditanam membutuhkan perhatian dan kasih sayang, sebagaimana cita-cita yang hanya dapat diraih melalui proses panjang, disiplin, dan kerja keras.


Untung P. Harahap menyampaikan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan. Ia mengapresiasi arahan Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan Pasaribu, yang mendorong seluruh sekolah memanfaatkan lahan kosong sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan. Menurutnya, kebijakan tersebut tidak hanya menghasilkan produk pertanian, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter yang sangat berharga bagi peserta didik.


Dari sisi pendidikan, kegiatan bercocok tanam memberikan pengalaman belajar yang tidak dapat diperoleh hanya melalui buku pelajaran. Siswa memahami siklus pertumbuhan tanaman, mengenal pentingnya menjaga lingkungan, serta mengembangkan kemampuan bekerja sama, memecahkan masalah, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diemban. Pembelajaran berbasis praktik seperti ini menjadikan sekolah sebagai ruang belajar yang hidup dan relevan dengan kebutuhan masa depan.


Yang paling membekas adalah kebahagiaan para siswa ketika melihat hasil jerih payah mereka berubah menjadi tongkol-tongkol jagung yang siap dipanen. Momen itu mengajarkan bahwa kesuksesan tidak datang secara instan, melainkan lahir dari ketekunan, kesabaran, dan semangat pantang menyerah. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting dalam membentuk generasi yang tangguh, mandiri, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.


Panen perdana jagung SMP Negeri 1 Angkola Barat menjadi bukti bahwa langkah kecil yang dimulai dari lingkungan sekolah dapat memberikan dampak besar bagi pendidikan dan pembangunan daerah. Dengan semangat "Tapsel Bangkit", sekolah ini menunjukkan bahwa ketika guru, siswa, dan pemerintah berjalan bersama, benih yang ditanam bukan hanya menghasilkan panen yang melimpah, tetapi juga menumbuhkan karakter, harapan, dan masa depan yang lebih cerah bagi generasi penerus bangsa. (PS/BERMAWI)



Komentar Anda

Terkini: