Ketua sekaligus Pengelola P2MKP Amphibi, Marihot Anton Sihombing Praktik Lapangan di Kolam Amphibi
POSKOTASUMATERA.COM-TAPANULI SELATAN – Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang perikanan terus diperkuat melalui kegiatan praktik lapangan yang melibatkan peserta didik dari SMKN 3 Pariaman, SMKN 1 Angkola Sangkunur, SMKN 1 Lumut, serta mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Institut Pendidikan Tapanuli Selatan (IPTS). Kegiatan yang berlangsung di Kolam Amphibi, Jumat (31/7/2026), menjadi sarana pembelajaran berbasis praktik untuk memahami teknologi pembenihan ikan secara ilmiah dan aplikatif.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta memperoleh kesempatan mengamati secara langsung proses reproduksi buatan ikan, mulai dari pengambilan sperma dan telur induk, proses pencampuran gamet, hingga teknik pembilasan sebanyak tiga kali untuk menjaga kualitas pembuahan. Metode tersebut merupakan bagian dari teknologi budidaya modern yang bertujuan meningkatkan tingkat keberhasilan penetasan telur serta menghasilkan benih ikan yang sehat dan berkualitas.
Selain mempelajari teknik pembuahan, peserta juga diperkenalkan pada prosedur penanganan induk ikan melalui proses anestesi atau pembiusan. Induk ikan dibuat tidak sadar selama kurang lebih tiga menit guna meminimalkan tingkat stres saat proses pengambilan sperma dan telur. Setelah kondisi induk kembali pulih, ikan dikembalikan ke kolam pemeliharaan untuk menjaga kesehatan dan kelangsungan reproduksi berikutnya.
Ketua sekaligus Pengelola P2MKP Amphibi, Marihot Anton Sihombing, menjelaskan bahwa praktik lapangan seperti ini memiliki nilai strategis karena menghubungkan teori yang dipelajari di ruang kelas dengan penerapan teknologi di lapangan. Menurutnya, pengalaman langsung akan meningkatkan kompetensi peserta didik dalam memahami manajemen pembenihan, biosekuriti, serta pengelolaan budidaya ikan yang berkelanjutan.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan sektor perikanan dan budidaya. Pengembangan teknologi pembenihan dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk memenuhi kebutuhan benih berkualitas sekaligus meningkatkan produktivitas usaha perikanan masyarakat.
Lebih lanjut, Marihot Anton Sihombing menyampaikan bahwa program pembelajaran di P2MKP Amphibi juga mendukung komitmen Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan Pasaribu, dalam mewujudkan swasembada ikan di Kabupaten Tapanuli Selatan. Ketersediaan benih unggul diharapkan mampu memperkuat sektor perikanan daerah, meningkatkan pendapatan pembudidaya, serta memperluas peluang ekonomi masyarakat berbasis sumber daya lokal.
Melalui kolaborasi antara dunia pendidikan dan pusat pelatihan perikanan, kegiatan praktik lapangan ini diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga keterampilan teknis yang siap diterapkan di dunia kerja maupun dalam membangun usaha perikanan mandiri. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi muda yang inovatif sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan pangan dan pembangunan ekonomi daerah secara berkelanjutan.(PS/BERMAWI)

