HMI Kutacane Punya Nakhoda Baru, Khairil Anwar Siap ‘Sentil’ Pemerintah dengan Kritik dan Gagasan

/ Senin, 31 Agustus 2026 / 15.17.00 WIB

POSKOTASUMATRA.COM | ACEH TENGGARA — Estafet kepemimpinan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kutacane resmi berganti. Khairil Anwar dipercaya memimpin organisasi mahasiswa tersebut untuk periode 2026–2027, membawa agenda besar memperkuat gerakan intelektual, kritik konstruktif, dan pengabdian nyata di tengah masyarakat.

Pelantikan pengurus baru HMI Cabang Kutacane menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali peran mahasiswa sebagai kekuatan moral dan intelektual di Aceh Tenggara. HMI tak hanya dituntut bersuara, tetapi juga mampu menawarkan gagasan dan solusi atas berbagai persoalan daerah.

Di bawah kepemimpinan Khairil Anwar, HMI Cabang Kutacane menegaskan diri sebagai mitra kritis sekaligus mitra strategis pemerintah daerah. Kritik terhadap kebijakan pemerintah akan tetap menjadi bagian dari fungsi kontrol sosial, namun dibarengi gagasan dan kontribusi yang konstruktif.

Bupati Aceh Tenggara menyambut positif lahirnya kepengurusan baru tersebut. Pemerintah daerah bahkan membuka ruang bagi HMI untuk terlibat aktif memberikan pemikiran dan mengawal pembangunan.

“Pemerintah Daerah Aceh Tenggara tidak bisa berjalan sendiri dalam menata dan membangun tanah Metuah ini. Kami menunggu sumbangsih pemikiran, kritikan yang konstruktif, serta aksi nyata dan kolaborasi dari adik-adik pengurus HMI yang baru dilantik,” ujar Bupati.

Ia menegaskan, potensi pemuda dan mahasiswa merupakan salah satu kekuatan penting dalam mempercepat pembangunan Aceh Tenggara. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan organisasi kemahasiswaan diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata di lapangan.

Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Kutacane periode 2026–2027, Khairil Anwar, menegaskan bahwa HMI tidak akan kehilangan jati dirinya sebagai organisasi yang kritis terhadap kebijakan pemerintah.

“HMI akan tetap menjadi mitra kritis pemerintah. Ketika ada kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, tentu akan kita dukung. Namun ketika ada persoalan yang perlu dikritisi, HMI tidak akan tinggal diam. Kritik harus disertai gagasan dan solusi,” tegas Khairil, Senin (31/8/2026). 

Ia menyebut, kepengurusan baru akan memprioritaskan peningkatan kualitas akademik kader, pengawalan isu-isu kerakyatan, serta program pemberdayaan masyarakat yang menyentuh kebutuhan warga.

“Kami ingin HMI tidak hanya dikenal karena suara kritiknya, tetapi juga karena kontribusi dan solusi yang diberikan untuk masyarakat Aceh Tenggara,” katanya.

Dengan dilantiknya kepengurusan periode 2026–2027, HMI Cabang Kutacane siap membuka lembaran baru. Bukan sekadar pergantian pengurus, tetapi momentum untuk mempertegas kembali posisi mahasiswa sebagai penjaga nalar publik, pengawal kebijakan, sekaligus bagian dari solusi pembangunan daerah.

Dari Bumi Sepakat Segenep, HMI Kutacane membawa satu pesan: pemerintah boleh membangun, tetapi suara mahasiswa tetap harus didengar. (PS/ASP) 


Komentar Anda

Terkini: