POSKOTASUMATERA.COM – TAPANULI SELATAN – Suasana Kantor Lurah Sigalangan, Kecamatan Batang Angkola, Senin (3/8/2026), tampak berbeda. Sejak pagi, masyarakat berdatangan untuk mengikuti kegiatan tracing atau penelusuran kasus Tuberkulosis (TB) secara gratis. Bukan sekadar pemeriksaan kesehatan, kegiatan hasil kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Selatan bersama Puskesmas Pintu Padang ini menjadi simbol hadirnya kepedulian pemerintah dalam melindungi kesehatan masyarakat hingga ke tingkat kelurahan.
Lurah Sigalangan, Portibi Harahap, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, layanan kesehatan gratis seperti ini memberikan harapan bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini tanpa harus terbebani biaya. Ia menilai deteksi dini merupakan langkah penting agar penderita dapat segera memperoleh pengobatan sekaligus mencegah penularan kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
Portibi juga mengajak seluruh warga agar tidak takut menjalani pemeriksaan karena kesehatan adalah investasi paling berharga bagi masa depan.
Di tengah kesibukan pemeriksaan, tampak petugas kesehatan dengan ramah memberikan pendampingan dan edukasi kepada warga.
Kepala Puskesmas Pintu Padang, Muhammad Halim, SKM, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi active case finding atau penemuan kasus secara aktif. Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif untuk menemukan penderita TB yang belum terdiagnosis sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Program ini juga mendukung komitmen Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan di bawah kepemimpinan Bupati H. Gus Irawan Pasaribu dalam mewujudkan semangat "Tapsel Bangkit" melalui pembangunan masyarakat yang sehat dan produktif.
Secara ilmiah, Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini umumnya menyerang paru-paru dan menyebar melalui percikan udara saat penderita batuk, bersin, maupun berbicara. Karena itu, deteksi dini, pelacakan kontak erat, serta kepatuhan menjalani pengobatan menjadi langkah yang sangat penting untuk memutus rantai penularan.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa penemuan kasus secara aktif mampu meningkatkan keberhasilan pengobatan sekaligus menurunkan risiko penyebaran penyakit di masyarakat.
Selain pemeriksaan, kegiatan ini juga menjadi ruang belajar bagi masyarakat. Petugas kesehatan memberikan penjelasan mengenai gejala TB seperti batuk lebih dari dua minggu, penurunan berat badan, demam berkepanjangan, hingga keringat malam. Edukasi tersebut disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat. Pendekatan yang humanis ini diharapkan mampu mengurangi stigma terhadap penderita TB sekaligus mendorong warga untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga.
Nilai kemanusiaan terasa kuat dalam kegiatan tersebut. Warga yang hadir tidak hanya datang untuk memeriksakan diri, tetapi juga saling mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan dan mendukung anggota keluarga yang sedang menjalani pengobatan.
Kehadiran pemerintah, tenaga kesehatan, serta perangkat kelurahan dalam satu kegiatan menjadi bukti bahwa keberhasilan pengendalian TB bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.Melalui kegiatan tracing TB gratis ini, harapan baru tumbuh di Kelurahan Sigalangan.
Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini diharapkan terus meningkat sehingga target eliminasi TB di Indonesia dapat tercapai secara bertahap. Portibi Harahap berharap program serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wujud nyata pelayanan kesehatan yang dekat dengan masyarakat serta menjadi bagian penting dalam mewujudkan Kabupaten Tapanuli Selatan yang lebih sehat, tangguh, dan semakin bangkit.(PS/BERMAWI)
