NSHE Dorong Warga Marancar Kelola Limbah Organik Menjadi Kompos Bernilai Ekonomi

/ Minggu, 16 Agustus 2026 / 10.32.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM-MARANCAR – PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) melalui Departemen Environment & Biodiversity menggelar demonstrasi pengelolaan limbah organik dan pembuatan pupuk kompos bagi masyarakat Desa Marancar Godang dan Desa Simaninggir, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Marancar Godang ini menjadi bagian dari program Integrated Community Empowerment for Biodiversity Conservation and Sustainable Livelihoods Around Batangtoru HEPP Project Area di bawah payung Batangtoru HEPP Green Initiative.


Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan dapat dilakukan melalui pendekatan sederhana sekaligus produktif. Limbah organik rumah tangga dan pertanian, seperti jerami, daun kering, sisa sayuran, kulit buah, serta kotoran ternak, diperkenalkan sebagai sumber bahan baku kompos. Melalui metode pengomposan aerob, bahan organik dapat mengalami proses dekomposisi secara terkendali sehingga menghasilkan material yang lebih stabil dan bermanfaat untuk memperbaiki kualitas tanah.


Inisiatif NSHE ini juga memiliki keterkaitan dengan upaya konservasi keanekaragaman hayati dan pembangunan berkelanjutan. Program tersebut dilaksanakan sejalan dengan Adendum AMDAL 2025 serta mendukung sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama pada aspek perlindungan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, pendidikan, pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan, dan penguatan kemitraan multipihak.


Dalam demonstrasi tersebut, peserta tidak hanya memperoleh penjelasan teoritis, tetapi juga diperkenalkan secara langsung pada tahapan pengolahan limbah organik menjadi kompos. Peserta kemudian mendapatkan paket komposting sederhana untuk digunakan di desa masing-masing. Pendekatan praktik langsung ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan warga sehingga pengelolaan sampah organik tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi berkembang menjadi kebiasaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


Camat Marancar, Hj. Rosnanni Pasaribu, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang diinisiasi NSHE tersebut. Menurutnya, pengelolaan limbah organik menjadi kompos sangat relevan dengan kondisi masyarakat Marancar yang banyak menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian dan perkebunan. Ia berharap kegiatan serupa dapat berkelanjutan sehingga masyarakat mampu memproduksi pupuk organik secara mandiri, menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.


Sementara itu, Manager Environment & Biodiversity NSHE, Iqbal Nizar Arafat, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat di sekitar wilayah proyek PLTA Batangtoru. Menurutnya, pendekatan partisipatif menjadi kunci agar masyarakat tidak hanya memahami pentingnya konservasi, tetapi juga mampu mengelola sumber daya lokal secara mandiri. “Pengelolaan limbah organik menjadi kompos adalah langkah kecil yang dapat memberikan dampak besar, baik terhadap kesuburan tanah maupun terhadap perekonomian rumah tangga,” ujarnya.


Kegiatan yang dihadiri Camat Marancar, Kepala Desa Marancar Godang Ade Zonri Sir, perangkat Desa Marancar Godang dan Desa Simaninggir, serta jajaran Environment & Biodiversity NSHE tersebut juga membuka peluang pemanfaatan kompos hasil produksi masyarakat untuk mendukung kebutuhan pembibitan dan program pemulihan lingkungan di wilayah kerja NSHE. Pemanfaatan tersebut nantinya tetap mempertimbangkan kualitas dan kesesuaian kompos dengan kebutuhan teknis. NSHE berencana melanjutkan demonstrasi serupa ke desa-desa prioritas lainnya sebagai bagian dari penguatan sinergi perusahaan, pemerintah dan masyarakat dalam membangun penghidupan berkelanjutan sekaligus menjaga kelestarian keanekaragaman hayati di kawasan Batangtoru. (PS/BERMAWI)

Komentar Anda

Terkini: