Kepala SMKN 1 Tantom Angkola H. Agus Zulpan S.S sedang memberikan Arahan
POSKOTASUMATERA.COM – TAPSEL – Semangat membangun generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan mandiri mewarnai pelaksanaan In House Training (IHT) Kepemimpinan dan Kewirausahaan Siswa SMKN 1 Tantom Angkola Tahun Pelajaran 2026/2027. Mengusung tema “Dari Siswa Biasa Menjadi Pemimpin Hebat: Inspirasi, Kolaborasi, dan Prestasi”, kegiatan ini berlangsung di aula sekolah, Selasa (29/9/2026), dengan melibatkan 52 siswa perwakilan dari setiap kelas. Kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan, membangun mental wirausaha, serta menanamkan pentingnya disiplin sebagai salah satu kunci meraih cita-cita.
Kepala SMKN 1 Tantom Angkola, H. Agus Zulpan Harahap, S.S., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para narasumber yang telah bersedia berbagi ilmu, pengalaman, dan inspirasi kepada para siswa, yakni Drs. Karisos Limbong, M.Pd., mantan kepala sekolah sekaligus pendiri SMKN 1 Tantom Angkola; Edison Rambe, S.E., M.M., seorang pengusaha; serta Laung Lubis, Ia berharap kegiatan IHT ini mampu melahirkan generasi muda yang memiliki karakter kepemimpinan kuat, keterampilan kewirausahaan, serta keberanian untuk mengembangkan potensi diri.
Suasana kegiatan semakin semarak ketika siswa Dedi Fernando Hutabarat membawakan lagu Batak “Margogo Ijur Bari” sebagai pembuka acara. Penampilan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan suasana kebersamaan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah. Kegiatan juga diselingi penampilan tim Sanggar Tari SMKN 1 Tantom Angkola yang memperkaya nuansa seni dan kreativitas siswa.
Perpaduan materi kepemimpinan, kewirausahaan, dan seni budaya menjadikan IHT sebagai ruang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pengembangan karakter dan bakat peserta didik.
Dalam sesi materi pendidikan dan kedisiplinan, Drs. Karisos Limbong, M.Pd., mengenang sejarah berdirinya SMKN 1 Tantom Angkola yang dirintis pada 2008 bersama Edison Rambe. Ia menjelaskan bahwa pendirian sekolah tersebut dilatarbelakangi kepedulian terhadap kondisi kemiskinan dan keterbatasan pendidikan masyarakat.
Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu jalan penting untuk mengubah kehidupan dan membuka kesempatan menuju masa depan yang lebih baik. Ia menegaskan bahwa pada prinsipnya tidak ada manusia yang tidak mampu belajar. Karena itu, siswa didorong untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan keterampilan, serta tidak hanya berorientasi pada ijazah, tetapi juga memiliki kompetensi nyata yang dapat digunakan dalam dunia kerja maupun usaha. Ia juga mengingatkan pentingnya disiplin, mulai dari datang dan pulang tepat waktu hingga fokus mengikuti pembelajaran.
Sementara itu, Edison Rambe, S.E., M.M., menyampaikan materi kewirausahaan berdasarkan pengalaman nyata dalam membangun dan mengelola usaha. Melalui pemaparan yang ditampilkan di layar lebar, ia memperkenalkan berbagai bidang usaha yang digelutinya, termasuk usaha konveksi CV Buni Angkola dan perkebunan kelapa sawit seluas sekitar 250 hektare. Ia menjelaskan bahwa dunia bisnis memiliki dinamika tersendiri yang tidak selalu berjalan sesuai teori. Seorang wirausahawan harus mampu memahami peluang, mempersiapkan usaha secara matang, serta berani menghadapi risiko.
Ia juga menguraikan keuntungan berwirausaha, seperti kemandirian dalam mengambil keputusan dan peluang memperoleh penghasilan, sekaligus tantangannya, antara lain kesulitan ekonomi pada tahap awal, beban tanggung jawab, serta risiko kerugian. Menurutnya, persiapan dan pelaksanaan yang terencana menjadi dasar penting dalam membangun usaha.
Pada sesi kepemimpinan, Laung Lubis,, menekankan bahwa kepemimpinan harus dimulai dari kemampuan memimpin diri sendiri. Menurutnya, seseorang yang ingin menjadi pemimpin dalam organisasi harus terlebih dahulu mampu mengatur sikap, waktu, dan tanggung jawab pribadinya. Ia menjelaskan bahwa pemimpin bukan sekadar orang yang memiliki jabatan, melainkan sosok yang mampu mengarahkan, menggerakkan, mengajak, dan memberikan pengaruh positif kepada orang lain. Para siswa pun didorong untuk menjadi teladan di kelas masing-masing, membangun kerja sama, serta berani mengambil tanggung jawab dalam setiap kegiatan. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sekolah maupun ketika kelak memasuki dunia kerja dan masyarakat.
Melalui pelaksanaan IHT Kepemimpinan dan Kewirausahaan Tahun Pelajaran 2026/2027 ini, SMKN 1 Tantom Angkola berupaya membekali siswa dengan kemampuan kepemimpinan, kedisiplinan, kreativitas, dan kemandirian. Materi yang disampaikan para narasumber diharapkan tidak berhenti pada 52 peserta yang hadir, tetapi juga ditularkan kepada teman-teman sekelas agar manfaat kegiatan dapat dirasakan lebih luas.
Dengan semangat “Dari Siswa Biasa Menjadi Pemimpin Hebat”, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menyiapkan generasi muda yang beriman, bertakwa, terampil, berjiwa wirausaha, serta mampu meraih impian melalui pendidikan, kerja keras, dan disiplin.(PS/BERMAWI)

