POSKOTASUMATRA.COM | ACEH TENGGARA – Ratusan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong yang berhasil ditertibkan Polres Aceh Tenggara dimusnahkan dalam kegiatan yang digelar di halaman Mapolres Aceh Tenggara, Kutacane, Kamis (17/9/2026).
Menariknya, pemusnahan knalpot tersebut tidak sekadar menjadi simbol penertiban. Kapolres Aceh Tenggara AKBP Rujiyanto Dwi Poernomo, S.H., S.I.K., CPHR., CBA mengungkapkan, sebagian barang bukti knalpot yang telah dimusnahkan nantinya akan dimanfaatkan untuk dibuat menjadi monumen berbentuk ikan.
“Untuk knalpot brong ini, nantinya akan kita buat menjadi monumen ikan. Ini sebagai bentuk kreativitas sekaligus pengingat bahwa penertiban knalpot brong merupakan bagian dari upaya menciptakan ketertiban dan kenyamanan masyarakat,” ujar Kapolres.
Sementara itu, Bupati Aceh Tenggara H. M. Salim Fakhry, SE., MM dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya pembinaan generasi muda sejak dari lingkungan sekolah.
Bupati berpesan kepada Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin), serta Kementerian Agama agar kegiatan apel di sekolah dapat dilaksanakan secara rutin.
Menurutnya, kegiatan apel tidak hanya sebatas kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi ruang bagi para guru dan pemangku kepentingan untuk memberikan arahan, pembinaan serta pendidikan karakter kepada para siswa.
“Berikan bimbingan kepada siswa di sekolah. Mereka inilah yang nantinya akan menjadi generasi emas kita di tahun 2040,” pesan Bupati.
Ia menilai, pembentukan karakter generasi muda harus dilakukan secara bersama-sama, sehingga para pelajar memiliki bekal yang baik untuk menghadapi masa depan.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan pesan kepada insan pers dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) agar turut membantu pemerintah melalui pemberitaan yang positif dan konstruktif mengenai berbagai perkembangan di Aceh Tenggara.
“Bagi wartawan dan LSM, mohon membantu dalam pemberitaan yang positif di Aceh Tenggara. Agar semua bantuan yang masuk ke Aceh Tenggara ini bisa terus berdatangan demi masyarakat kita bersama,” katanya.
Bupati menegaskan, pembangunan daerah membutuhkan sinergi seluruh elemen. Ia berharap Aceh Tenggara terus bergerak dari kondisi yang sebelumnya serba terbatas menuju keadaan yang lebih baik dan memiliki berbagai potensi positif di semua bidang.
“Kita ingin dari yang tidak punya apa-apa menjadi menjadi yang ada, dalam bentuk positif di segala bidang,” ujarnya.
Menutup pesannya, Bupati mengajak seluruh unsur pemerintahan, aparat keamanan, masyarakat, wartawan dan LSM untuk menjaga kekompakan serta membangun Aceh Tenggara secara bersama-sama.
“Jadikan kebersamaan menjadi pilbek untuk kita semua,” pungkasnya. (PS/ASP)
