LAYAK SAH 5 Dapil & 3T Diluncurkan, Warga Lawe Sigala-Gala Apresiasi Langkah Salim Fakhry

/ Selasa, 29 September 2026 / 18.35.00 WIB

POSKOTASUMATRA.COM | ACEH TENGGARA — Pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Aceh Tenggara memasuki babak baru. Pemerintah daerah resmi meluncurkan inovasi LAYAK SAH 5 Dapil & 3T di Kecamatan Lawe Sigala-Gala, sebagai upaya memperpendek jarak pelayanan antara pemerintah dan masyarakat, Selasa (29/9/2026).

Launching inovasi tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Aceh Tenggara H.M. Salim Fakhry. Program ini diarahkan untuk memperluas akses pelayanan administrasi kependudukan hingga ke tingkat kecamatan, sehingga masyarakat tidak selalu harus datang ke pusat pemerintahan kabupaten untuk mendapatkan layanan.

Pantauan awak media di lokasi, masyarakat Lawe Sigala-Gala terlihat antusias menyambut hadirnya pelayanan administrasi kependudukan di tingkat kecamatan. Sejumlah warga bahkan langsung memanfaatkan momentum tersebut untuk mengurus kebutuhan administrasi kependudukan.

Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa kehadiran pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat menjadi kebutuhan penting, terutama bagi warga yang selama ini harus menempuh jarak dan waktu untuk mengurus berbagai dokumen kependudukan.

Salah seorang masyarakat yang hadir dan turut mengurus administrasi kependudukan, Antoni, menyampaikan apresiasinya atas hadirnya layanan tersebut di Kecamatan Lawe Sigala-Gala.

 “Terima kasih kepada Bapak Bupati Aceh Tenggara atas dihadirkannya pelayanan administrasi di kecamatan. Kami sangat bangga sekali. Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Bupati,” ujar Antoni.

Menurutnya, kehadiran pelayanan administrasi kependudukan di tingkat kecamatan memberikan kemudahan bagi masyarakat karena tidak harus selalu mendatangi pusat pelayanan di kabupaten.


Salim Fakhry: Pelayanan Harus Memberikan Kemudahan


Dalam sambutannya, Bupati Aceh Tenggara H.M. Salim Fakhry menegaskan bahwa pelayanan publik harus memberikan kemudahan nyata bagi masyarakat.

 “Semoga dengan adanya layanan administrasi kependudukan di Lawe Sigala-Gala ini dan di beberapa kecamatan lainnya, maka akan lebih memudahkan masyarakat dalam kepengurusan semua administrasi,” ujar Salim Fakhry.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan LAYAK SAH 5 Dapil & 3T, mengingat pelayanan administrasi kependudukan bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.


Bukan Sekadar Launching, Pelayanan Harus Terasa


Peluncuran LAYAK SAH 5 Dapil & 3T bukan semata-mata seremoni. Tantangan berikutnya adalah memastikan inovasi tersebut benar-benar berjalan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Pelayanan yang semakin dekat harus dibarengi proses yang jelas, aparatur yang responsif serta kepastian informasi bagi masyarakat. Sebab, keberhasilan sebuah inovasi pelayanan publik tidak hanya diukur dari momentum peluncurannya, tetapi dari manfaat yang benar-benar dirasakan warga.

Kecamatan Lawe Sigala-Gala menjadi salah satu wilayah yang mendapatkan dorongan perluasan akses layanan tersebut. Dengan pendekatan pelayanan berbasis wilayah, pemerintah daerah berupaya mengurangi beban jarak dan waktu yang selama ini dapat menjadi kendala masyarakat dalam mengurus dokumen administrasi kependudukan.


Antusiasme Warga Jadi Gambaran Kebutuhan Pelayanan Dekat


Antusiasme masyarakat yang hadir dan langsung memanfaatkan layanan tersebut menjadi gambaran bahwa pelayanan administrasi yang hadir lebih dekat dengan warga mendapat sambutan positif.

Namun, setelah peluncuran, keberlanjutan layanan menjadi hal yang tidak kalah penting. Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa pelayanan tersebut dapat berjalan secara rutin, mudah diakses, informasinya jelas dan prosesnya tidak berbelit.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara diharapkan memastikan LAYAK SAH 5 Dapil & 3T berjalan secara profesional, transparan dan konsisten.

Launching di Lawe Sigala-Gala pun menjadi momentum untuk mengubah pola pelayanan yang sebelumnya lebih terpusat menjadi pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat.

Dengan antusiasme warga yang terlihat di lapangan, kehadiran layanan administrasi kependudukan di kecamatan diharapkan tidak berhenti sebagai program baru, tetapi benar-benar menjadi solusi pelayanan bagi masyarakat Aceh Tenggara.

Kini, ukuran keberhasilannya bukan sekadar layanan telah diluncurkan, melainkan sejauh mana masyarakat benar-benar merasakan kemudahan ketika membutuhkan pelayanan administrasi kependudukan. (PS/ASP)

Komentar Anda

Terkini: