Masyarakat Kota Medan Tuding Polrestabes Medan Gagal Lindungi Pendemo dari Ancaman Preman Bayaran

/ Selasa, 22 September 2026 / 16.35.00 WIB


POSKOTASUMATERA.COM-MEDAN- Sejumlah warga dan peserta aksi unjuk rasa di Kota Medan, Sumatera Utara, menuding petugas kepolisian dari Polrestabes Medan dinilai tidak becus memberikan pengamanan. Tuduhan ini muncul setelah sejumlah peserta demonstrasi dari Satgas PD II GM FKPPI diduga mendapat gangguan dan ancaman dari kelompok yang disebut sebagai "preman bayaran" saat pelaksanaan aksi beberapa waktu lalu di depan Capital Building Jalan Puteri Hijau Medan pada Hari Jum'at (11/09/2026).

BACA JUGA :

Tunjukan Sikap Tak Gentar,

Para peserta aksi mengaku, baru saja sebahagian rombongan tiba di depan Capital Building langsung diserang puluhan Orang Yang tak dikenal (OTK) yang keluar dari dalam halaman Capital dan langsung menyerang dengan brutal terhadap masa unjuk rasa tanpa sempat melakukan orasi.Puluhan orang tersebut diduga berusaha mengintimidasi hingga melakukan pemukulan terhadap sejumlah peserta yang pada saat itu belum memulai orasinya karena menunggu peserta lain yang belum tiba di lokasi.

"Saya lihat sendiri ada puluhan orang yang secara tiba tiba keluar dari dalam halaman Capital dan langsung menyerang para pendemo secara brutal dari memukul hingga melempari dengan batu tapi, herannya seolah tidak ada terlihat anggota kepolisian yang melerai atau mencegah aksi brutal itu sehingga puluhan orang tersebut makin berani mendekat dan mengancam peserta demo," ujar salah satu peserta aksi, Senin (21/9/2026).

peserta lain, joko jugamenyampaikan kekhawatiran serupa. Ia menilai kehadiran petugas kepolisian justru terkesan pasif dan tidak sigap mengantisipasi potensi keributan. "Kami datang secara damai untuk menyuarakan hak kami. Tapi justru kami merasa tidak dilindungi. Kalau bukan karena teman-teman yang saling menjaga, mungkin bisa terjadi hal yang lebih buruk," ungkapnya.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak Polrestabes Medan terkait tudingan tersebut. Masyarakat berharap kepolisian dapat menindaklanjuti laporan yang ada, mengusut siapa pihak yang membiayai kelompok tersebut, serta menjamin keamanan setiap warga yang ingin menyampaikan aspirasi secara damai sesuai hukum yang berlaku.

Demikian juga Kasat.Intelkam Polrestabes Medan, Kompol Lengkap Suherman Siregar, S.H., M.H. enggan menjawab konfirmasi awak media melalui pesan singkat whatsapp meski terlihat contreng dua di layar HP awak media. 

Masyarakat Kota Medan, meminta pihak kepolisian untuk segera memberikan penjelasan kepada publik guna menjawab keraguan masyarakat sekaligus mengembalikan kepercayaan masyarakat khususnya Kota Medan terhadap kinerja pengamanan di tengah aksi-aksi massa.(PS/IG) 

Komentar Anda

Terkini: