Ratusan Masyarakat Datangi Mapolres Tanjungbalai, Desak Kapolres Sita Ballpress Diduga Milik "NNG"

/ Rabu, 23 September 2026 / 17.11.00 WIB


POSKOTASUMATERA.COM-TANJUNGBALAI-Ratusan warga Kota Tanjungbalai, didominasi kaum ibu, mendatangi Markas Polres Tanjungbalai pada Selasa malam, 22 September 2026. Mereka mendesak Kapolres segera menyita ballpress (pakaian bekas impor ilegal) yang diduga milik sekaligus dibekingi oleh seorang oknum aparat berinisial NNG. 

Kronologi Pemicu Aksi ;

Gelombang protes dipicu saat warga menyaksikan aktivitas bongkar muat empat unit mobil pikap bermuatan ballpress di kawasan Pasar TPO, tempat jual-beli pakaian bekas impor. Pekerjaan itu berlangsung terang-terangan dari siang hingga sore hari, diiringi pengawalan beberapa orang, termasuk seorang yang diduga sebagai oknum aparat penegak hukum berinisial NNG.

"Saat saya merekam kejadian tersebut, handphone saya dipukul. Dia tidak terima direkam," ujar Lala, salah seorang warga yang memicu gerakan ini .

Masyarakat Geruduk Mapolres & Gudang ;

Tak puas sekadar menghadang, ratusan warga bergerak ke Mapolres Tanjungbalai untuk menuntut penindakan tegas. Mereka meminta kepolisian segera menyita barang ilegal tersebut dan mengusut jaringan yang mengamankannya. 

Polres Tanjungbalai merespons dengan mengizinkan perwakilan warga didampingi Wakapolres Kompol Tony Simanjuntak serta Kabag Ops AKP Natal Fernando Saragih menuju gudang yang dicurigai di Jalan Cermai, Kelurahan Sijambi, Kecamatan Datuk Bandar. Namun saat diperiksa, gudang tersebut ditemukan kosong — tidak ada satupun ballpress yang ditemukan di lokasi.

Tuntutan Masyarakat ;

- Segera menyita seluruh ballpress yang beredar secara ilegal

- Mengusut tuntas dugaan keterlibatan oknum aparat berinisial NNG

- Menindak tegas jaringan penyelundupan yang kerap masuk melalui jalur perbatasan Kabupaten Asahan ke Tanjungbalai. 

Tanggapan Pihak Berwenang ;

Kabag Operasional Polres Tanjungbalai, AKP Natal Fernando Saragih, memastikan pihaknya menerima aspirasi warga dan akan menindaklanjuti laporan yang masuk. "Kami telah melakukan pengecekan bersama-sama. Hasilnya nihil di lokasi tersebut. Namun laporan tetap kami tampung untuk penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Forum Wartawan Kejaksaan (FORWAKA) Tanjungbalai Sudi Rahmat mengapresiasi keberanian warga melawan praktik ilegal yang diduga mendapat perlindungan pihak tertentu, dan meminta aparat tidak membiarkan kasus ini menguap tanpa proses hukum.(PS/SR) 

Komentar Anda

Terkini: