POSKOTASUMATERA.COM.KARO – Erupsi Gunung Sinabung pada Senin (31/8) menyebabkan sejumlah desa dan termasuk Kota Berastagi, diselimuti abu vulkanik. Abu yang cukup tebal mengganggu aktivitas warga dan membuat kegiatan belajar mengajar di sejumlah sekolah dihentikan lebih awal.
“Lumayan tebal abunya di Berastagi. Sekolah kami terpaksa pulang lebih awal setelah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Karo,” ujar salah seorang guru SMPN 3 Berastagi saat ditemui sepulang mengajar di Kabanjahe, Senin (31/08/2026).
Hal senada disampaikan Teger (49) warga Berastagi. Ia mengatakan, abu vulkanik cukup tebal sehingga mengganggu aktivitas masyarakat. “Abu vulkanik lumayan tebal hingga mengganggu aktivitas warga,” ujar Teger.
Seorang Petani bermarga Karo Karo mengatakan mengalami kerugian akibat adanya abu vulkanik gunung Sinabung yang sampai ke kecamatan Berastagi, " saya sudah rugi, sayur sayur yang saya tanam sepertinya mengalami kerusakan, dan saya harus menyiramnya dengan, sudah bolak balik saya beli air, belum lagi tenaga untuk menyiramnya" ujar Karo Karo.
Mengantisipasi keadaan tersebut Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Berastagi bergerak cepat melakukan pembagian masker kepada masyarakat dan pengendara di kawasan Tugu Perjuangan, Jalan Veteran, Kelurahan Gundaling I, Kecamatan Berastagi.
Dalam kegiatan tersebut, petugas membagikan sebanyak 500 masker kepada masyarakat yang melintas di sekitar Tugu Perjuangan Berastagi. Selain pembagian masker, masyarakat juga diberikan imbauan agar selalu menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan debu vulkanik.
Pembagian masker ini dilakukan menyusul erupsi Gunung Sinabung yang terjadi pada Senin sekitar pukul 10.57 WIB dan berdampak pada turunnya debu vulkanik di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Berastagi. Forkopimca Berastagi mengajak masyarakat untuk tetap waspada serta mengikuti imbauan dari pihak berwenang terkait kondisi Gunung Sinabung dan dampak abu vulkanik.
Di tengah kondisi tersebut, jajaran TNI-Polri bersama petugas pemantau terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Sinabung. Sebelumnya, Kapolsek Simpang Empat AKP Poltak Hamonangan, mendampingi Dandim 0205/TK Letkol Inf. Robert B. Hardian Panjaitan meninjau Pos Pengamatan Gunung Sinabung milik PVMBG di Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Jumat (28/8).
Kunjungan tersebut turut dihadiri Danramil 04/Simpang Empat Kapten Inf. Dandi Novi Hartanto dan Kepala Pos Pengamatan Gunung Sinabung PVMBG, Armen Putra. Peninjauan dilakukan untuk memperoleh informasi terkini mengenai perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Pos Pengamatan menjelaskan bahwa aktivitas Gunung Sinabung masih bersifat fluktuatif. Tingkat kegempaan dapat mengalami peningkatan maupun penurunan. Selain itu, masih terpantau gempa tektonik dalam dan gempa hybrid serta keluarnya asap tebal berwarna keabu-abuan dari kawah.
Hingga saat ini Selasa (01/09/2026) status Gunung Sinabung masih berada pada Level II atau Waspada. Kapolsek Simpang Empat juga menyampaikan bahwa sejumlah wilayah masih berada dalam kawasan rawan bencana. Salah satunya kawasan Danau Lau Kawar yang berada sekitar 2 kilometer dari puncak Gunung Sinabung.
Sementara kawasan dengan radius sekitar 3 hingga 4,5 kilometer meliputi Desa Sukanalu, Sigarang Garang, Kuta Gugung, Berastepu dan Gamber.
Sebagian masyarakat di kawasan tersebut masih melakukan aktivitas pertanian. Selain itu, aktivitas wisata juga masih berlangsung di kawasan Danau Lau Kawar.
Dengan kondisi aktivitas Gunung Sinabung yang masih fluktuatif dan terjadinya erupsi, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi seluruh rekomendasi PVMBG.
“Kami terus berkoordinasi dengan TNI, PVMBG dan pemerintah daerah untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Sinabung. Masyarakat di wilayah rawan bencana kami imbau tetap waspada dan mematuhi setiap rekomendasi maupun arahan dari pihak yang berwenang demi keselamatan bersama,” ujar AKP Poltak Hamonangan.
Polsek Simpang Empat bersama TNI, PVMBG dan pemerintah daerah juga akan terus meningkatkan koordinasi serta pemantauan aktivitas Gunung Sinabung guna mengantisipasi potensi bahaya dan memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat. (PS/BUDIMAN S)
