SMPS Labuhan Rasoki Gerakkan Tadarus dari Rumah, Yunaidi : 20 Menit Setiap Hari Bangun Generasi Cinta Al Quran

/ Sabtu, 12 September 2026 / 08.59.00 WIB

Kepala SMPS Labuhan Rasoki Yunaidi S. Batubara, S.Pd.I.,sedang Memberikan Arahan

POSKOTASUMATERA.COM – LABUHAN RASOKI – Semangat membangun karakter religius peserta didik terus digaungkan SMPN Labuhan Rasoki. Kepala Sekolah SMP Swasta Labuhan Rasoki, Yunaidi S. Batubara, S.Pd.I., memberikan motivasi kepada para siswa dalam kegiatan di halaman sekolah, Sabtu (12/9/2026), sekaligus menyampaikan program pembiasaan membaca Al-Qur’an yang akan dilaksanakan mulai Senin mendatang.

Dalam arahannya, Yunaidi menekankan bahwa kebiasaan membaca Al-Qur’an tidak harus selalu dilakukan di lingkungan sekolah. Justru, pembentukan karakter akan semakin kuat apabila siswa mampu menerapkan kebiasaan positif tersebut secara mandiri di rumah. Karena itu, mulai Senin, kegiatan tadarus Al-Qur’an diarahkan untuk dilaksanakan dari rumah masing-masing dengan pendampingan melalui kelompok pembimbing.

Program tersebut akan memanfaatkan Google Meet sebagai salah satu sarana pemantauan kegiatan baca Al Qur'an siswa saat pelaksanaan tadarus. Nomor telepon siswa dan orang tua akan terdata dalam grup pembimbing masing-masing. Selanjutnya, para pembimbing akan memberikan panduan teknis mengenai tata cara pelaksanaan kegiatan, termasuk mekanisme pemantauan dan komunikasi selama program berlangsung.

Yunaidi menjelaskan, alokasi waktu membaca Al-Qur’an ditetapkan sekitar 20 menit. Materi bacaan akan diarahkan secara bertahap, dengan mengupayakan pembacaan Surah Al-Baqarah bagi siswa yang sudah memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik. Sementara bagi siswa yang masih berada pada tahap Iqra, sekolah tetap memberikan ruang dan pendampingan agar mereka dapat berkembang sesuai kemampuan masing-masing.

Menurutnya, inti program tersebut bukan sekadar mengejar jumlah halaman atau menyelesaikan bacaan, tetapi membangun kebiasaan membaca Al-Qur’an secara konsisten. Sekolah ingin menyediakan ruang, waktu dan motivasi agar kegiatan membaca Al-Qur’an menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari siswa. Bahkan, harapan jangka panjangnya adalah lahirnya siswa yang mampu menyelesaikan khatam Al-Qur’an dan terus melanjutkan kebiasaan mengkaji serta membacanya sepanjang hayat.

“Yang paling penting anak-anak kita termotivasi untuk membaca Al-Qur’an. Sekolah akan terus memikirkan bagaimana supaya mereka rajin membaca Al-Qur’an. Kita siapkan tempat dan waktunya, tetapi kebiasaan itu harus terus dilanjutkan di rumah,” pesan Yunaidi kepada para siswa.

Ia juga mengingatkan para siswa mengenai keutamaan membaca Al-Qur’an sebagaimana ajaran Rasulullah SAW tentang kemuliaan orang yang membaca dan berinteraksi dengan Al-Qur’an. Karena itu, program tadarus dari rumah diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sekolah, melainkan tumbuh menjadi budaya positif dalam keluarga. 

Bagi siswa yang berhalangan mengikuti kegiatan, Yunaidi menegaskan agar menyampaikan izin kepada pembimbing masing-masing. Dengan pola pembiasaan, pendampingan dan keterlibatan orang tua, SMPN Labuhan Rasoki berharap gerakan tersebut mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.(PS/BERMAWI)

Komentar Anda

Terkini: