Wamenhan Respon Usulan Nias Barat: Pos TNI AL Dipertimbangkan untuk Jaga "Beranda Barat" Indonesia

/ Jumat, 11 September 2026 / 18.48.00 WIB
POSKOTASUMATERA.COM, JAKARTA - Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI) merespons positif usulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nias Barat terkait penguatan pertahanan dan pengawasan maritim di wilayah barat Kepulauan Nias yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia.

Hal tersebut mengemuka dalam audiensi Bupati Nias Barat Dr. Eliyunus Waruwu, S.Pt., M.Si. dengan Wakil Menteri Pertahanan Marsekal TNI (Purn.) Donny Ermawan Taufanto, M.D.S., M.S.P. di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Audiensi dipimpin langsung Wamenhan Donny Ermawan. Turut hadir Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Mayjen TNI Bagus Suryadi Tayo, Direktur Jenderal Perencanaan Pertahanan Mayjen TNI I Gusti Ngurah Wisnu Wardana, Deputi Bidang Geostrategi Dewan Pertahanan Nasional Mayjen TNI Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang, serta Plt. Kepala Bagian Dukungan Administrasi dan Protokol Wamenhan Marsma TNI Nyono Sugondo.

Dalam audiensi tersebut, Bupati Eliyunus menyampaikan urgensi penguatan pengawasan laut di wilayah Nias Barat, khususnya di kawasan Sirombu dan gugus pulau yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia.

Ia menilai keberadaan Yonif TP 903/Baluseda telah memperkuat pertahanan darat di wilayah tersebut.
 
"Ke depan, penguatan tersebut diharapkan diikuti peningkatan kehadiran dan pengawasan di wilayah laut," kata Eliyunus.

Menanggapi usulan tersebut, Wamenhan Donny menyatakan pembangunan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) maupun satuan Marinir masih memerlukan kajian dan proses lebih lanjut. Untuk tahap awal, keberadaan Pos TNI Angkatan Laut (Posal) dapat menjadi opsi yang dipertimbangkan.

"Kalau membangun brigade Marinir atau Lanal mungkin masih membutuhkan proses. Yang paling sederhana biasanya Angkatan Laut mempunyai pos-pos. Mungkin sementara bisa kita sarankan Pos AL," ujar Donny.

Wamenhan menambahkan, konsep yang disampaikan Pemkab Nias Barat akan disampaikan kepada Menteri Pertahanan dan Kepala Staf Angkatan Laut.

"Nanti kita sampaikan konsep-konsep hari ini kepada Pak Kasal dan Pak Menhan. Harapannya kawasan laut ini bisa semakin tertib dan pelanggaran-pelanggaran dapat diminimalisir," tegasnya.

TNI Harus Hadir Membantu Rakyat

Wamenhan juga menekankan pentingnya kehadiran TNI yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sesuai salah satu poin Delapan Wajib TNI, yakni mempelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya.

"TNI dengan rakyat harus bersatu," ujarnya.

Bupati Eliyunus mencontohkan peran Yonif TP 903/Baluseda saat terjadi banjir di Nias Barat beberapa waktu lalu.

"Waktu banjir kemarin, personel TNI bergerak cepat membantu evakuasi masyarakat. Kehadiran mereka benar-benar kami rasakan," ucap Eliyunus.

Ia menambahkan, keberadaan batalyon tersebut juga memberikan dampak positif terhadap keamanan, penanganan bencana, serta pergerakan ekonomi masyarakat di sekitar satuan.

SDM, Air Bersih, dan Kampung Nelayan

Pengembangan sumber daya manusia turut menjadi pembahasan. Wamenhan mendorong putra-putri Nias Barat mengikuti seleksi Universitas Pertahanan RI (Unhan RI) dan menjadi prajurit TNI.

"Saya mengharapkan dari Nias Barat juga ada. Lima atau sepuluh orang. Dimonitor kapan pembukaannya dan anak-anak terbaiknya dipersiapkan," kata Donny.

Dalam kesempatan itu, Bupati Eliyunus juga menyampaikan persoalan ketersediaan air bersih di Nias Barat serta mengusulkan program Kampung Nelayan Merah Putih guna memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.

Wamenhan menyatakan akan mengkaji peluang koordinasi dengan program TNI AD terkait air bersih dan pembangunan jembatan.

"Kami Tawarkan Posisi Strategis"

Bupati menegaskan Pemkab Nias Barat siap mendukung penuh rencana penguatan pertahanan di wilayahnya.

"Kami tidak meminta perhatian karena Nias Barat jauh dari pusat. Kami menawarkan posisi strategis Nias Barat untuk kepentingan Indonesia," kata Eliyunus.

"Nias Barat berada di beranda Indonesia yang langsung menghadap Samudera Hindia. Menguatkan Nias Barat bukan semata-mata membangun sebuah kabupaten, tetapi ikut memperkuat beranda barat Indonesia," lanjutnya.

Menutup pertemuan, Wamenhan Donny menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat.

"Tugas Bapak sebagai kepala daerah adalah memakmurkan rakyat. Kita juga bisa ikut bersama-sama. Intinya kita bersama-sama membangun bangsa ini sekaligus mempertahankan negara," pungkas Donny. (PS/356)
Komentar Anda

Terkini: