Jembatan Amblas, Jalan Berlubang: BPJN Bergerak Tangani Infrastruktur Aceh Tenggara

/ Sabtu, 03 Oktober 2026 / 19.24.00 WIB

POSKOTASUMATRA.COM | ACEH TENGGARA – Kerusakan infrastruktur jalan di Kabupaten Aceh Tenggara kembali menjadi perhatian. Setelah sebelumnya Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh melakukan penanganan darurat terhadap lantai Jembatan Biak Muli yang amblas di Kecamatan Bambel, kini langkah serupa terlihat di kawasan perkotaan Kutacane.

Pantauan awak media, Sabtu (3/10/2026), sejumlah pekerja terlihat melakukan penanganan terhadap sejumlah titik jalan berlubang di kawasan persimpangan lampu merah Kutacane. Pekerjaan dilakukan dengan menurunkan material dan peralatan untuk menutup serta memperbaiki bagian badan jalan yang mengalami kerusakan.

Aktivitas tersebut menjadi perhatian pengguna jalan. Pasalnya, titik jalan berlubang berada di kawasan persimpangan yang cukup ramai dilalui kendaraan, sehingga kerusakan badan jalan tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga berpotensi membahayakan pengendara apabila tidak segera ditangani.

Dari pantauan di lokasi, para pekerja tampak mengenakan perlengkapan kerja dan melakukan proses penanganan pada bagian jalan yang berlubang. Kendaraan tetap melintas di sekitar lokasi pekerjaan sehingga pengguna jalan diimbau meningkatkan kewaspadaan ketika melewati kawasan tersebut.

Langkah perbaikan ini muncul di tengah perhatian terhadap kondisi sejumlah infrastruktur jalan di Aceh Tenggara. Sebelumnya, lantai Jembatan Biak Muli, Kecamatan Bambel, dilaporkan amblas dan sempat membahayakan pengguna jalan. BPJN Aceh kemudian melakukan penanganan sementara dengan mengerahkan satu unit wheeled mini excavator.

PPK 3.5 BPJN Aceh, Jaya Juliadi, menjelaskan bahwa penanganan sementara pada Jembatan Biak Muli dilakukan karena kerusakan pada segmen struktur beton berpotensi semakin parah apabila terus menerima beban kendaraan secara langsung. BPJN juga memasang rambu peringatan dan mengusulkan tinjauan teknis untuk menentukan penanganan permanen.

 “Untuk saat ini kita lakukan penanganan sementara dengan memasang batang pohon kelapa sebagai penyangga dan menimbunnya dengan material kerikil pada bagian lantai jembatan yang amblas,” kata Jaya kepada Poskotasumatra.com, Sabtu (03/10/2026). 

Menurut Jaya, kerusakan struktur jembatan dapat dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain beban kendaraan yang melebihi kapasitas, kelebihan muatan (overloading), penuaan konstruksi, kelembapan dan faktor lainnya. Untuk penanganan permanen, BPJN menyatakan perlu dilakukan tinjauan teknis terlebih dahulu.

Sementara itu, perbaikan jalan berlubang di jantung Kota Kutacane yang terpantau hari ini menjadi langkah yang patut diapresiasi dari sisi respons terhadap kerusakan jalan, terutama karena lokasi berada di kawasan persimpangan yang ramai. Namun, masyarakat tentunya berharap penanganan tidak sekadar menutup lubang secara sementara, melainkan memastikan kualitas pekerjaan dan daya tahan jalan sehingga kerusakan serupa tidak kembali muncul dalam waktu singkat.

Terlebih, laporan terbaru juga menunjukkan bahwa kerusakan jalan masih ditemukan di sejumlah wilayah Aceh Tenggara. Kondisi ini membuat penanganan infrastruktur perlu dilakukan secara menyeluruh, terukur dan berkelanjutan, bukan hanya ketika kerusakan sudah mengganggu aktivitas masyarakat.

Kini publik menunggu konsistensi BPJN dan instansi terkait: apakah perbaikan di titik-titik rawan tersebut mampu bertahan dalam jangka panjang, atau kembali muncul lubang baru yang setiap saat mengancam keselamatan pengguna jalan. (PS/ASP) 


Komentar Anda

Terkini: