Subdit Tipiter Polda Sumut Cek Dugaan Polusi Udara dan Pencemaran Lingkungan di PKS Berangir Labura

/ Jumat, 22 Desember 2023 / 12.27.00 WIB

 

POSKOTASUMATERA.COM-MEDAN-Polda Sumatera Utara merespon cepat dugaan polusi udara akibat asap buangan dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Berangir Labuhab Batu Utara (Labura) berwarna hitam pekat.

Kasubdit Tipiter Ditreskrimsus Polda Sumut AKBP Jerico Lavian Chandra, Kamis (21/12/2023) merespon dengan menyatakan akan memeriksa informasi masyarakat atas dugaan polusi udara dari PKS milik PTPN 4 ini.

“Siap bang. Kami arahkan anggota cek ya,” respon Perwira Polisi dikenal ramah ke berbagai kalangan masyarakat ini saat disampaikan informasi via pesan Whats App nya.

Informasi lain diperoleh wartawan, Kamis (21/12/2023) dari sumber lebih membelalakkan mata. Dari visual foto dan video amatir yang dikirim narasumber, terlihat air di median parit lingkungan sekitar PKS Berangir berubah warna.

Diduga limbah pabrik pengolahan kepala sawit pimpinan Agusman itu mencemari lingkungan. Sumber wartawan bahkan telah mengambil sample air parit yang terkontimidasi limbah PKS itu menggunakan media botol air minum kemasan guna diuji ke laboratorium.

Tak satupun petinggi PKS Berangir Labura dan Manajemen PTPN 4 merespon konfirmasi wartawan. Kamis (21/12/2023) wartawan melayangkan konfirmasi ke massage Whats App Manager PKS Berangir Agusman tak dibalas meski terlihat 2 centang di laman WA nya. Demikian juga ke Humas PTPN 4 Khairul, tak ada respon pejabat yang mengurusi informasi di perusahaan plat merah yang kini berubah nama menjadi Regional-Supporting Co ini.

USUT TUNTAS   

Dugaan polusi udara dan dugaan pencemaran limbah di lingkungan sekitar PKS Berangir ini diharapkan diusut tuntas baik proses hukum maupun sanksi manajemen PTPN 4 atas dugaan kelalaian bawahannya ini.

“Balai Gakkum Kemen LHK, Dinas LHK Sumut dan Ditreskrimsus Polda Sumut kami harapkan segera melakukan cek lapangan dan kalau memang terbukti dugaan polusi dan pencemaran lingkungan ini, lakukan langkah hukum. Selain itu manajemen di Direksi PTPN 4 harus melakukan penelaahan masalah ini. Kalau ada kelalaian atas kejadian itu, segera ditindak. Masih banyak pegawai PTPN 4 lain yang mampu bekerja maksimal membesarkan PKS Berangir,” tegas R Gultom SH aktivis Lembaga Peduli dan Pemantau Pembangunan (LP3), Jumat (22/12/2023) di Medan.

R Gultom SH memuji respon cepat Kasubdit Tipiter Ditreskrimsus Polda Sumut AKBP Jerico Lavian Chandra yang segera memerintahkan anggotanya melakukan pengecekan lapangan atas informasi masalah lingkungan hidup itu.

“Kami applus gerak cepat Pak Jerico. Memang di bawah kepimpinan Irjen Agung Setya Imam Effendi, Polda Sumut selalu mengedepanan langkah dan respon cepat menindaklanjuti masalah di tengah masyarakat. Luar biasa,” pujinya.

Pandangan sebaliknya disampaikan Aktivis dikenal vokal ini ke jajaran Balai Gakkum Kemen LHK Wilayah I Sumatera dan Dinas LHK Sumut. Dia mengaku, sesuai pengetahuannya, masalah lingkungan hidup seakan tak ada niat dituntaskan oleh pejabat bergaji tinggi itu.

“Kalau di Balai Gakkum Kemen LHK Sumatera dan Dinas LHK Sumut, ya pejabatnya hanya bisa pelototi informasi yang disampaikan masyarakat. Informasi dari kawan-kawan, kalau kita laporkan ke Whatss App mereka, jempol aja pun tidak apalagi comen atau merespon dengan tindak lanjut. Aneh memang?,” keluhnya.

R Gultom SH berharap, pengawalan dan penegakan hukum atas perlindungan lingkungan hidup di Sumatera Utara ini menjadi perhatian lebih Kapolda Sumut karena dugaan lambannya instansi spesialis Lingkungan Hidup dalam menjalankan tugasnya.

“Kapolda Sumut dan jajaran Subdit Tipiter lah harapan kami dalam menegakkan hukum dan penindakan serta pencegahan pelanggaran perlindungan lingkungan hidup. Kami yakin Pak Kapolda konsen atas hal ini,” harapnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepulan asap hitam terpantau keluar dari cerobong Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Desa Berangir Kecamatan NA IX-X Kabupaten Labura. Hasil rekaman video amatir sumber wartawan, kejadian ini berlangsung, Selasa (19/12/2023).

Sumber wartawan menyebutkan, asap hitam pekat diduga penyebab polusi udara ini kerap keluar dari cerobong asap PKS Berangir yang merupakan perusahaan di bawah naungan PTPN 4 yakni perusahaan di bawah Kementerian BUMN RI.

“Udah sering lah keluar asap hitam pekat seperti itu bang. Mau kekmana lagi, komplain pun kami tak ada artinya. Tak ada pedulinya pemerintah di bidang lingkungan hidup atas fenomena yang bisa berdampak ke kesehatan masyarakat ini,” kata sumber wartawan, Selasa (19/12/2023) via sambungan ponselnya.

Manajer PKS Berangir Agusman menanggapi enteng masalah kepulan asap hitam yang kelar dari Pabrik Kelapa Sawit yang dipimpinnya. Saat konfirmasi wartawan, Rabu (20/12/2023) via sambungan Whats App, Agusman tak menampik asap hitam yang keluar dari cerobong PKS itu.

Dia berdalih, asap hitam tersebut karena dalam proses maintendence alat operasional  pabrik pengolah kelapa sawit itu karena pengolahan tak rutin.

“Itu karena proses pengorekan kerak abu. Setiap 4 jam. Kalau dia proses olahnya tak rutin. Maka star olah pertama. Kita 4 hari sekali saja olah. Jadi kalau tak rutin maka selalu dilakukan prefentif maintandence. Sebentar nya itu,” bebernya.

Dia juga mengaku, saat akhir olah jika tak pernah bersih-bersih maka saat pengolahan pertama akan dilakukan pembersihan yang berakibat mengeluarkan asap hitam. “Kalau pengolah pertama bersih bersih. Biasalah bang, yang komplain kalau tak kenal maka tak sayang,” katanya sembari mengatakan beberapa waktu lalu menggelar bhakti sosial dengan masyarakat sekitar Pabrik Kelapa Sawit.

Sementara Kepala Balai Gakkum Kemen LHK Wilayah I Sumatera Subhan dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sumut Yuliani Siregar dikonfirmasi wartawan, Rabu (20/12/2023) bungkam.

Mohon difasilitasi konfirmasi ke Pj Gubernur Sumut Hassanudin dan Kepala Inspektorat Sumut Lasro Marbun dan Kadis Kominfo Sumut Ilyas Sitorus pun tak membuahkan hasil. Ketiga pejabat itu dilayangkan mohon difasilitasi konfirmasi ke Dinas LHK Sumut, Rabu (20/12/2023) tak merespon wartawan.

Sumber wartawan di Balai Gakkum Kemen LHK Wilayah I Sumatera merespon wartawan dengan menyatakan akan menyampaikan informasi asap tebal di PKS Berangir ke bagian data guna dilakukan Verifikasi Lapangan. “Kukasitau bagian data biar didata dulu baru verlap. Terimakasih ya,” jawabnya singkat, Rabu (20/12/2023).

Anehnya para Kepala Bidang di DLHK Sumut saling lempar bola menerima informasi adanya asap tebal dilepas dari PKS Berangir. Kabid Lingkungan Hidup DLHK Sumut Akmal Nasution mengaku menunggu intruksi pimpinan guna mengambil langkah menangani hal itu. Sementara Kabid Perlindungan DLHK Zainuddin meminta wartawan menghubungi Akmal Nasution saat keduanya dikonfirmasi, Rabu (20/12/2023). 


Pabrik Kepala Sawit Berangir di Labuhan Batu Utara pada tahun 2019 lalu sempat digruduk masyarakat karena dugaan limbahnya mencemari lingkungan. Dalam postingan Face Book akun bernama LaburaKu 27 Maret 2019, terlihat foto puluhan berkerumun di depan PKS milik negara itu.

Dalam postingannya, akun LaburaKu menulis :

Warga demo PKS Berangir

Hari ini 27/3/19 masyarakat kec. Marbau melakukan aksi didepan Pabrik Kelapa Sawit Kebun Berangir, menindaklanjuti dan meminta pertanggungjawaban kepada pihak pengelola atas limbah yg dibuang ke sungai Marbau beberapa hari yg lalu.

Disaat masyarakat membutuhkan banyak air sungai dikarenakan musim kemarau, Pabrik ini malah dengan gampangnya membuang limbah di sungai Marbau.

Repost Garbi Labura

#laburaku.

Belum diperoleh informasi tindak lanjut manajemen PKS Berangir dan pemerintah atas aksi masyarakat Kecamatan Merbau itu. (PS/RED)

 

Komentar Anda

Terkini: