Melalui Edukasi dan Sosialisasi, Puskesmas Muara Satu Cegah Stunting

/ Selasa, 23 April 2024 / 13.20.00 WIB

FAISAL | KETUA KOMISI A DPRK LHOKSEUMAWE 

POSKOTASUMATERA.COM | MUARA SATU – Dengan cara memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai gizi seimbang dan cara pola asuh anak merupakan salah satu upaya pencegahan dan penanganan stunting pada Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Muara Satu Kota Lhokseumawe.

Hal tersebut disampaikan, oleh Ketua Komisi A DPRK Lhokseumawe Faisal yang bertempat tinggal di Desa Blang Pulo Kecamatan Muara Satu kepada Poskota baru baru. Dikatakannya, 

Edukasi dan Sosialisasi yang dilakukan oleh Puskesmas Muara Satu dapat menjadi contoh bagi lainnya. Mengingat kegiatan edukasi gizi seimbang, mampu menjangkau lebih banyak masyarakat agar memahami tentang gizi seimbang untuk anak dan balita, sekaligus memberikan pemahaman tentang bahaya stunting sejak dini.

“Penyebab dari stunting seperti kekurangan gizi atau pola makan yang tidak seimbang. Sampai pola asuh dari orang tua yang tidak memperhatikan kesehatan anak. Oleh karena itu orang tua perlu memberikan perhatian khusus kepada anak terutama kesehatannya,” kata Faisal mewakili Parlemen kota Lhokseumawe.

“Walaupun, tidak banyak anak-anak stunting, tapi kami selalu pantau. Karena selama ini kami kasih PMT lokal itu untuk anak-anak yang kurang gizi dan termasuk juga anak stunting,” ujarnya.

Ia menyebutkan, untuk pencegahan stunting pihaknya selalu bekerja sama dengan lintas sektor diwilayah Puskesmas Muara Satu dengan cara memintakan data dari sertia desa sehingga mereka semua tahu jumlah data stunting disetiap desa masing-masing.

“Sehingga kepala desa bisa menganggarkan dana desa untuk memberikan PMT kepada anak-anak yang kurang gizi,” sebutnya.

Selain itu, pantauan kami dilpangan terlihat saat melaksanakan kegiatan posyandu, pihak Puskemas selalu memberikan konseling terhadap ibu-ibu yang anaknya mengalami stunting. Karena pada dasarnya, para orang tua si anak tersebut tidak mengakui bahwa anaknya menderita stunting.

“Tetapi, setelah mereka memberikan edukasi tentang bahayanya stunting terhadap tumbuh kembang si anak, baru orang tua memahaminya,” ungkap Faisal.

Ia menambahkan, semakin banyak yang terlibat dalam melakukan edukasi kepada masyarakat tentu akan semakin baik. “Oleh karena itu, dia berharap media massa terus membantu pemerintah dalam memberi edukasi kepada masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapus Muara Satu Afrizal Dj SKM menyampaikan, terkait dengan pencegahan stunting ini merupakan  fokusnya pemerintah  saat ini. Dalam pencegahan stunting ini semua pihak berkolaborasi agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, kemudian disertai kemampuan emosional fisik dan belajar serta mampu bersaing di tingkat global, ujarnya.

Tak hanya itu, Afrizal menyebutkan, pencegahan stunting ini menjadi suatu kewajiban bagi semua pihak untuk memelihara meningkatkan dan melindungi kesehatan demi kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Muara Satu.

“Kunci utamanya adalah agar keluarga mempunyai usaha dan cara untuk mengkonsumsi makanan-makanan yang bergizi setiap makan dan menjaga pola asuh anak, serta menghindari makan makanan  yang instant dan juga menjaga sanitasi dan air bersih,” ujarnya.

Afrizal juga berharap angka stunting di kota Lhokseumawe semoga turun dan menekan angkang stunting tersebut hingga tuntas.

“Kita berharap angka stunting di kota Lhokseumawe tercinta semoga bisa menurun bahkan bisa kita tekan angka tersebut hingga tuntas,” harapnya.

Agar semua pihak lintas sektor yang terkait sama-sama meningkatkan  perhatian dan meningkatkan kerjasamanya untuk bersinergi bergerak dalam satu tujuan menurunkan angka stunting ini bisa segera teratasi Insya Allah,” punkasnya.

Dalam menanggulangi stunting di kota Lhokseumawe, kami, bersama Kadiskes Kota Lhokseumawe bersama pemerintah kota Lhokseumawe berupaya keras untuk mengubah paradigma masyarakat tentang pentingnya nutrisi yang tepat. Kami yakin bahwa upaya edukasi yang kami lakukan akan menjadi landasan untuk mengubah kebiasaan makan yang lebih sehat. 

Kami berharap, dengan pendekatan komprehensif ini, kita dapat melihat perubahan yang signifikan dalam pertumbuhan dan kesehatan anak-anak di Kota Lhokseumawe,” kata Afrizal.

Percepatan penurunan stunting merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional yang juga menjadi prioritas bagi Pemerintah Kota Lhokseumawe. Bahwa stunting merupakan masalah kesehatan yang serius dan dapat berdampak jangka panjang pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Oleh karena itu, penanganan stunting harus dilakukan secara serius dan terintegrasi.

Afrizal juga mengimbau kepada para Kader Pembangunan Manusia  (KPM) untuk mengoptimalisasikan upaya-upaya nyata yang langsung menyasar kepada keluarga rawan stunting. KPM harus menjadi garda terdepan yang mampu berkoordinasi dan bermitra dengan elemen terkait dalam penanganan stunting.

“Upaya pemberdayaan dan pelibatan masyarakat perlu kita bangun bersama agar turut berpartisipasi aktif dalam penanggulangan stunting,” tegas Kepala Puskesmas Muara Satu Kota Lhokseumawe Afrizal Dj SKM. (ADV)


Komentar Anda

Terkini: